SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Senin, 21 Oktober 2024

Dua Kelompok Pelajar SMK Di Kota Sukabumi Terlibat Tawuran Di Kawasan Lapangan Merdeka Satu Diantaranya Diamankan Warga

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Dua kelompok Pelajar Sekolah Menengah kejuruan (SMK), terlibat tawuran dikawasan Lapangan Merdeka, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin siang, pukul 13:00 WIB.

 

Kedua kelempok pelajar saling serang menggunakan berbagai jenis senjata tumpul maupum tajam.

 

Rahman (40), warga yang berada sekitar Lapangan Merdeka, melihat kedua pelajar saling memancing, lalu terjadi saling serang.

 

"Kalau dilihat seragamnya, keduanya kelompok pelajar dari SMK Pasundan dan SMK Siliwangi, saling serang, "Kata Rahman kepada SMartnewsroom.com.

 

Baca Juga: Inilah Profil Mayor Teddy: Dari Ajudan Prabowo Kini Jadi Sekretaris Kabinet Merah Putih

 

Menurut Rahman, kelompok pelajar saling serang, terlihat menggunakan senjata tajam.

 

"Wah, awalnya memancing pakai tangan kosong, tahu-tahunya, mereka bawa senjata tajam. Enggak lama dibubarkan sejumlah pemuda yang tengah nongrong sekitar tawuran," ujar Rahman.

 

Baca Juga: Gedung SDN Puncak Tugu Kecamatan Pabuaran Ambruk Akibat Di Terpa Hujan Deras Dan Atap Keropos

 

Akibat ini, Rahman menyebutkan sejumlah warga dan pemuda geram, lalu membubarkan tawuran. Seorang pelajar diamankan berikut sejumlah senjata tajam, sempat jadi bulan-bulanan warga.

 

"Warga disini merasa resah, langsung bubarkan tawuran. Warga sebagian kejar anak sekolah. Satu orang kena (diringkus) sama warga, langsung dibawa di Polisi (Polresta Sukabumi) sama Sat Pol PP," ujarnya.

 

Baca Juga: Generasi Muda Pramuka Untuk Harapan Masa Depan Bangsa Dan Negara

 

Dari pantauan lokasi, seorang pelajar diamankan warga berikut barang bukti dua senjata tajam jenis clurit dan pedang, satu bila ger, sempat jadi bulan-bulan warga. Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi dari Kepolisian. (Asep Gunawan).

 

Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi

Generasi Muda Pramuka Untuk Harapan Masa Depan Bangsa Dan Negara

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Pramuka, atau Praja Muda Karana, adalah gerakan pendidikan nonformal yang memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Sejak berdirinya, gerakan Pramuka telah menjadi wadah yang strategis untuk mencetak pemuda-pemudi yang tangguh, berjiwa nasionalis, dan siap menjadi penerus bangsa.

 

Melalui berbagai kegiatan yang mengedepankan disiplin, kebersamaan, serta nilai-nilai kebangsaan, Pramuka mampu menumbuhkan semangat cinta tanah air pada generasi muda. Salah satu satuan karya (Saka) yang menonjol dalam pembentukan karakter pemuda adalah Saka Wira Kartika.

 

Saka Wira Kartika adalah salah satu satuan karya Pramuka yang memiliki fokus pada pembinaan dan pelatihan di bidang pertahanan negara. Satuan ini didirikan oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) dengan tujuan untuk memberikan pendidikan kebangsaan serta pembekalan keterampilan di bidang keperwiraan kepada para anggotanya. Berdirinya Saka Wira Kartika menjadi langkah konkrit TNI dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga memiliki semangat bela negara, Senin (21/10/2024).

 

Sejarah pembentukan Saka Wira Kartika tidak terlepas dari kebutuhan akan pemuda yang siap menjaga kedaulatan bangsa dan negara, serta mengemban nilai-nilai luhur perjuangan. Anggota Saka Wira Kartika dibekali pengetahuan tentang dasar-dasar militer, seperti navigasi darat, survival, hingga keterampilan teknis lainnya yang dapat menunjang kecintaan mereka pada tanah air dan semangat kebangsaan. 

 

Salah satu tujuan utama dari Saka Wira Kartika adalah membentuk karakter anggota Pramuka yang kuat, berintegritas, dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas. Pembinaan yang dilakukan meliputi pelatihan fisik, mental, dan spiritual yang secara komprehensif menanamkan nilai-nilai cinta tanah air, disiplin, serta tanggung jawab social.

 

Melalui kegiatan-kegiatan tersebut, anggota Saka Wira Kartika dibekali pemahaman yang mendalam mengenai sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pentingnya menjaga persatuan, serta tanggung jawab untuk mempertahankan kemerdekaan. Keterlibatan dalam kegiatan ini membentuk pola pikir yang kritis dan tanggap terhadap perkembangan negara, serta kesadaran akan peran strategis mereka sebagai generasi penerus bangsa. 

 

Kegiatan yang dilaksanakan oleh Saka Wira Kartika tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mengutamakan pembentukan mental yang tangguh. Melalui latihan-latihan yang menantang, seperti pelatihan ketangkasan dan survival, para anggota dilatih untuk memiliki mental yang kuat dalam menghadapi berbagai situasi sulit. Kekuatan mental ini menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi tantangan di masa depan, baik sebagai pemimpin bangsa maupun sebagai individu yang berperan aktif dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.

 

Dengan mental yang kuat, anggota Pramuka Saka Wira Kartika diharapkan mampu mengambil keputusan yang bijak, bertindak dengan penuh tanggung jawab, serta memiliki daya juang yang tinggi dalam setiap aspek kehidupan.

 

Salah satu nilai fundamental yang diajarkan dalam Pramuka adalah kebersamaan. Melalui berbagai kegiatan, seperti perkemahan, latihan kelompok, dan kegiatan sosial, anggota Saka Wira Kartika diajarkan untuk bekerja sama dan saling mendukung dalam satu tim. Nilai kebersamaan ini sangat penting dalam membentuk generasi yang menghargai perbedaan, menghormati satu sama lain, serta memahami pentingnya gotong royong dalam mencapai tujuan bersama. 

 

Kebersamaan ini juga memperkuat persaudaraan di antara anggota Pramuka, tanpa memandang latar belakang suku, agama, atau status sosial. Hal ini sejalan dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, yang menjadi landasan hidup bermasyarakat di Indonesia.

 

Pramuka Saka Wira Kartika juga menanamkan jiwa sosial yang tinggi pada anggotanya. Kegiatan-kegiatan sosial, seperti bakti sosial, gotong royong, dan kegiatan kemasyarakatan lainnya, menjadi bagian penting dalam pembinaan Pramuka. Para anggota diajarkan untuk peka terhadap kondisi masyarakat sekitar, serta aktif berpartisipasi dalam membantu mereka yang membutuhkan. 

 

Dengan jiwa sosial yang kuat, anggota Pramuka menjadi agen perubahan yang mampu membawa pengaruh positif di tengah-tengah masyarakat. Mereka diajarkan untuk tidak hanya mementingkan diri sendiri, tetapi juga berkontribusi secara aktif dalam menciptakan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat luas.

 

Seluruh pembinaan dan pendidikan yang dilakukan dalam Saka Wira Kartika memiliki satu tujuan utama, yaitu mencetak pemuda-pemudi Indonesia yang cinta tanah air. Cinta tanah air tidak hanya diwujudkan dalam bentuk semangat bela negara, tetapi juga melalui pengabdian kepada bangsa dan negara dalam berbagai bidang. Dengan bekal nilai-nilai kebangsaan, kebersamaan, dan jiwa sosial, anggota Pramuka Saka Wira Kartika diharapkan menjadi generasi penerus yang mampu menjaga kedaulatan negara dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

 

Pramuka, khususnya Saka Wira Kartika, adalah harapan masa depan bangsa. Melalui pembinaan yang terstruktur, generasi muda dilatih untuk menjadi pribadi yang kuat secara mental, disiplin, dan memiliki wawasan kebangsaan yang luas. Dengan semangat kebersamaan dan jiwa sosial yang tinggi, anggota Pramuka siap menjadi pemuda-pemudi yang cinta tanah air dan berkomitmen untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Gerakan Pramuka menjadi pilar penting dalam mencetak generasi penerus yang siap menghadapi tantangan zaman, serta menjaga dan memajukan bangsa Indonesia. (Asep Gunawan).

 

Sumber Foto: Humas Dokumentasi Kodim 0622/Kab. Sukabumi.

Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi

Gedung SDN Puncak Tugu Kecamatan Pabuaran Ambruk Akibat Di Terpa Hujan Deras Dan Atap Keropos

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Akibat kondisi atap bahan bangunan gedung ruangan kelas 3 Sekolah Dasar Negeri (SDN) Puncak Tugu, Kampung Puncak Tugu, Desa Pabuaran, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Senin 14 Oktober 2024 lalu, ambruk. Untuk waktu dan jadwal kegiatan belajar mengajar terpaksa digilir.

Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi mengatakan, gedung sekolah tersebut, dibangun pada pada tahun 2011, sebagaian bangunannya terbuat dari material berbahan kayu dan atap genteng, sejak seminggu sebelum kejadian, terlihat alami keropos dan terancam ambruk.

"Karena bahan bangunannya sudah lapuk bisa merubuhkan sekolah ini, seminggu sebelum ambruk, saya sudah pindahkan dengan buat berita acara. Anak-anak (para siswa) tersebut tidak (boleh menempati ruangan) ke kelas. Ketika hari Senin tanggal 14 Oktober 2024, Jam 05:30 WIB, tiba-tiba ambruk karena kayu-kayunya sangat keropos sekali dimakam rayap-rayap dan kemakan waktu sangat lama dan pada hari itu tidak ada satupun siswa dan guru berada ditempat. Dan saya sudah evakuasi barang-barang sisa ambruk dikeluarkan, dan buku-bukunya dievakuasi ditempatkan yang lebih aman di ruang kelas 2, "Kata Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi kepada SMartnewsroom.com," Senin (21/10/2024).

Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi menjelaskan, selain bahan bangunan sebagian keropos disebab usia bangunan, juga disebabkan hujan dan cuaca buruk penyebab atap sekolah ambruk.

"Yang ambruk ini kelas 3, penyebabnya adalah bahan bangunannya sudah keropos dan hujan besar karena tidak kuat menahan beban genting yang sangat berat, maka kelas 3 ini ambruk," ujar Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi.

Adapun jumlah siswa diruangan kelas 3, Dedi menyebutkan, sebanyak 28. Sementara proses belajar mengajar, terpaksa gunakan kelas lain.

"Proses belajar sekarang untuk sementara kelas 3 ditempatkan dikelas 2, dan untuk kelas 1 dan kelas 2, dibagi waktu belajar. Kelas 1 bagian pagi, kelas 2 bagian Siang," tambah Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi.

Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi mengaku, pasca kejadian, pihaknya telah melapor ke Dinas terkait dan sejumlah instansi terkait mengenai kondisi keruskan gedung SDN Puncak Tugu.

"Saya sudah tiga kali buat berita acara untuk dilaporkan dinas terkait, PGRI, kemudian ke Kecamatan, P2BK. Saya berharap kepada pihak dinas, agar segerah bertindak karena ini sangat penting untuk pembelajaran jangan sampai di pagi siangkan, jadi kami mohon kepada pihak dinas segerah menyurvey lokasi ini, agar dilaksanakan perehabatan atau apapun untuk mengatasi pembelajaran di SD Puncak Tugu ini," ujar Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi.

"Kerugian yang kami taksir karena ini ambruk semua sekitar 100 jutaan, karena semua kayu-kayu tidak bisa terpakai. Ruangan lain tidak ada merembet. Dinyatakan kelas lain aman," tutup Kepala SDN Puncak Tugu, Dedi Setiadi. (Muhammad Fikri Fauzi).

Redaktur: R. Hamza Fauzi

Inilah Profil Mayor Teddy: Dari Ajudan Prabowo Kini Jadi Sekretaris Kabinet Merah Putih

 

SMartnewsroom.com, JAKARTA || Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto resmi menunjuk Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet Merah Putih periode 2024-2029.

 

Pengumuman Mayor Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet diumumkan Prabowo didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming di Istana Merdeka, pada Minggu (20/10/2024) malam.

 

Nama Teddy Indra Wijaya diketahui mulai semakin dikenal publik ketika mengawal Prabowo sebagai Menteri Pertahanan dan maju sebagai salah satu kontestan dalam Pilpres 2024.

 

Teddy Indra Wijaya juga sempat menjadi sorotan publik lantaran ikut memakai pakaian yang sama seperti pendukung pasangan Prabowo-Gibran saat debat perdana Pilpres 2024 pada 12 Desember lalu.

 

Kapuspen TNI saat itu, Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan kehadiran Teddy Indra Wijaya dalam acara itu karena melekat mengikuti agenda Prabowo.

 

Baca Juga: Sah! Prabowo-Gibran Resmi Jadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029

 

Kapuspen TNI saat itu, Laksamana Muda Julius Widjojono menyebut Teddy tidak mewakili institusi TNI dan kehadirannya dinilai bukan karena kepentingan pribadi.

 

"Dia hanya ajudan yang mengikuti kegiatan Menhan. Tidak mewakili institusi TNI atau kepentingan pribadi. Ajudan melekat ikut kegiatan Menhan," kata Kapuspen TNI saat itu, Laksamana Muda Julius Widjojono lewat pesan singkat, Senin (21/10/2024).

 

Baca Juga: Inilah Nama-nama Menteri Susunan Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran

 

Merujuk sejumlah sumber, Teddy Indra Wijaya tercatat sebagai lulusan dari SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Militer dan lulus pada 2011.

 

Kiprahnya kemudian dimulai saat menyandang pangkat Letnan Satu dan terpilih dalam seleksi untuk menjadi asisten ajudan Presiden Jokowi. Dalam keterangan resmi TNI, Teddy dipercaya menjadi asisten ajudan Presiden Jokowi pada 2014 hingga 2019.

 

Setahun berselang, dikutip dari situs resmi TNI AD, Teddy yang saat itu berpangkat Kapten berhasil meraih tab ranger. Lewat capaian tersebut, Teddy meraih kualifikasi sebagai Pasukan Elite US Army Ranger.

 

Atase Militer Darat RI untuk Amerika Serikat saat itu, Kolonel Hendri mengatakan Ranger School merupakan program sekolah pasukan paling elite di Angkatan Darat AS untuk menghasilkan lulusan US Army Ranger bagi Resimen Ranger ke-75.

 

Dalam Ranger School yang diikuti Teddy, terdapat setidaknya 412 siswa US Army dan 6 siswa negara asing yang berasal dari Jerman, Ukraina, Indonesia, Arab Saudi, Kanada, Belanda.

 

Mereka dites meliputi kemampuan individual dalam fisik, navigasi darat, Ranger Tactical Test yang diuji dalam tahap RAP Week, serta penilaian Leadership in Patrol, Peer evaluation

 

"Siswa yang tidak memenuhi standar akan langsung didrop/dikeluarkan pada setiap harinya, recycle atau mengulang tahap sebelumnya, ataupun mengulang dari hari pertama yaitu Day 0," kata Hendri saat itu.

 

Perwira TNI AD lainnya yang berhasil lulus Ranger School seperti Teddy ini di antaranya Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Letjen (Purn) Hotmangaraja Panjaitan, Letjen (Purn) Nugroho Widyatomo, Letjen (Purn) Syaiful Rizal, serta beberapa perwira muda lain.

 

Pada tahun yang sama, Teddy yang saat itu ditempatkan dalam satuan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ditunjuk sebagai ajudan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto.

 

Terakhir, Teddy sempat mendapat promosi jabatan sebagai Wakil Komandan Batalyon Infantri (Wadanyonif) Para Rider 328/Dirgahayu yang tertuang dalam Keputusan KSAD nomor 137/II/2024 tanggal 24 Februari 2024. (Muhammad Iqbal Fauzi).

