SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Kamis, 06 Maret 2025

Paripurna DPRD, Bupati Sukabumi Sampaikan Pentingnya Produk Hukum Daerah Sebagai Instrumen Kebijakan

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sukabumi menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian Keputusan DPRD terhadap Hasil Penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Produk Hukum Daerah serta penyampaian laporan reses pertama tahun 2025. Rapar berlangsung di ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (06/03/2025).

 

Rapat tersebut dihadiri oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Sekretaris Daerah, jajaran Forkopimda, Forkopimcam, serta tamu undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan pentingnya produk hukum daerah sebagai instrumen kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa produk hukum daerah harus dibentuk berdasarkan kaidah pembentukan peraturan perundang-undangan agar dapat diberlakukan secara efektif di masyarakat serta memberikan kepastian hukum.

 

"Produk hukum daerah dalam pembentukannya harus berpedoman kepada ketentuan, metode, dan standar yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," ujar Asep Japar dalam rapat tersebut.

 

Baca Juga: Banjir Kota Bekasi, Ruas Jalan Kemang Pratama Raya Amblas Bak Ketiban Meteor

 

Lebih lanjut, Bupati menjelaskan bahwa Raperda ini disusun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan kualitas produk hukum daerah yang baik serta dilaksanakan dengan metode yang pasti, baku, dan terstandarisasi.

 

"Oleh karenanya, agar proses produk hukum ini berjalan secara tertib, terencana, terpadu, dan terkoordinasi, maka dipandang perlu adanya peraturan daerah tentang produk hukum daerah demi mewujudkan regulasi yang baik dan ideal," tambahnya.

 

Baca Juga: Jakarta Dan Kota Bekasi Dikepung Banjir, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

 

Bupati berharap agar produk hukum daerah ini dapat menjadi panduan teknis bagi pihak-pihak yang ingin membentuk peraturan atau norma yuridis yang berhubungan dengan kepentingan sektoral, unit kerja, kerja sama, atau bidang lain yang selaras dengan program pembangunan di Kabupaten Sukabumi.

 

"Semoga Raperda ini menjadi dasar hukum dalam penyusunan dan pembentukan produk hukum daerah yang memberikan kepastian hukum sesuai dengan kewenangan, kebutuhan, kemampuan, dan potensi daerah. Dengan demikian, strategi pembangunan di Kabupaten Sukabumi ke depan dapat terwujud dengan lebih baik," tutupnya. (Anugerah).

 

Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi


Selasa, 04 Maret 2025

Banjir Kota Bekasi, Ruas Jalan Kemang Pratama Raya Amblas Bak Ketiban Meteor

 

SMartnewsroom.com, KOTA BEKASI || Jalan Kemang Pratama Raya, Kota Bekasi hancur akibat banjir yang menerjang wilayah Kota Bekasi, Selasa (04/03/2025). Adapun tepat di jalan yang rusak itu di bawahnya merupakan aliran Kali Bekasi.


Nampak bedasarkan video yang diterima, ruas jalan itu amblas membentuk lubang besar yang menghabiskan satu ruas jalan. Rembesan air kali Bekasi pun tampak membanjiri lubang tersebut.


Kanit Lantas Polsek Rawalumbu Kota Bekasi, AKP Suradi mengatakan, jalan yang amblas itu merupakan jembatan penghubung dari Pekayon menuju Kemang Pratama. Saat ini arus lalu lintas di TKP sementara ditutup.


“Lalu lintas saya tutup total sebelum jembatan, saya tutup total yang mengarah ke Kemang Pratama. Dialihkan baik kalau dari Pekayon kita luruskan lewat Jatiasih. Kalau yang dari Jatiasih kita luruskan mengarah ke Pekayon,” ujar Kanit Lantas Polsek Rawalumbu Kota Bekasi, AKP Suradi saat dihubungi SMartnewsroom.com.


Kanit Lantas Polsek Rawalumbu Kota Bekasi, AKP Suradi mengatakan, jalan yang amblas itu kondisinya cukup parah dan berpotensi membuat seluruh ruas jalan itu ambruk.


“Setelah jembatan persis itu ambrol sudah separuh lebih, sudah retak tinggal ambruk semua,” ucapnya. 


AKP Suradi menyebut, amblasnya jalan di wilayah tersebut akibat tergerus debit air di Kali Bekasi yang cukup tinggi dan berlangsung lebih dari satu hari. 


“Kayaknya tergerus aliran sungai, soalnya itu sudah enggak bisa dilewatin. Itu kan dua lajur, itu satu lajur lebih sudah nggak berani dilewatin itu,” tandasnya. (Bedor). 


Redaktur: Muhammad Iqbal Fauzi

Jakarta Dan Kota Bekasi Dikepung Banjir, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca

 

SMartnewsroom.com, JAKARTA || Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) mulai hari ini, Selasa (04/03/2025).


Modifikasi cuaca dilakukan sebagai langkah antisipasi banjir dahsyat kembali menerjang Jabodetabek. Sebab, wilayah tersebut diprediksi masih berpotensi dilanda hujan dengan intesitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.


