Rentetan Dugaan Keracunan Terus Terjadi Kini Siswa SMK di Palabuhanratu Jadi Korban

 

Gambar Ilustrasi

Smartnewsroom.com | Rentetan dugaan kasus keracunan kembali terjadi di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Kali ini, sejumlah siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi santapan yang diduga berasal dari dapur MBG.

 

Kabar kejadian tersebut dengan cepat menyebar melalui pesan berantai WhatsApp. Dalam rekaman video yang beredar, tampak beberapa siswa terbaring lemah dan mendapatkan penanganan medis di lingkungan sekolah. Bahkan, sebagian di antaranya harus menjalani perawatan intensif dengan infus.

 

Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa anaknya hingga kini masih dirawat di sekolah akibat kondisi kesehatannya yang menurun.

 

“Iya benar, sekarang lagi diinfus di sekolah,” ujarnya singkat.

 

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan keracunan yang terjadi di wilayah Sukabumi dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, keracunan massal akibat konsumsi tahu bulukan terjadi di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, pada Rabu (28/1/2026).

 

Dalam insiden tersebut, jumlah korban terus bertambah hanya dalam hitungan jam.
“Hari kemarin awalnya ada empat orang, tapi sampai malam terus bertambah,” kata Abdul, warga setempat.

 

Hingga Kamis (29/1/2026), tercatat sedikitnya 22 orang menjadi korban. Enam di antaranya bahkan harus dirujuk ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan lanjutan.

 

“Sekarang sudah puluhan orang, sebagian dirujuk ke RSUD Palabuhanratu,” tambahnya.

 

Beruntunnya kejadian ini memunculkan tanda tanya besar terkait pengawasan keamanan pangan di wilayah Palabuhanratu. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai penyebab pasti dugaan keracunan, maupun hasil uji terhadap makanan yang dikonsumsi para korban.

(RHF) 


Post a Comment

أحدث أقدم