![]() |
| Motekar Turun ke Warga, Ketahanan Keluarga di Cisolok Kian Menguat. Foto: Ist |
SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Upaya memperkuat ketahanan keluarga terus digencarkan di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Sepanjang Januari 2026, para Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) aktif turun langsung ke tengah masyarakat untuk menyentuh persoalan mendasar yang berkaitan dengan keluarga, anak, dan masa depan generasi muda.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menegaskan bahwa peran Motekar sangat strategis sebagai garda terdepan dalam membangun kesadaran masyarakat agar keluarga mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan sosial maupun ekonomi.
“Ketahanan keluarga adalah pondasi utama. Jika keluarga kuat, maka lingkungan sosial akan lebih aman, anak-anak terlindungi, dan masa depan daerah bisa terjaga,” ujar Okih.
Selama Januari 2026, Motekar Kecamatan Cisolok melaksanakan berbagai kegiatan edukatif dan pendampingan. Kegiatan tersebut meliputi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan listrik, bimbingan calon pengantin (catin), KIE kepada siswa SMA, hingga sosialisasi program STOPAN Jawa Barat sebagai upaya pencegahan perkawinan anak.
Selain itu, Motekar juga melakukan pendampingan terhadap siswa rawan putus sekolah, pendampingan ekonomi keluarga, serta koordinasi pendataan KPM bantuan listrik dan rumah tidak layak huni (rutilahu) bersama pemerintah desa agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.
“Hasilnya mulai terlihat. Keluarga penerima bantuan listrik kini lebih memahami pemanfaatan bantuan secara bijak serta pentingnya pengelolaan keuangan rumah tangga,” jelas Okih.
Baca Juga: Ikonik dan Sarat Makna, Tugu Ikan Layur Percantik Wajah Kelurahan Palabuhanratu
Ia menambahkan, para calon pengantin juga dibekali pengetahuan awal untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan bertanggung jawab.
Di kalangan pelajar, khususnya siswa SMA yang tinggal di kos, Motekar memberikan pemahaman tentang pencegahan kenakalan remaja, pengelolaan kecemasan, serta pentingnya pergaulan yang sehat. Sementara itu, wali siswa MTs menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap bahaya perkawinan anak dan pentingnya melanjutkan pendidikan.
Pendampingan juga difokuskan kepada siswa rawan putus sekolah agar tetap termotivasi melanjutkan pendidikan. Di sisi lain, keluarga yang mendapat pendampingan ekonomi diarahkan untuk menumbuhkan kemandirian dan daya juang dalam meningkatkan kesejahteraan rumah tangga.
“Yang terpenting adalah perubahan cara pandang. Orang tua mulai menyadari bahwa keputusan hari ini akan menentukan masa depan anak-anak mereka,” tambah Okih.
Baca Juga: Gebeer Masjid di Cisolok, Camat Cisolok: Wujudkan Lingkungan Ibadah yang Bersih dan Nyaman
Secara umum, dampak program Motekar dinilai cukup signifikan. Ketahanan keluarga pada aspek sosial, ekonomi, dan pendidikan mengalami peningkatan. Risiko kenakalan remaja, perkawinan anak, serta putus sekolah dapat ditekan melalui langkah pencegahan dan pendampingan berkelanjutan.
Selain itu, peran orang tua dalam pengasuhan dan perlindungan anak semakin menguat, seiring tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk lebih mandiri dan berdaya melalui sinergi antara Motekar, masyarakat, dan pemerintah desa.
“Kami berharap program ini terus berlanjut dan semakin diperkuat. Karena membangun daerah sesungguhnya dimulai dari membangun keluarga,” pungkas Camat Cisolok.
Reporter: Muhammad Fikri Fauzi
Editor: Muhammad Iqbal Abdillah
Redaktur: RHF
إرسال تعليق