 

Redaktur: R. Muhammad Fikri Fauzi

Inilah Nama-nama Menteri Susunan Kabinet Merah Putih Pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran

SMartnewsroom.com, JAKARTA || - Malam ini pasca dilantik Presiden Prabowo Subianto umumkan kabinet pemerintahan Prabowo - Gibran.

Susunan kabinet pemerintahan Prabowo- Gibran dinamai Kabinet Merah Putih, pengumuman dilangsungkan malam ini di Istana Kepresidenan, Minggu (20/10/2024) malam.

Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka umumkan susunan Kabinet Merah Putih.

"Dengan kesepakatan para ketua umum koalisi, kami kami beri nama kabinet ini Kabinet Merah Putih," ujar Presiden Prabowo Subianto, sebelum sebut satu persatu jajaran kabinetnya, Senin (21/10/2024).

Berikut ini adalah susunan Kabinet Merah Putih Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka,

-Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan : Budi Gunawan
-Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan : Yusril Ihza Mahendra
-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian : Airlangga Hartarto
-Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan : Pratikno
-Menteri Kordinator infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan : Agus Harimurti Yudhoyono

-Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat: Muhaimin Iskandar
-Menteri Koordinator Bidang Pangan : Zulkifli Hasan
-Menteri Sekretaris Negara : Prasetyo Hadi
-Menteri Dalam Negeri: Tito Karnavian
-Menteri Luar Negeri : Sugiono
-Menteri Pertahanan : Sjafrie Sjamsoeddin
-Menteri Agama : Nasaruddin Umar
-Menteri Hukum : Supratman Andi Agtas
-Menteri HAM : Natalius Pigai
-Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan : Agus Andrianto
-Menteri Keuangan : Sri Mulyani
-Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah : Abdul Mu'ti
-Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi : Satryo Soemantri Brojonegoro
-Menteri Kebudayaan : Fadli Zon
-Menteri Kesehatan : Budi Gunadi Sadikin
-Menteri Sosial : Saifullah Yusuf
-Menteri Ketenagakerjaan : Yassierli
-Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia : Abdul Kadir Karding
-Menteri Perindustrian : Agus Gumiwang Kartasasmita
-Menteri Perdagangan : Budi Santoso
-Menteri ESDM : Bahlil Lahadalia
-Menteri Pekerjaan Umum : Dody Hanggodo
-Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman : Maruarar Sirait
-Menteri Desa : Yandri Susanto
-Menteri Transmigrasi dan Percepatan Kawasan Timur Indonesia : M Iftitah Sulaiman
-Menteri Perhubungan : Dody Purwagandhi
-Menteri Komunikasi dan Digital : Meutya Hafid
-Menteri Pertanian : Andi Amran Sulaiman
-Menteri Kehutanan: Raja Juli Antoni
-Menteri Kelautan dan Perikanan : Sakti Wahyu Trenggono
-Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN : Nusron Wahid
-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas : Rachmat Pambudy
-Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi : Rini Widyantini
-Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) : Erick Thohir
-Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga : Wihaji
-Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup : Hanif Faisol Nurofiq
-Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal : Rosan Roeslani
-Menteri Koperasi : Budi Arie Setiadi
-Menteri UMKM : Maman Abdurrahman
-Menteri Pariwisata : Widianti Putri
-Menteri Ekonomi Kreatif : Teuku Riefky Harsya
-Menteri Pemuda dan Olahraga : Ario Bimo Nandito Ariotedjo
-Jaksa Agung : Sanitiar Burhanuddin
-Badan Intelijen Negara : Muhammad Herindra
-Kepala Staf Kepresidenan : AM Putranto
-Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan : Hasan Nasbi
-Sekretaris Kabinet : Teddy Indra Wijaya

Meski jajaran Menteri dan Kabinet Merah Putih ini telah mengikuti pembekalan di Hambalang Bogor beberapa waktu lalu, namun setelah pelantikan kabinet malam ini rencana mereka akan kembali mengikuti pembekalan di Akmil, Magelang, Jawa Tengah.

Pembekalan jajaran Kabinet Merah Putih Prabowo - Gibran ini rencananya akan dilaksanakan pada 23 hingga 27 Oktober 2024 mendatang. (Muhammad Fikri Fauzi).

Redaktur: R. Hamza Fauzi
Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables