SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

PILIHAN EDITOR

LIHAT SEMUA →

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Senin, 26 Oktober 2026

Dramatis! Sopir Truk Terjepit 30 Menit Usai Terguling di Cisarakan Sukabumi, Damkarmat Palabuhanratu Evakuasi Sopir

 

Damkarmat Sukabumi Berjibaku Evakuasi Sopir Terjepit dalam Truk yang Terguling di Cisarakan. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi berhasil mengevakuasi seorang sopir truk yang terjepit di dalam kabin kendaraan akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Cisarakan, Desa Buniwangi, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Senin (26/10/2026).

Evakuasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Pemenuhan Pelayanan Dasar melalui operasi nonkebakaran, khususnya dalam penanganan penyelamatan korban kecelakaan lalu lintas.

Kecelakaan tunggal itu melibatkan sebuah truk pengangkut pupuk bernomor polisi T 8303 NM yang melaju dari arah Cikidang menuju Palabuhanratu. Kendaraan tersebut dilaporkan hilang kendali, menabrak tebing, kemudian terguling hingga melintang di tengah jalan.

Akibat kejadian tersebut, dua orang yang berada di dalam truk mengalami luka-luka. Salah seorang penumpang berhasil keluar dari kendaraan, sementara pengemudi terjebak di dalam kabin akibat kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan.

Proses evakuasi pengemudi berlangsung dramatis. Petugas DPKP Kabupaten Sukabumi bersama warga dan unsur terkait melakukan upaya penyelamatan untuk mengeluarkan korban dari dalam kabin yang ringsek.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, proses evakuasi sopir membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga korban berhasil dikeluarkan. Korban dilaporkan mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian wajah.

Kedua korban selanjutnya dibawa ke RSUD Palabuhanratu untuk mendapatkan penanganan medis. Salah satu pengendara melintas, Bedor (25), menuturkan bahwa kecelakaan terjadi secara tiba-tiba saat dirinya tengah melintas menggunakan sepeda motor.

"Saya mah pas nyampe di situ kira-kira 15 meter ya, ke TKP, saya langsung berhenti di situ," ujar Bedor kepada SMartnewsroom.com di lokasi kejadian.

Bedor menjelaskan, di dalam kabin truk terdapat dua orang. Satu penumpang berhasil keluar tak lama setelah kejadian, sedangkan pengemudi truk sempat terjepit badan kendaraan yang ringsek.

Proses evakuasi sopir berlangsung dramatis dan memakan waktu sekitar 30 menit dengan bantuan warga sekitar serta petugas di lapangan.

"Sopirnya terjepit cukup lama, ada sekitar 30 menit baru berhasil dievakuasi. Kondisi korban mengalami luka cukup serius, terutama di bagian wajah," jelasnya.

Melihat seringnya terjadi kecelakaan di jalur rawan tersebut, Iis mengimbau para sopir kendaraan besar yang membawa muatan berat agar lebih ekstra waspada saat melintasi tanjakan maupun turunan Cisarakan.

"Saya minta kepada pemilik perusahaan dan para sopir armada box seperti ini untuk lebih memperhatikan kondisi jalan. Jangan memacu kendaraan terlalu kencang dan harus ekstra hati-hati," imbaunya.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Komunikasi Penyelamatan DPKP Kabupaten Sukabumi, Tatang Sutarman, yang akrab disapa Tangsoet, membenarkan adanya penanganan evakuasi korban terjepit dalam kecelakaan tersebut.

“Keterlibatan petugas Damkarmat dalam kejadian ini menjadi bagian dari pelayanan penyelamatan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan teknis untuk mengeluarkan korban dari kendaraan yang mengalami kerusakan berat,” ujar Tangsoet.

Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi, Ipda Wangsit Edhi Wibowo, membenarkan kecelakaan yang terjadi di ruas jalan provinsi tersebut. Personel kepolisian telah diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Untuk memperlancar proses evakuasi kendaraan, arus lalu lintas dari arah Palabuhanratu menuju Cikidang sementara dialihkan melalui jalur alternatif. Polisi masih mendalami kronologi dan penyebab kecelakaan.

Ipda Wangsit Edhi Wibowo mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan besar yang membawa muatan berat, agar meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalur Cisarakan yang memiliki medan tanjakan dan turunan.

Ia berharap para pengemudi tidak memacu kendaraan secara berlebihan serta selalu memperhatikan kondisi jalan demi mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian saat berkendara, terutama di jalur rawan kecelakaan. Selain itu, kesiapsiagaan petugas penyelamatan dalam menangani kondisi darurat menjadi salah satu aspek penting untuk membantu korban memperoleh pertolongan secepat mungkin.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

Hamzah Gurnita Tampung Keluhan BPJS Warga Cisolok dan Cikakak, Mobil Siaga Disiapkan

 

Smartnewsroom.com | SUKABUMI - Persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan menjadi salah satu keluhan utama masyarakat dalam kegiatan reses ketiga anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hamzah Gurnita, di Desa Cisolok, Kecamatan Cisolok, Senin (26/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, puluhan warga dari Kecamatan Cisolok dan Cikakak menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari tunggakan dan denda BPJS Kesehatan hingga kesulitan memperoleh akses pelayanan medis ketika membutuhkan pengobatan.