"Saat ini kita mulai dari tanggal 4 sampai 8 Maret mengingat prediksi curah hujan masih cukup tinggi," kata Kepala BNPB Suharyanto saat konferensi pers terkait penanganan banjir di wilayah Jabodetabek. 


Operasi modifikasi cuaca akan dilakukan dengan menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B, nomor registrasi PK-SNP. Pesawat tersebut akan membawa bahan baku berupa garam (NaCl) untuk disemai di langit Jabodetabek.


"Prakiraan cuaca juga menunjukkan masih berpotensi terjadi curah hujan tinggi pada pertengahan Maret 2025. Kita akan dukung dengan OMC untuk mengurangi intensitas hujan di sekitar Jawa Barat," ujar Kepala BNPB Suharyanto.


Rencananya, operasi ini akan berlangsung dalam tiga sorti. Pertama dimulai pukul 15.00 hingga 17.00 WIB, dilanjutkan sorti kedua pukul 17.30 hingga 19.30 WIB dan sorti terakhir pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.


Adapun, penyemaian satu ton NaCL setiap sortinya akan dilakukan pada ketinggian 8.000 – 11.000 kaki. Suharyanto berharap operasi modifikasi cuaca ini dapat mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek.


"BNPB bersama instansi terkait yang melakukan OMC ini berharap dapat mengalihkan potensi hujan di wilayah Jabodetabek yang terdampak banjir ke area yang lebih aman. Di samping itu, OMC ini diharapkan dapat untuk menurunkan intensitas hujan dan dampak bencana yang lebih besar," ujarnya. 


Lebih lanjut, Kepala BNPB Suharyanto menegaskan, pemerintah pusat melalui BNPB berkomitmen untuk terus memprioritaskan keselamatan masyarakat dan melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam situasi tanggap darurat hingga transisi ke pemulihan. (Bedor). 


Redaktur: Muhammad Iqbal Fauzi

Update Titik Banjir Di Kota Bekasi, Kendaraan Masih Belum Bisa Lewat Alias Lumpuh

 

SMartnewsroom.com, KOTA BEKASI || Curah hujan deras sejak Senin malam (3/3/2025) menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Kota Bekasi.

 

BPBD Kota Bekasi mencatat terdapat 20 titik banjir yang tersebar di tujuh kecamatan, dengan ketinggian air yang bervariasi, bahkan ada yang mencapai 300 cm dan tidak bisa dilalui oleh kendaraan.

 

Sebagian besar warga yang terdampak banjir terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi aman yang disediakan di daerah sekitar.


"Banjir melanda di 20 titik dari 7 Kecamatan di Kota Bekasi, demikian dikutip dari data BPBD Kota Bekasi, Selasa (04/03/2025).

 

Banjir tersebut menggenangi wilayah-wilayah seperti Bekasi Timur, Bekasi Utara, Bekasi Selatan, Medan Satria, Jatiasih, Pondok Gede, dan Rawalumbu. Di Bekasi Utara, sekitar 47 Kepala Keluarga (KK) dengan 360 jiwa mengungsi di Mushola Jumiatur Khoir yang berada di Teluk Pucung. Sementara itu, di Bekasi Timur, sebanyak 100 KK atau 400 jiwa juga terpaksa mengungsi di rumah Bang Bray, Gg. Mawar, karena ketinggian air yang terus meningkat.

 

Wilayah Bekasi Selatan juga tak luput dari genangan banjir. Perumahan Bumi Satria Kencana dan beberapa perumahan lainnya terendam air dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 150 cm.

 

Baca Juga: Kota Bekasi Banjir, Mall hingga Rumah Sakit Dan Rumah Warga Di Kepung Banjir

 

Untuk mengatasi situasi ini, BPBD Kota Bekasi telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk PLN, untuk melakukan pemadaman listrik di sejumlah area demi keamanan warga dan kelancaran proses evakuasi.

 

Selain itu, tim BPBD juga aktif mengevakuasi warga yang berada di lokasi-lokasi terdampak dengan banjir cukup tinggi, serta melakukan penyisiran untuk memberikan bantuan dan memastikan keselamatan warga.

 

Berikut data lokasi terdampak banjir di Kota Bekasi:

 

1.       Kecamatan Bekasi Timur:

 

·         Gg. Mawar RT 8 RW 3 (tinggi muka air atau TMA ± 300 CM Pukul 07.00 WIB)

 

·         Gg. Semar RT 4 RW 4 TMA ± 70 CM; (air mulai masuk pukul 00.57 WIB)

 

·         Kp. Lengkak RT 04 RW 8 TMA ± 80 CM. (air mulai masuk pukul 02.27 WIB)

 

2.       Kecamatan Bekasi Utara:

 

·         Kp. Lebak, Kel. Teluk Pucung (TMA 180 cm di permukaan atas untuk permukaan bawah sekitar 210 Cm untuk listrik sdh di padamkan Pukul 06.01 WIB).

 

3.       Kecamatan Bekasi Selatan:

 

·         Perumahan Bumi Satria Kencana TMA ± 110 CM. (air mulai masuk pukul 01.48 WIB)

 

·         Perumahan Jaka Kencana TMA ± 300CM Pukul 07.00 WIB

 

·         Perumahan Depnaker TMA ± 150 CM. (air mulai masuk pukul pukul 04.10 WIB) Ketinggian muka air akan segera diperbarui.

 

 

4.       Kecamatan Medan Satria:

 

·         RT 1, 8 dan 9 RW 03 Kelurahan Kali Baru (TMA ± 100 cm, rumah terdampak 40KK). Air mulai masuk pukul 00.47 WIB

 

·         Tinggi muka air akan segera diperbarui.

5.       Kecamatan Jatiasih:

 

·         Bumi Nasio Indah TMA ± 120 CM; (air mulai masuk pukul 23.46 WIB);

 

·         Perum Jatiluhur TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 00.44 WIB);

·         Perum Graha Indah TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 01.24 WIB);

·         Perum Buana TMA ± 150 CM; (air mulai masuk pukul 01.24 WIB);

·         Perum Pondok Gede Permai TMA ± 300 CM. (air menggenang Pukul 00.10 WIB dan mulai limpas dari tanggul pukul 03.15 WIB);

·         Perumahan Villa Jati Rasa jl. Merpati blok c. 10/no.15 TMA ± 300 CM. (air menggenang pukul 04.29 WIB).

 

6.       Pondok Gede

 

·         Perumahan Taman Bougenville Fajar TMA ± 40 CM; (air mulai masuk pukul 00.26 WIB).

 

·         Komplek Dosen IKIP TMA ± 155 CM.). Air mulai masuk pukul 23.42 WIB.

 

·         Perum Jati Bening Permai TMA ± 50 CM. Air Mulai Masuk pukul 23.43 WIB.

 

7.       RawaLumbu

 

·         Perumahan Taman Narogong Indah TMA ± 40 CM; (Air mulai masuk pukul 00.30 WIB dan pukul 05.00 air sudah berangsur angsur surut)

 

·         Jembatan II Rawalumbu TMA ± 20 CM; (Air mulai masuk pukul 00.35 WIB - pukul 03.30 air sudah surut)

 

·         Kemang Pratama TMA ± 50 CM. (Air mulai masuk pukul 02.13 WIB)

 

 Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi


Kota Bekasi Banjir, Mall hingga Rumah Sakit Dan Rumah Warga Di Kepung Banjir

 

SMartnewsroom.com, KOTA BEKASI || Banjir membuat lumpuh wilayah Bekasi, Jawa Barat. Lewat video-video yang beredar di media sosial, warga merekam detik-detik banjir merendam Mall Mega Bekasi hingga Rumah Sakit (RS) di Bekasi Barat.

 

Dalam rekaman video di media sosial, sejumlah petugas rumah sakit tampak sedang sibuk membawa ember untuk mengeluarkan air yang sudah masuk ke dalam rumah sakit Mitra Bekasi Barat.

 

Tak hanya itu sejumlah perawat juga tampak sibuk memindahkan tempat tidur dan peralatan rumah sakit hingga menyerok air keluar rumah sakit.

 

Video lain merekam detik-detik air menerjang Mega Bekasi. Air yang masuk secara tiba-tiba membuat pengunjung mall dan para pedagang di lantas dasar panik.

 

Para pengunjung langsung menuju eskalator dan menaiki tangga. Sebagian ada yang bertahan di eskalator sambil merekam momen air menerjang masuk mal. Sementara para pedagang sibuk mengangkut barang-barang saat lantai dasar mall itu sudah terendam banjir.

 

Sambil teriak histeris orang yang berada di dalam mal tampak berlari-lari membawa barang-barang ke lantai atas mall dengan menaiki tangga eskalator.

 

Bahkan ada yang teriak agar warga tidak memaksa untuk menerjang banjir yang sudah mengepung lantai bawah mall.

 

"Awas bahaya," teriak salah seorang warga di dalam mall.

 

Saat dikonfirmasi Smarnewsroom.com, Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Dedi Herdiana membenarkan banjir yang merendam Mall Mega Bekasi.

 

"Info terakhir betul. Tapi saya belum cek. Tapi info terakhir dari lurah dan semuanya benar," kata Dedi saat dihubungi, Selasa (04/03/2025).

 

Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyebut menyebut kota pimpinannya lumpuh akibat bencana banjir yang melanda mayoritas wilayahnya hingga Selasa (04/03/2025) hari ini.

 

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menjelaskan delapan dari dua belas kecamatan yang berada di Kota Bekasi terdampak bencana hidrometeorologi ini.

 

"Dari 12 kecamatan, yang terdampak di Kota Bekasi itu delapan kecamatan. Dan hari ini Kota Bekasi lumpuh, sampai di jalan utama, termasuk kantor pemerintahan, itu sudah mulai masuk air, keluar, karena kemudian juga limpasannya sungguh luar biasa," kata Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam rapat koordinasi pengendalian banjir Jabodetabek secara daring. (Bedor).

 

Redaktur: Muhammad Iqbal Fauzi


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables