SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →
Tampilkan postingan dengan label Dedi Mulyadi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dedi Mulyadi. Tampilkan semua postingan

Senin, 03 Agustus 2026

KDM Dorong Penataan Kampung Adat Ciptamulya, Camat Cisolok Pastikan Pemulihan Tetap Jaga Pelestarian Adat Budaya

 

Camat Cisolok Dampingi Penyintas Ciptamulya Temui Gubernur Jabar. Foto: Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Purwakarta – Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mendampingi Tokoh Adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik, bersama perwakilan masyarakat penyintas kebakaran menemui Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), di Gedung Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (1/8/2026).

 

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kecamatan Cisolok dalam mengawal proses percepatan pemulihan pascakebakaran yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pemulihan kawasan terdampak tidak hanya berorientasi pada pembangunan kembali rumah-rumah yang terbakar, tetapi juga harus disertai penataan kawasan permukiman adat agar lebih tertib tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Rombongan penyintas yang berjumlah 52 orang dipimpin langsung oleh Abah Hendrik. Turut mendampingi Kepala Desa Sirnaresmi Iwan Riswandi atau Jaro Iwan, serta Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq sebagai representasi Pemerintah Kecamatan Cisolok.

 

Dalam dialog bersama Jaro Iwan, Kang Dedi Mulyadi mencontohkan keberhasilan penataan permukiman korban bencana longsor di Kabupaten Sukabumi yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya sehingga kawasan tersebut menjadi lebih tertata, aman, dan tetap mempertahankan karakter rumah adatnya.

 

Selain pembangunan fisik, Kang Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya menjaga identitas budaya masyarakat adat.

 

“Seluruh proses rehabilitasi tidak menghilangkan tradisi khas Kasepuhan yang selama ini menjadi warisan leluhur,” ujar Kang Dedi Mulyadi.

 

Kang Dedi Mulyadi mengingatkan agar generasi muda tetap mempelajari berbagai tradisi adat seperti ngaseuk (tradisi menanam padi) hingga nutu atau menumbuk padi secara tradisional sebagai bagian dari jati diri masyarakat Kasepuhan.

 

Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq menyampaikan Pemerintah Kecamatan Cisolok siap mendukung seluruh kebijakan pemerintah dalam proses rehabilitasi dan penataan kawasan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya.

 

Menurut Okih Pazri Assidiq, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi, pemerintah desa, tokoh adat, serta seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan dengan baik tanpa menghilangkan nilai sejarah dan budaya yang dimiliki Kasepuhan Ciptamulya.

 

"Pemerintah Kecamatan Cisolok akan terus mengawal proses pemulihan ini agar berjalan sesuai harapan masyarakat. Penataan kawasan diharapkan mampu meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi identitas Kasepuhan Ciptamulya," ujar Okih.

 

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan proses rehabilitasi dan penataan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya dapat segera direalisasikan secara bertahap dengan tetap mengedepankan aspirasi masyarakat adat sebagai bagian penting dalam pembangunan kawasan.

 

Penulis: Fikri Fauzi

Editor: Mia

Redaktur: RHF


Minggu, 02 Agustus 2026

Temui Penyintas Kebakaran Ciptamulya, Kdm Tekankan Kawasan Adat Juga Ditata Tanpa Kehilangan Jati Diri Budaya

 

Temui Penyintas Kebakaran Ciptamulya, KDM Minta Pemulihan Disertai Penataan Kawasan Adat. Foto: Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), menegaskan bahwa proses pemulihan pascakebakaran di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, tidak boleh hanya berfokus pada pembangunan kembali rumah-rumah yang hangus terbakar.

 

Menurut Kang Dedi Mulyadi, proses rehabilitasi harus dibarengi dengan penataan kawasan permukiman agar lebih tertib, nyaman, dan aman, tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang selama ini menjadi identitas masyarakat adat Kasepuhan Ciptamulya.

 

Hal tersebut disampaikan Kang Dedi Mulyadi saat menerima 52 perwakilan penyintas kebakaran di Gedung Sri Baduga, Kabupaten Purwakarta, Minggu (02/8/2026).

 

Rombongan penyintas dipimpin oleh tokoh adat Kasepuhan Ciptamulya, Abah Hendrik. Turut mendampingi Kepala Desa Sirnaresmi, Iwan Riswandi atau yang akrab disapa Jaro Iwan, serta Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq.

 

Dalam dialog bersama Jaro Iwan, Kang Dedi Mulyadi mencontohkan keberhasilan penataan permukiman korban bencana longsor di Kabupaten Sukabumi yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan untuk membangun kembali Kampung Adat Ciptamulya agar menjadi kawasan yang lebih tertata tanpa meninggalkan ciri khas budaya masyarakat adat.

 

"Ke iyeu na (rumah) ditataan. Kan pernah aya anu dibantu di Sukabumi anu longsor, terus dipindahkeun jadi alus kampungna. Disebutna Kampung KDM. Tah ieu ge (Ciptamulya) ditata sapertos kitu, Jaro," ujar Kang Dedi Mulyadi.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembangunan rumah-rumah adat pascakebakaran diharapkan menjadi bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh, bukan sekadar mengganti bangunan yang musnah akibat kebakaran.

 

Selain menyoroti aspek fisik permukiman, Kang Dedi Mulyadi juga memberikan perhatian besar terhadap pelestarian budaya masyarakat adat. Ia mengingatkan agar proses pembangunan tidak mengikis identitas budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

 

Menurutnya, generasi muda Kasepuhan Ciptamulya harus tetap mempelajari dan melestarikan berbagai tradisi leluhur, seperti ngaseuk atau tradisi menanam padi, hingga nutu, yakni menumbuk padi secara tradisional.

 

"Rek naon tarara nutu, nya diajar narutu ku sorangan. Mun teu bisa narutu, balik deui ka lembur, sangsara. Ari jelema mah kudu sagala siap sangsara, komo senang," tutur Kang Dedi Mulyadi.

 

Melalui pesan tersebut, KDM berharap proses pemulihan Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya tidak hanya menghasilkan lingkungan permukiman yang lebih baik, tetapi juga mampu menjaga keberlangsungan adat istiadat, budaya, serta nilai-nilai kehidupan masyarakat kasepuhan agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

 

Penulis: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Mia

Redaktur: RHF


Selasa, 04 November 2025

Bupati Sukabumi Tinjau Hasil Pembangunan Hunian Tetap, Penerima Manfaat Merawatnya Sebaik Mungkin

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Bupati Sukabumi H. Asep Japar tinjau hasil pembangunan hunian tetap (Huntap) dari Gubernur Jabar, Bupati Sukabumi dan Pemerintah Desa untuk para penyintas Bencana pergerakan tanah di kecamatan nyalindung.

 

Hal itu disampaikannya saat monitoring Huntap bagi warga Terdampak Bencana di Kp.Cireundeu  Desa Mekarsari Kecamatan Nyalindung, Senin (03/11/2025).

 

Dalam Sambutannya Bupati H. Asep Japar meminta kepada warga masyarakat yang mendapatkan bantuan Huntap baik dari Gubenur, Bupati dan Kepala Desa supaya bisa merawatnya dengan baik supaya kemanfaatannya terus dirasakan oleh masyarakat.

 

"Insya Allah kami terus berusaha supaya warga terdampak bisa terlayani dan terfasilitasi seluruhnya, dengan kolaborasi semua mudah mudahan lingkungannya terpelihara, kebersihan dan kesehatannya terjaga," ungkapnya.

 

Baca Juga: Berkas Perkara Korupsi Tersangka RE Diserahkan ke Kejati Gorontalo

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar berharap tempat tinggal tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin serta menjadi lingkungan hidup yang aman, nyaman dan Indah.

 

Baca Juga: Dari Posko ke Rumah Warga, Begini Cara Wabup Sukabumi Pastikan Bantuan Sampai Tepat Sasaran

 

Sebelumnya Kepala Desa Mekarsari H. Ilham Maulana mengatakan bahwa Hunian Tetap ini berasal dari bantuan dari Gubernur Jawa Barat sebanyak 20 Unit Rumah, dari Bupati Sukabumi 5 Unit, sementara dari pemerintahan desa sebanyak 3 Unit.

 

Pada kesempatan tersebut dilakukan juga Penyerahan SK NJOP oleh Bupati Sukabumi secara Simbolis kepada 3 Orang Warga penghuni huntap.

 

Reporter: Bedor

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables