SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 03 Agustus 2025

Abdi Nagri Nganjang Ka Warga Hiburan Khas Jawa Barat Di Palabuhanratu

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menggelar program Abdi Nagri Nganjang Ka Warga edisi ke-18. Kali ini, kegiatan dilaksanakan di Lapangan Bola Petuguran, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, pada Sabtu Malam (02/08/2025).

 

Program yang diprakarsai langsung oleh Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui kunjungan langsung ke daerah-daerah.

 

Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, jajaran Forkopimda dan Forkopimcam. Hadir pula para pejabat dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

 

Nuansa budaya lokal turut mewarnai acara. Dimana, Berbagai kesenian tradisional khas Sukabumi ditampilkan untuk menghibur warga sekaligus memperkuat pelestarian budaya daerah. Sejumlah tokoh hiburan Jawa Barat seperti Kang Ohang, Wa Kancil, Ceu Popon, Teh Kanaya, dan Mang Ado sukses membawa kebagiaan masyarakat Palabuhanratu.

 

Gubernur Jawa Barat, H Dedi Mulyadi atau akrab di sapa kang dedi mulyadi, mengatakan pentingnya menjaga Palabuhanratu sebagai bagian dari identitas budaya dan ekologi Jawa Barat.

 

"Saya menangis. Palabuhanratu itu tempat bersandar, pusat kasih sayang, pusat peradaban. Kalau laut itu perempuan, gunung itu laki-laki. Di Palabuhanratu, semuanya menyatu: harapan, welas asih, dan kehidupan," ucapnya.

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan tiga poin penting sebagai syarat untuk memajukan sektor pariwisata kabupaten sukabumi, diantaranya masyarakat harus memiliki budaya, pemimpin harus memiliki daya, dan arah pembangunan harus berwibawa.

 

"Laut dan gunung itu ibarat ibu dan bapak kita. Jaga laut sebagaimana kita menjaga perempuan. Jangan biarkan Palabuhanratu kehilangan roh dan jati dirinya," tegasnya.

 

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengimbau masyarakat Sukabumi agar senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di daerahnya. Dengan begitu, ia berkomitmen akan membangun Sukabumi ke depan, terutama dalam hal penataan ruang dan pelestarian lingkungan.

 

Sementara itu, Bupati Sukabumi H. Asep Japar menyampaikan apresiasi atas perhatian Gubernur terhadap kabupaten sukabumi.

 

"Alhamdulillah, warga Sukabumi senang bisa bertemu langsung dengan Pak Gubernur. Program-program beliau sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bapak aing tea, bapak kita semua," ungkapnya.

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menambahkan bahwa berbagai program dari Pemprov maupun pemerintah pusat sangat mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Sukabumi.

 

"Kami sangat mendukung program-program yang dikucurkan oleh Pak Gubernur dan Pak Presiden di Kabupaten Sukabumi," tutupnya. (Muhammad Khadafi).

Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi


Rabu, 23 Juli 2025

Kasad Dan Gubernur Jawa Barat Resmikan Sistem Pengairan Di Ciracap Sukabumi

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Bupati Sukabumi H Asep Japar mendampingi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meresmikan sistem pengairan pertanian di Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Selasa (22/7/2025).

 

Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, menyampaikan bahwa irigasi baru tersebut akan mengairi lahan seluas 424 hektare yang selama ini hanya mengandalkan hujan. Menurutnya, dengan ketersediaan air yang stabil, panen petani bisa meningkat dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali per tahun.

 

"Proyek ini adalah bentuk komitmen kami dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami juga berdiskusi dengan Gubernur Jabar dan Bulog agar inisiatif ini menjadi percontohan bagi wilayah lain di Indonesia," jelasnya.

 

Kasad menjelaskan, tiga tahun terakhir, TNI AD telah membangun lebih dari 300 titik akses air bersih di Jabar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak termasuk dukungan CSR. Ke depan, kerja sama ini akan dipercepat, termasuk dalam pembangunan sarana pendidikan dasar di pedesaan.

 

Lebih lanjut Kasad menuturkan, Jawa Barat mendapat perhatian khusus dari TNI AD karena dukungan aktif dari pemerintah provinsi.

 

"Pak Gubernur adalah satu-satunya kepala daerah yang secara serius datang ke kami, berdiskusi dan mencari solusi nyata bagi masyarakat," ujarnya

 

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menargetkan bahwa seluruh sawah tadah hujan di Jawa Barat akan selesai ditangani dalam dua tahun ke depan. Ia menilai pertanian merupakan fondasi ekonomi daerah harus ditunjang dengan sistem pengairan yang memadai.

 

"Saya sudah meminta kepada Pak Kasad agar proyek serupa digarap di seluruh wilayah Jabar. Selain pengairan pertanian, kami juga menargetkan pembangunan 1000 titik air bersih untuk kebutuhan warga, terutama saat musim kemarau," terangnya.

 

Gubernur menambahkan, meskipun banyak wilayah di Jawa Barat menggunakan nama yang mengandung kata cai (air), faktanya masih banyak desa yang kesulitan air bersih.

 

"Ini ironi yang harus kita ubah," tutup Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. (Muhammad Fikri Fauzi).

 

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Jumat, 20 Juni 2025

Si Jago Merah Lalap Rumah Warga di Kp. Kebon Kopi Kec. Simpenan, Diduga Terjadi Arus Pendek Listrik

 

Kondisi rumah terbakar di Simpenan Sukabumi | Sumber Foto : (Muhammad Fikri Fauzi)

 

Smartnewsroom.com, SUKABUMI - Diduga adanya korsleting listrik dari salah satu rumah, satu unit rumah warga di Kp. Kebon Kopi, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi hangus terbakar.

 

Peristiwa kebakaran terjadi, Jum’at Malam, (20/06/2025) sekitar pukul 19.20 WIB, beruntung tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kebakaran tersebut, hanya saja pemilik rumah mengalami kerugian materi.

 

Wadanpos Sektor I Palabuhanratu, Wawan Setiawan mengatakan, berdasarkan dari personelnya, jajaran piket mendapat laporan adanya kebakaran sekitar pukul 19.20 WIB, setelah itu personel langsung meluncur ke TKP.

 

“Personel langsung menuju lokasi dengan 2 unit mobil pemadam kebakaran menuju TKP,” ujar Wadanpos Sektor I Palabuhanratu, Wawan Setiawan kepada Smartnewsroom.com.

 

Sesampainya dilokasi, kata Wadanpos Sektor I Palabuhanratu, Wawan Setiawan personel dibantu masyarakat sekitar melakukan upaya pemadaman api menggunakan 2 unit mobil damkar.

 

“Iya sekitar 49 menit, Api berhasil dapat dipadamkan,” jelasnya.

 

“Nah berdasarkan keterangan saksi -saksi di sekitar TKP didapat informasi bahwa kebakaran diduga berasal dari salah satu rumah merembet ke atap rumah tetangga” ujarnya.

 

"Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian di sekitar kurang lebih 150 juta," ujar Wadapos Sektor I Palabuhanratu, Wawan Setiawan.

 

Wadanpos Sektor I Palabuhanratu, Wawan Setiawan menghimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati hati saat mau berpergian matikan listrik agar tidak terjadi musibah kebakaran. (Muhammad Fikri Fauzi).

 

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah


Selasa, 17 Juni 2025

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tinjau Jalan Rusak Nyalindung-Sagaranten Sukabumi

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya turun gunung untuk mengecek kondisi jalan Provinsi Jawa Barat, tepatnya ruas Nyalindung – Sagaranten, tepatnya di Kampung Cisayar, RT 04/RW 08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi pada Senin (16/06/2025) pagi.


Berdasarkan informasi yang diperoleh Radar Sukabumi, terdapat beberapa titik ruas jalan Provinsi Nyalindung – Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, yang mengalami kerusakan parah. Bahkan sempat tidak bisa dilewati kendaraan, akibat diterjang bencana retakan tanah pada akhir tahun 2024 lalu.


Kemudian pasca kejadian, UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, pada Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, terkait melakukan pemeliharaan perbaikan jalan secara sementara agar biasa dilewati kendaraan, dan saat ini proses perbaikan jalan akan segera dilakukan dan saat ini masih dalam tahap perencanaan.


Untuk memastikan hal tersebut, Dedi Mulyadi cek kondisinya secara langsung ke lapangan. Dedi bersama rombongannya melihat dan merasakan langsung naik mobil di atas jalan rusak ruas Nyalindung – Sagaranten.


Melalui unggahan media sosial akun TikTok miliknya @kangdedimulyadi, Dedi Mulyadi langsung menghubungi kepala Dinas PU Provinsi Jawa Barat.


“Bapak kepala Dinas PU. Halo, itu jalan Jubleg – Sagaranten ada jalan longsor, katanya dulu ada longsor dibiarkan akhirnya longsor tambah pas setengah jalan,” ucap Dedi dikutip Radar Sukabumi pada unggahan media sosial akun TikTok miliknya @kangdedimulyadi.


Tak hanya itu, Gubernur Jawa Barat ini, pun meminta Kadis PU untuk melihat secara langsung, untuk proses rencana pengerjaan waktu dekat.


“Kalau nampak sekarang ikut menuju jalur Takokak Cianjur, lewatkan jalan jalur Sukabumi jalan Lingkar Selatan. Nanti dilihat, kerjakanlah dalam seminggu ini bisa selesai ya. Nanti jalannya kelewatan jalur Takokak,” bebernya.


Sewaktu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi melakukan komunikasi dengan Kadis PU Jawa Barat melalui telepon selulernya, bahwa Kadis PU Jawa Barat, telah menyanggupinya.


Selanjutnya Dedi pun melanjutkan perjalannya ke wilayah jalur Cianjur ruas Jalan Takokak dan bertemu Bupati Cianjur. 


“Ini saya lagi bersama dengan Bupati Cianjur ni, menyusuri jalan lintas Sukabumi – Cianjur, banyak daerah-daerah yang longsor sudah lama tidak ditangani dan saya sudah minta kepala PU untuk menyisir daerah ini seluruh kerusakan dan harus diperbaiki dalam satu bulan ini,” ujarnya, dalam akun tiktok milik Dedi Mulyadi.


“Pokoknya jalur Sukabumi, Cianjur sampai Garut, Pangandaran tahun depan harus terbangun dengan baik,” tandasnya.


Sementara itu, Kepala Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Muhammad Ilham Maulana Kodratullah kepada Radar Sukabumi mengatakan, kedatangan Gubernur Jawa Barat ke lokasi jalan rusak  di Kampung Cisayar, RT 04/R08, Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi ini, dimaksudkan untuk meninjau kondisi jalan provinsi yang terdampak bencana retakan tanah pada akhir tahun 2024 kemarin.


“Sambutan dari warga sangat antusias luar biasa, karena memang diharapkan masyarakat kedatangan Gubernur Jawa Barat ini, dapat mempercepat proses pembangunan,” jelasnya.


“Pak Dedi datang ke sini secara mendadak atau secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu,” ujarnya. Sukabumi local products.


Saat Gubernur Jawa Barat mendatangi kampung tersebut, Dedi Mulyadi telah berjanji kepada masyarakat untuk memberikan bantuan berupa pembangunan rumah sebanyak 17 unit bagi para penyintas bencana retakan tanah. 


“Semoga dapat terwujud. Namun, untuk sistem pembangunannya seperti apa, saya juga kurang tahu yah. Hanya saja, tadi memang beliau mempertanyakan lahan untuk pembangunan rumah 17 unit itu, untuk penyintas bencana,” bebernya.


Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah II Sukabumi, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, ST, mengatakan, pihaknya membenarkan perihal kedatangan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi ke lokasi jalan rusak yang terdampak bencana retakan tanah, tepatnya di ruas Jalan Nyalindung – Sagaranten tersebut.


“Iya, tadi pagi memang ada Pak Gubernur Jabar meninjau ke lokasi jalan Nyalindung-Sagaranten,” kata Andi.


Menurut Andi, pasca bencana alam yang memporak-porandakan wilayah Kabupaten Sukabumi yang terjadi pada 2024 lalu itu, pihaknya mengaku telah melakukan berbagai ragam kegiatan. Diantaranya, melakukan penebangan pohon di area  sekitar bahu jalan untuk pembuatan jalur baru. Ini dilakukan sebagai langkah antisipasi menghadapi arus mudik Lebaran Idul Fitri 2025 kemarin.


“Penebangan pohon di wilayah tersebut, dilakukan karena beberapa bagian jalur mengalami amblas akibat bencana retakan tanah, sehingga diperlukan pelebaran jalan agar lalu lintas dapat berjalan lancar di kedua arah,” ujarnya.


“Intinya, kami akan mengikuti semua arahan dari pimpinan. Terlebih lagi, Pak Gubernur tadi sudah komunikasi sama Pak Kepala. Insya Allah, perbaikan ruas jalan Nyalindung-Sagaranten, akan segera kami perbaiki, demi keamanan dan kenyamanan warga Sukabumi. Kami minta doanya semoga perbaikan berjalan lancar,” tutupnya.


Editor: Asep Gunawan

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables