Operasi Ketupat 2026 Digelar 13–25 Maret, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi, Hamzah Gurnita Dukung Rekayasa Lalin dan Pengamanan Objek Vital di Sukabumi

 

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Hamzah Gurnita Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, SUKABUMI – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, Hamzah Gurnita, S.H menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Bidang Operasional Tingkat Menteri secara virtual yang digelar di Aula Mapolres Sukabumi, Senin (02/03/2026). Rakor tersebut mengusung tema Mudik Aman, Keluarga Bahagia dan dipimpin langsung oleh Kapolri, Listyo Sigit Prabowo.

 

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam persiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna memastikan keamanan dan kelancaran arus mudik serta arus balik Lebaran 1447 Hijriah. Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di wilayah Kabupaten Sukabumi.

 

Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 harus berjalan maksimal dan terkoordinasi dengan baik. Operasi ini akan dilaksanakan pada 13 hingga 25 Maret 2026 dengan fokus pengamanan di berbagai objek vital, seperti masjid, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, hingga lokasi wisata yang diprediksi mengalami lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran.

 

Kapolri menekankan pentingnya manajemen rekayasa lalu lintas yang matang, khususnya di ruas jalan tol dan jalur arteri utama. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan, mulai dari penempatan personel di titik-titik rawan kemacetan, pengaturan arus kendaraan secara situasional, hingga penerapan sistem one way dan contra flow sesuai tahapan yang telah ditentukan berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan.

 

Selain itu, rekayasa lalu lintas juga mencakup pembatasan kendaraan angkutan barang sumbu tiga ke atas, penerapan sistem ganjil-genap, serta optimalisasi gardu tol untuk mempercepat arus kendaraan. Kapolri menegaskan bahwa dua jam sebelum penerapan rekayasa arus, petugas wajib melakukan penyisiran guna memastikan jalur dalam kondisi aman dan steril dari potensi hambatan.

 

Tak hanya aspek lalu lintas, Kapolri juga meminta seluruh jajaran untuk menyiapkan Pos Pengamanan (Pospam) dan memaksimalkan layanan di posko terpadu. Hal ini dinilai penting mengingat potensi mobilisasi masyarakat yang tinggi selama periode Lebaran.

 

Pengawasan terhadap pengemudi menjadi perhatian serius, termasuk pemeriksaan terkait konsumsi alkohol dan kondisi fisik pengemudi, guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Aparat diminta bertindak tegas namun tetap humanis dalam menjalankan tugas pengamanan.

 

Lonjakan wisatawan ke sejumlah destinasi juga menjadi atensi, termasuk kawasan Puncak Bogor dan kebun binatang yang diprediksi mengalami peningkatan signifikan. Aparat diminta mengatur sistem keluar-masuk kendaraan secara ketat, menyiapkan kantong parkir tambahan, serta membentuk tim evakuasi di titik-titik rawan kepadatan untuk mengantisipasi situasi darurat.

 

Selain pengamanan arus mudik dan wisata, Kapolri mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi terorisme dan tindak kejahatan lainnya. Wilayah rawan bencana seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga diminta menyiapkan jalur alternatif serta memberikan imbauan kepada masyarakat secara masif.

 

“Aparat harus menguasai tahapan penanganan mulai dari pra-bencana, saat bencana, hingga pasca-bencana dan pemulihan,” tegas Kapolri.

 

Ia menambahkan, kunci keberhasilan Operasi Ketupat 2026 terletak pada sinergitas seluruh unsur pemerintah dan stakeholder terkait. “Keberhasilan pengamanan ini adalah keberhasilan bersama. Sinergi yang kuat menjadi penentu utama,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB, Hamzah Gurnita, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pengamanan yang telah dirancang. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran operasi, terutama dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan distribusi barang berjalan lancar selama periode Lebaran.

 

Menurut Hamzah Gurnita, akan mendorong pengawasan intensif terhadap ketersediaan bahan pokok di pasar-pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan modern. Hal ini penting untuk mencegah lonjakan harga yang dapat membebani masyarakat menjelang Hari Raya.

 

“Pemerintah daerah diminta aktif memantau stabilitas harga kebutuhan pokok serta memastikan distribusi berjalan lancar. Jangan sampai ada kelangkaan atau permainan harga yang merugikan masyarakat,” ujar Hamzah.

 

Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antara DPRD, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan instansi vertikal agar seluruh aspek pengamanan dan pelayanan publik selama Lebaran dapat berjalan optimal.

 

Dengan kolaborasi lintas sektor yang solid, diharapkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Kabupaten Sukabumi dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang merayakan Idulfitri bersama keluarga.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


Post a Comment

أحدث أقدم