Aspirasi tersebut menjadi perhatian Hamzah. Ia menilai, persoalan jaminan kesehatan perlu mendapat penanganan serius karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Menurut Hamzah, sejumlah warga mengeluhkan beban administrasi kepesertaan, termasuk denda dan tunggakan yang dinilai menyulitkan mereka ketika hendak mengakses layanan kesehatan. Kondisi ini, kata dia, perlu dievaluasi agar masyarakat tidak semakin terbebani saat membutuhkan pertolongan medis.

“Banyak masukan dan keluhan dari masyarakat, paling utama terkait kesehatan hari ini terkait BPJS. Saya berharap apa yang diinginkan masyarakat akan saya tampung dan saya bawa ke DPRD untuk disuarakan di sana. BPJS ini terlalu krusial. Banyak masalah yang hari ini harus dibenahi,” kata Hamzah.

Ia menegaskan, persoalan administrasi tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepastian dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Karena itu, diperlukan kejelasan mengenai mekanisme bantuan bagi warga kurang mampu, termasuk prosedur yang harus ditempuh ketika menghadapi kendala kepesertaan.

Hamzah juga mendorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk memastikan bahwa warga yang mengalami kesulitan ekonomi tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Ini uang rakyat, yang berobat juga rakyat,” tegasnya.

Selain persoalan tunggakan dan denda, Hamzah turut menyoroti kemampuan anggaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam membiayai peserta BPJS Kesehatan melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Ia menyampaikan, berdasarkan perkiraan yang dipaparkannya dalam kegiatan reses, kebutuhan pembiayaan mencakup sekitar 420.000 jiwa. Sementara itu, kemampuan pemerintah daerah diperkirakan baru menjangkau sekitar 210.000 jiwa.

Hamzah juga mengungkapkan bahwa ketersediaan anggaran untuk pembiayaan tersebut masih menjadi persoalan, terlebih dengan kondisi Dana Bagi Hasil (DBH) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang disebutnya belum tersedia.

“Pemkab itu dari 420.000 jiwa yang harus dibayar ke BPJS, kemungkinan Pemkab hanya mampu BPJS PBI, kemungkinan hanya mampu membayar 210.000 jiwa. Dan uangnya pun ini masih belum ada. Hari ini DBH kita pun zero dari provinsi,” ungkapnya.

Menurut Hamzah, kondisi tersebut membutuhkan kejelasan dan tindak lanjut dari pihak terkait agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian mengenai jaminan kesehatan yang dapat mereka akses.

Ia juga meminta adanya penjelasan konkret terkait pernyataan Gubernur Jawa Barat mengenai kemudahan masyarakat untuk berobat ke mana saja. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu didukung petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang jelas sehingga dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

“Saya berharap Pak Gubernur bisa memberikan jawaban yang konkret dan tidak mengambang untuk masyarakat Jawa Barat, khususnya warga Kabupaten Sukabumi,” ujarnya.

Hamzah turut menyoroti persoalan denda dan tunggakan yang dinilai perlu ditangani secara tepat. Ia meminta agar mekanisme penagihan dan administrasi kepesertaan memberikan kejelasan kepada masyarakat, termasuk terkait tagihan yang masih muncul atas peserta yang telah meninggal dunia.

Berbagai persoalan tersebut, lanjutnya, akan dihimpun dan dibawa ke DPRD Kabupaten Sukabumi untuk disampaikan kepada pimpinan serta ditindaklanjuti sesuai dengan kewenangan yang berlaku.

Baginya, reses bukan sekadar agenda pertemuan antara wakil rakyat dan masyarakat, melainkan kesempatan untuk mendengar langsung persoalan yang membutuhkan perhatian pemerintah.

Selain masalah kesehatan, warga juga menyampaikan kebutuhan lain, di antaranya bantuan perbaikan rumah rusak berat atau rumah tidak layak huni serta dukungan biaya pendidikan bagi anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Sebagai salah satu upaya membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan, Hamzah menyatakan telah menyiapkan mobil siaga bagi warga Kecamatan Cisolok dan Cikakak.

Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan transportasi untuk berobat, terutama ketika menghadapi kondisi mendesak dan kesulitan mendapatkan kendaraan menuju fasilitas kesehatan.

Hamzah juga mengingatkan pentingnya peran pemerintah desa dalam merespons berbagai persoalan warganya. Menurutnya, pelayanan di tingkat desa harus mampu menjangkau masyarakat yang membutuhkan bantuan, khususnya mereka yang menghadapi keterbatasan ekonomi.

Ia berharap seluruh aspirasi yang disampaikan dalam reses dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak terkait, sehingga persoalan yang dihadapi masyarakat tidak berhenti sebatas catatan pertemuan.

“Persoalan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat tidak cukup hanya dicatat dalam agenda pertemuan. Aspirasi tersebut harus diperjuangkan melalui langkah konkret, termasuk mendorong perbaikan kebijakan dan memastikan warga yang membutuhkan mendapatkan akses pelayanan yang layak,” tandasnya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

Dramatis! Sopir Truk Terjepit 30 Menit Usai Terguling di Cisarakan Sukabumi, Damkarmat Palabuhanratu Evakuasi Sopir

  Damkarmat Sukabumi Berjibaku Evakuasi Sopir Terjepit dalam Truk yang Terguling di Cisarakan. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). SMartn...

Smart NewsRoom

Informasi

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables