SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Jumat, 15 Maret 2024

Festival Ramadhan 1445 H, Pemerintah Kabupaten Sukabumi Kerja Bareng Dengan Stasiun Televisi ANTV

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan berkolaborasi dengan ANTV untuk menggelar Festival Ramadhan di Alun-Alun Palabuhanratu. Event besar yang akan diselenggarakan pada 30 Maret 2024 ini, sekaligus nuzulul quran tingkat Kabupaten Sukabumi. Di mana, acara tersebut merupakan puncak dari Muhibah Ramadhan tingkat Kabupaten Sukabumi.

Berdasarkan data yang dihimpun, event tersebut akan dilaksanakan sehari semalam. Di mana, acara puncaknya akan ada tausyiah dari ustaz kondang nasional. Apalagi, event ini akan disiarkan secara langsung di ANTV. 

Selama acara berlangsung, terdapat berbagai aktivitas. Hal itu dimulai dengan tausyiah pagi, lomba keagamaan, bazar, dan berbagai event lainnya. 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman mengatakan, ini merupakan terobosan baru. Bahkan, dirinya meyakini kehadiran ustadz kondang ini menjadi daya tarik luar biasa bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi. 

"Kami selalu ingin mengundang ustadz ini, namun belum kesampaian. Semoga bersama ANTV, ustadz ini bisa benar benar hadir ke Sukabumi," ujarnya saat rapat pembahasan kolaborasi Pemkab Sukabumi dan ANTV di Pendopo, Jumat (15/03/2024).

Berkaitan hal tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman meminta semua pihak bisa turut bersama-sama menyukseskan kegiatan ini. Apalagi, dengan persiapan yang hanya beberapa hari ke depan. 

"Waktunya sekitar 15 hari lagi. Mari kita jaga kekompakan. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa berjalan lancar," ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman. 

Sementara itu, Perwakilan ANTV Bayu A Pramudio mengatakan, kegiatan ini tidak sekadar tauyiah. Namun diisi berbagai acara hiburan lannya. Akan tetapi, tetap bernuansa Islami. 

"Selain penceramah, ada juga sejumlah artis ibu kota yang akan hadir ke Kabupaten Sukabumi. Konsepnya banyak kegiatan. Termasuk ada bazar UMKM lokal setempat," ungkapnya. 

Maka dari itu, acara rencananya akan dimulai dari pukul 08.00 - 23.00 WIB. Acara tersebut dibagi menjadi dua sesi. Di mana, sesi pertama sekitar pukul 08.00-18.00 WIB acaranya off air. Sementara dari 20.30-23.00 WIB sesi on air. 

"Ini event besar. Kesenian dan kebudayaan Sukabumi pun direncanakan tampil di acara tersebut," tutup Perwakilan ANTV Bayu A Pramudio. (Mu'ammar Khadafi).

Polres Sukabumi Berhasil Sita Sabu Seharga 1 Miliar Dan Ribuan Obat Terlarang Serta Amankan Pelakunya

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Sat Narkoba Polres Sukabumi berhasil menangkap para pelaku utama, di antaranya seorang yang ditangkap dengan barang bukti sabu senilai 1 miliar rupiah, Jumat (15/03/2024).

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menjelaskan, dari tujuh kasus yang berhasil diungkap, empat di antaranya terkait dengan peredaran narkotika dan tiga lainnya terkait obat keras terbatas (OKT), Barang bukti yang berhasil kami amankan cukup besar, termasuk sabu seberat 819,62 gram dan ganja seberat 330,48 gram, serta ribuan butir obat terlarang," imbuhnya.

"Kami dengan berhasil menangkap 7 tersangka terkait kasus ini dalam kurun waktu satu bulan terakhir," ujar Kapolres Sukabumi AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

"Modus operandi yang mereka gunakan bervariasi, mulai dari menempelkan barang hingga sistem pertemuan," tambah Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menjelaskan, pasal yang di persangkakan kepada para tersangka tindak pidana Narkotika yaitu Pasal 114 dan atau Pasal 112 Dan atau Pasal 111 Undang-undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika, dengan hukuman ancaman penjara minimal 4 tahun dan maksimal seumur hidup.

"Pasal yang di persangkakan kepada para tersangka tindak pidana Obat Keras Terbatas yaitu Pasal 435 Jo Pasal 138 ayat (2) dan ayat (3) Dan atau Pasal 436 Jo Pasal 145 ayat (1) Undang Undang RI Nomor 17 tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan hukuman ancaman penjara Paling lama 12 Tahun," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkotika dan obat terlarang di wilayah Kabupaten Sukabumi.

"Kami akan terus melakukan upaya-upaya pencegahan dan penindakan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dan dimanapun kamu bersembunyi, kami akan tangkap," tutup AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro. (Muhammad Fikri Fauzi).

Satgas Yonif 310/KK Terangi Pedalaman Papua Dengan Teknologi SPEL, APDAL dan IRAS

SMARTnewsroom.com,Pegunungan Bintang - Kondisi malam di pedalaman Papua kini berbeda dari malam sebelumnya, yang dulu gelap gulita kini menjadi terang, Pos Serambakon Satgas Yonif 310/KK pasang instalasi listrik dengan menggunakan teknologi SPEL (Stasiun Pengisian Energi Listrik), APDAL (Alat Penyimpan Daya Listrik) dan IRAS (Instalasi Rumah Arus Searah) di Kampung Seramkatop, Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Jum'at (15/03/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

APDAL ini terdiri dari dua alat utama yaitu APDAL dan IRAS. APDAL adalah sejenis baterai yang digunakan untuk menyimpan energi listrik dengan kapasitas 500 Wh yang nantinya akan disambungkan dengan IRAS (Instalasi Rumah Arus Searah).

IRAS terdiri dari 3 buah lampu LED dan 1 MCB, sedangkan pada APDAL juga disediakan stop kontak yang dapat digunakan untuk menyalakan peralatan elektronik.

Untuk mengisi daya di APDAL, Satgas Yonif 310/KK serta dibantu teknisi membangun Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) yang bertempat di halaman Pos Serambakon, bertujuan agar mudah terpantau dalam perawatan dan pemeliharaannya.

"Kami bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT. PLN demi terwujudnya program ini," ujar Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Dalam pelaksanaannya, pemasangan instalasi listrik ini dilakukan personil Satgas Yonif 310/KK dipimpin Danpos Letda Inf Iyan Afandi dibantu oleh teknisi dengan berkeliling kampung dari rumah ke rumah.

"Pemasangan instalasi listrik ini memang belum 100 %, masih ada beberapa rumah warga yang belum terpasang, akan tetapi kami berupaya semaksimal mungkin dalam pelaksaannya sehingga rumah-rumah warga segera mendapatkan pasokan listrik," tambah Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Sementara itu, Lorens Nindana (53) selaku Ondoafi (Kepala Adat) mengucapkan terima kasihnya kepada personil Satgas Yonif 310/KK yang sangat peduli akan kesulitan yang dialami warga dikampungnya.

"Saya mewakili warga sangat berterima kasih dengan pemasangan listrik ini. Anak-anak pasti akan senang, mereka tidak akan kesulitan untuk belajar dimalam hari, jalan-jalan kampung sekarang menjadi terang," ungkap Lorens Nindana. (Muhammad Fikri Fauzi).

Otentifikasi : Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Kamis, 14 Maret 2024

Satgas Yonif 310/KK Bersama Warga Lakukan Karya Bakti Peduli Kebersihan Lingkungan Gereja

SMARTnewsroom.com,Kabupaten Keerom - Dalam rangka menciptakan wilayah asri dan bersih, khususnya di lingkungan Gereja, Pos Yuruf Satgas Yonif 310/KK bersama warga lakukan karya bakti pembersihan lingkungan Gereja Katolik Paroki Santa Maria Bunda Allah di Kampung Yuruf 2, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Kamis (14/03/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Diungkapkan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, pembersihan ini bertujuan agar lingkungan sekitar Gereja terlihat lebih asri dan bersih. Terlebih saat ini sudah banyak rumput tinggi yang sudah tidak enak di pandang mata.


"Kegiatan ini bukan yang pertama kali dilakukan, melainkan dalam setiap kesempatan selalu membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar," ujar Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Lanjut dikatakan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, ini juga untuk mempererat hubungan tali silaturahmi antara warga. Melalui kegiatan ini kita mendorong dan memotivasi warga agar selalu peduli terhadap kebersihan lingkungan, terlebih personil Satgas akan selalu siap membantu mengatasi setiap kesulitan yang ada di masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, karya bakti pembersihan lingkungan gereja ini dipimpin oleh Danpos Yuruf Letda Inf Agus Waluyo. Lebih kurang 30 orang terlibat dalam kegiatan ini.


"Selain melaksanakan tugas pokok menjaga stabilitas keamanan di perbatasan, kami pun siap membantu masyarakat sekitar sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat dapat tercipta dengan baik," tambah Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.


Sementara itu, Bapak Pastor Yap Ulipi, OSA (40) mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan dedikasinya Satgas Yonif 310/KK yang sudah melaksanakan karya bakti sebagai bentuk kepedulian akan kebersihan gereja sehingga gereja sekarang terlihat lebih bersih, rapi dan nyaman.


"Saya mengucapkan terima kasih kepada TNI dari Pos Yuruf atas bantuan tenaga dan perhatiannya dengan menjaga kebersihan lingkungan gereja, saya dan warga juga bisa lebih nyaman dalam melaksanakan kegiatan ibadah," ucap Pastor Yap Ulipi, OSA. (Muhammad Fikri Fauzi).


Otentifikasi: Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Rabu, 13 Maret 2024

Pungutan Liar (pungli) di Sukabumi, Buruh Di Minta Rp 7 Juta Biar Dapat Pekerjaan

SMARTnewsroom.com - Isu Pungutan Liar (Pungli) untuk tenaga kerja di Kabupaten Sukabumi terus bergulir, selain para calo dan pelaku penipuan, praktik haram itu disebut melibatkan oknum orang dalam perusahaan, termasuk Tenaga Kerja Asing (TKA).


Namun menurut informasi dari sumber yang diterima SMARTnewsroom.com, oknum TKA yang bermain dalam pungli tenaga kerja itu kini sudah dipulangkan. Entah karena modusnya diketahui atau memang sudah tidak lagi bekerja di perusahaan.


"Kalau oknum-oknumnya, ada juga dulu TKA 'main' juga. Tapi sudah pulang si TKA itu. Kalau sekarang enggak tahu TKA masih main atau enggak. Dulu ada yang minta pegawai baru ya ke saya, katanya mungkin di kampung saya ada yang masih mau kerja, si misternya ini katanya minta sekian, dulu itu buat perempuan Rp 5 juta, untuk laki--laki Rp 8 juta," cerita C, salah seorang buruh yang mengaku pernah menjadi korban pungutan liar (pungli) tenaga kerja kepada SMARTnewsroom.com, Selasa (12/3/2024).


Menurut C, para oknum orang dalam tersebut memainkan perannya secara berjenjang, jabatan mereka mulai dari operator sampai supervisor hingga preman di lingkungan pabrik. Bahkan pernah ada menurut C perekrutan besar-besaran per orang dimintai uang Rp 2,5 juta.


"Karena mungkin banyak yang mau kerja, jadi banyak peminat. Oknum ini minta dp Rp 2,5 juta tiap satu orang. Uang itu mengalir kemana-mana, oknum A, B, C nah saat sampai si oknum C uangnya mandek enggak disetor entah mungkin ke atasan lagi atau bagaimana. Akhirnya yang kena pengawas saya waktu itu, harus ganti uang sampai Rp 60 juta ke pelamar yang gagal kerja, sementara tiga oknum tadi itu kabur," ujar C.


C menyebut alur pungutan liar (pungli) di Kabupaten Sukabumi untuk tenaga kerja berlangsung secara masif dan terstruktur. Menurutnya statemen dari Disnakertrans Sukabumi soal melakukan pembinaan kepada HRD saja tidaklah cukup karena aksi pungli dilakukan berjenjang.


"Level operator sampai HRD, oknum personalia, oknum serikat pekerja, preman-preman di depan juga banyak yang punya akses langsung ke oknum yang berpengaruh di dalam perusahaan," ujar C.


Pungutan liar (pungli) juga diceritakan C tidak hanya sebatas di perekrutan tenaga kerja, di tahun-tahun awal terjadinya COVID-19 terjadi PHK besar-besaran oleh sejumlah pabrik. Saat PHK pertama tidak ada oknum yang memanfaatkan uang pesangon. di gelombang kedua PHK para oknum ini ikut bermain di pesangon.


"Zaman Covid ada PHK besar-besaran, putaran pertama enggak dimanfaatkan oknum. Putaran kedua mulai ada celah pungli lagi, mereka yang mau mendapatkan pesangon PHK harus siap memberikan uang Rp 5 juta. Yang masa kerja 6 tahun ke atas rata-rata dapat Rp 40 juta, kalau yang 10 tahun kira-kira Rp 70 juta. Yang ingin di-PHK harus mengeluarkan uang Rp 5 Juta, oknum minta Rp 5 juta bahkan ada pekerja yang sampai didatangi ke rumahnya sama oknum untuk uang segitu," ujarnya.


Pengalaman serupa juga diceritakan R, ia ditawari masuk di salah satu pabrik di Kabupaten Sukabumi. Perempuan berusia 22 tahun asal Warungkiara itu mengaku dimintai uang sebesar Rp 7 juta oleh seorang kenalannya yang sudah lebih dulu bekerja di pabrik tersebut.


"Ia saya dimintai Rp 7 juta, katanya uang itu untuk dibagikan ke beberapa orang dalam, dipastikan bisa bekerja enggak ribet. Saat itu saya nolak, tapi teman saya yang lain jalanin berikan uang akhirnya lolos," cerita R.


Sementara itu, Ketua Saber Pungli Kabupaten Sukabumi Kompol Rizka Fadhila, mengaku akan menindaklanjuti informasi soal pungli tersebut.


"Siap, informasi akan kami tindak lanjuti. Kami akan koordinasi dengan Disnaker untuk menindaklanjuti aduan masyarakat tersebut," tutup Ketua Saber Pungli Kabupaten Sukabumi Kompol Rizka Fadhila. (Dor).

HEBOH Dugaan Pungutan Liar Di GSI Sukabumi, Warganet Serang Akun Disnakertrans, Kadis Merespons Begini

SMARTnewsroom.com - Akun Facebook Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diserang netizen.


Komentar itu meramaikan unggahan lowongan pekerjaan (loker) PT Glostar Indonesia (GSI), Jalan Pelabuhan II, Cikembar.


Netizen menyebutkan adanya dugaan pungutan liar (pungli) bagi para pencari kerja (pencaker) yang melamar ke PT GSI.


Dalam kolom komentar di unggahan Disnakertrans, netizen menyebut dugaan pungli ada yang mencapai jutaan rupiah.


"Pura-pura tak tahu pungli, atau pura-pura tak paham pungli wkkss," tulis komentar akun @Muhammad Riz***.


"TIDAK DIPUNGUT BIAYA APAPUN pas ker ngalamar mh,, tos katarima mh nya APAL MEREUN lain sulap aslina tijaman lalaki asup 3.5 jt tika ayeuna 12 jt.. emang ngeri2 sedap gawe k GSI mh.. teu nu cimangkok teu nu dicikembar," komentar akun @Mamoru***


Netizen pun ada yang menyebutkan Disnakertrans diduga terlibat dalam dugaan pungli di PT GSI.


Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani, membantah Disnakertrans terlibat dalam dugaan Pungutan Liar (pungli) itu.


"Siapa yang minta uang itu, harus bisa membuktikan, jangan sampai jadi fitnah. Nggak ada, dapat dari mana?" ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani via telepon, Senin (11/3/2024) lalu.


Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani menjelaskan, loker PT GSI yang diumumkan Disnakertrans itu karena GSI mengirimkan pengumuman loker di Silent Center Disnakertrans.


"GSI itu kan kita sudah punya Silent Center, jadi GSI mengumumkan lokernya di Silent Center. Bukan berarti Disnaker menerima bagian dari GSI karena ada buruh yang diterima," ujar Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani.


Ia pun meminta para pencari kerja (pencake) yang mempunyai bukti dugaan pungli itu untuk segera melaporkan ke Disnakertrans atau ke aparat penegak hukum.


"Jadi intinya jangan menduga-duga, bisa jadi fitnah, kalau berbicara hukum kan bicara bukti," tutup Kepala Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Usman Jaelani. (Sep).

Unggah Info Loker, Disnaker Sukabumi Disentil Netizen Soal Pungutan Liar

SMARTnewsroom.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sukabumi kena sentil warganet saat mengunggah lowongan kerja di akun media sosial mereka.

Dilihat SMARTnewsroom.com, ada dua unggahan yang mendapat banyak komentar dari warganet. Mereka ramai-ramai mengeluh soal adanya pungutan liar (pungli) di sejumlah perusahaan, warganet juga menyebut sejumlah angka hingga belasan juta rupiah.

"Rekan naker, info terbaru loker hari ini dari PT Glostar Indonesia (GSI), silahkan melamar sesuai prosedur yang diberikan perusahaan," tulis akun Facebook Disnakertrans Sukabumi, dilihat SMARTnewsroom.com, Senin (11/3/2024) lalu.

Unggahan itu menyertakan sederet posisi atau penempatan yang dibutuhkan. Yang menarik, sejumlah komentar malah menyentil soal pungli dan sogokan.

"Mending usaha daripada keur nyogok biaya adm mah," tulis akun Rks*****.

"Tetep we pengalaman mah eleh na ku duit 15juta karak katarima (tetap pengalaman kalah oleh uang 15 juta baru keterima)," tulis akun Riv*****.

Banyak yang memberikan komentar seputar adanya pungli tersebut, namun sejauh ini belum ada satupun sentilan itu dijawab oleh admin pengelola Facebook tersebut.

Disnakertrans Buka Suara

Dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Tedi Sunandar, Kabid PTK (Penempatan Tenaga Kerja) pada Disnakertrans mengatakan pihaknya akan mengkonfirmasi hal itu ke pihak perusahaan.

"Saya mau konfirmasi dulu ke perusahaan, dan staf yang menangani khusus loker. Kami belum menerima informasi itu," kata Tedi Sunandar, Kabid PTK (Penempatan Tenaga Kerja).

Persoalan pungli dikatakan Tedi Sunandar harus sesegera mungkin diberantas, pihaknya memiliki pengawas ketenagakerjaan untuk mengawasi hal itu, namun tetap harus berkoordinasi dengan pihak lain salah satunya Saber Pungli

"Itu kan sebenarnya tidak boleh berbayar harus diberantas, ada pengawas ketenagakerjaan sebenarnya sebelum mereka pindah. Kan sekarang ditarik ke propinsi pengawasnya sebelumnya di Disnaker kabupaten, mungkin bisa bersama sama memberantas itu tapi karena kami di Disnaker harus koordinasi dengan dinas instansi yang lain terutama Saber Pungli. Meskipun masih baru saya juga ingin itu sering dengar adanya pungli itu. Adanya pungli tapi susah diberantas, nanti kita bicarakan dengan pimpinan kami," ujar Tedi Sunandar.

Banyak pihak menilai, adanya Pungli untuk calon tenaga kerja justru malah membuat para pelamar mengurungkan niat dengan alasan harus menyiapkan sejumlah uang sebagai syarat agar bisa diterima.

"Kemarin juga kami sudah bicarakan, kalau begini terus laporkan saja ke Saber Pungli. Kalau kita Disnaker sendiri memberantas kan susah, pernah juga mengobrol dengan teman, ternyata mereka yang memberikan uang, dalam artian nyogok, pas ditanya dia enggak mengaku, padahal kan bisa sebagai alat bukti untuk memberantas itu, biar pelaku bisa ditangkap, eh pengakuannya enggak," ungkap Tedi Sunandar.

Menurut Tedi Sunandar, mereka yang mengetahui adanya Pungli justru enggan memberikan keterangan. Hal inilah yang kemudian membuat sulitnya Disnaker mengungkap praktik haram tersebut.

"Ke depan mungkin kita jalan langsung, keterbukaan naker ya ketika ada yang meminta uang. Kuncinya begitu kalau ada petugas yang menanyakan harus ada laporan. Kalau pencari kerjanya berani terbuka saya bayar segini bisa diberantas. Entah mereka takut atau enak kerja di perusahaan tersebut jadi enggak mengaku. itu menurut teman saya ya , cerita teman saya," pungkas Tedi. (Sep).
Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables