![]() |
| Damkar Sukabumi Berjibaku di Dua Lokasi Kebakaran, Api Masih Ditangani hingga Malam. Foto: Muhammad Fikri Fauzi. |
SMartnewsroom.com, SUKABUMI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi masih berjibaku menangani kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda, Kamis (27/8/2026) malam.
Kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Cikembar dan Kecamatan Gunungguruh. Kedua lokasi memiliki kondisi medan yang berbeda sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.
Di Kecamatan Cikembar, kebakaran melanda tempat penampungan limbah kayu veneer di Kampung Pondokbitung, Desa Kertaraharja. Sementara di Kecamatan Gunungguruh, api membakar kawasan hutan dan lahan di lereng perbukitan Karang Gantung dan Karang Para.
Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, petugas Damkar masih berada di lapangan. Selain melakukan pemadaman, personel juga melakukan penyekatan dan pemantauan untuk memastikan api tidak merembet ke area lain.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengatakan penanganan kebakaran di Cikembar cukup menyulitkan petugas.
Tumpukan limbah kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar. Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin juga membuat kobaran api sulit dikendalikan.
"Pak Kadis bahkan ikut berjibaku memadamkan api," kata Anita.
Baca Juga: Karhutla Sukabumi Capai 196,40 Hektare, Damkarmat Sukabumi Himbau Masyarakat Tak Bakar Sampah
Menurut Anita, kebakaran di tempat penampungan limbah kayu tersebut mulai diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Titik api berada di bagian tengah tumpukan material, sehingga petugas kesulitan menjangkau sumber api secara langsung.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi penampungan berada tidak jauh dari kawasan industri dan permukiman. Petugas pun berupaya keras agar api tidak merembet ke pabrik kayu, kawasan perusahaan teh maupun rumah warga.
Untuk mencegah kobaran meluas, petugas melakukan penyekatan di sejumlah titik. Penanganan juga melibatkan personel TNI, Polri, perangkat desa dan masyarakat setempat.
Baca Juga: Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran Di Cangehgar, Damkar Sukabumi Langsung Turun Tangan
Anita menjelaskan, tempat tersebut digunakan untuk menampung limbah veneer dari sejumlah perusahaan. Limbah itu kemudian rencananya diolah kembali menjadi bahan berbentuk butiran yang digunakan untuk kebutuhan industri.
"Posisi titik api berada di bagian tengah penampungan, sehingga proses pemadaman relatif sulit," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait tata kelola dan pengawasan tempat penampungan limbah kayu di wilayah Cikembar.
Karhutla di Gunungguruh Terkendala Medan
Di waktu yang hampir bersamaan, petugas juga harus menangani kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gunungguruh.
Api membakar kawasan lereng perbukitan Karang Gantung dan Karang Para. Medan yang terjal serta lokasi titik api yang berada jauh dari akses kendaraan menjadi kendala dalam proses pemadaman.
Sejumlah titik kebakaran bahkan tidak dapat dijangkau langsung menggunakan armada pemadam. Petugas harus melakukan penanganan dari lokasi yang memungkinkan sekaligus memantau pergerakan api.
Tim gabungan tetap melakukan pemadaman dan penyisiran hingga malam hari. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran bergerak ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman.
Anita memastikan personel Damkar masih disiagakan di kedua lokasi sampai kondisi benar-benar aman.
"Semua tetap standby untuk memastikan api padam dan tidak berdampak ke pemukiman terdekat," ungkapnya.
Damkar Ingatkan Warga
Di tengah meningkatnya potensi kebakaran saat kondisi cuaca kering, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan. Puntung rokok juga harus dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang.
"Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan," pungkas Anita.
Reporter: Muhammad Iqbal Abdillah
Editor: Muhammad Fikri Fauzi
Redaktur: RHF

إرسال تعليق