SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Kamis, 11 Desember 2025

Perbaiki Sistem Air, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Pastikan Drainase Jalur Cicurug–Cidahu Berfungsi Optimal

 

Musim Hujan, PU Sukabumi Gerak Cepat Normalisasi Drainase Jalur Cicurug–Cidahu. Foto: Ist

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU Wilayah III Cicurug terus memperkuat sistem pemeliharaan infrastruktur jalan, salah satunya melalui kegiatan pemeliharaan drainase di ruas jalan Caringin – Cidahu. Langkah ini menjadi upaya penting untuk memastikan konstruksi jalan tetap kuat, aman, dan berfungsi optimal.

 

Kepala UPTD PU Wilayah III Cicurug, Asep Saepuloh, menjelaskan bahwa setiap infrastruktur jalan dirancang dengan perhitungan matang, mulai dari kekuatan tanah dasar hingga konstruksi permukaannya. Karena itu, keberadaan drainase menjadi bagian krusial dalam menjaga usia layanan jalan.

 

“Untuk memelihara kekuatan tersebut, salah satunya yaitu dengan membuat drainase jalan. Sehingga air hujan atau air buangan dari rumah tidak berada di badan jalan atau ruang milik jalan,” kata Asep, Kamis (11/12/2025).

 

Baca Juga: https://www.smartnewsroom.com/2025/12/petugas-damkar-ungkap-fenomena-ular.html 

 

Asep menjelaskan bahwa air merupakan faktor utama penyebab kerusakan jalan. Tanpa saluran pembuangan yang baik, air dapat meresap ke dalam struktur perkerasan, memicu retakan, pelapukan aspal, hingga penurunan badan jalan.

 

“Air harus dialirkan ke saluran pembuang yang bisa berbentuk saluran tanah, tembok, batu kali, atau beton. Itu tergantung hasil perhitungan teknis di lapangan,” jelasnya.

 

Baca Juga: Hari Bakti PU ke-80, Budi Azhar Pastikan Komitmen DPRD Dukung Peningkatan Infrastruktur

 

Dengan normalisasi drainase, jalan akan tetap berada dalam kondisi ideal, khususnya pada musim hujan ketika intensitas air meningkat.

 

Pemeliharaan drainase di wilayah Cidahu saat ini dilakukan sebagai bagian dari rencana berkelanjutan mempertahankan kualitas infrastruktur. Asep menegaskan bahwa tindakan ini bukan hanya untuk menjaga konstruksi, tetapi juga memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar dan aman.

 

“Normalisasi drainase tersebut dilakukan agar kondisi tanah di badan jalan tetap kuat dan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan,” tutup Asep.

 

Reporter: WH

Editor: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: RHF


Selasa, 09 Desember 2025

Petugas Damkar Ungkap Fenomena Ular Bermunculan, 22 Ekor Ditemukan Di Gorong-gorong

 

Damkar Palabuhanratu Evakuasi 22 Ular Sanca dari Gorong-Gorong Jalan Sudirman. Foto: Damkar Palabuhanratu.

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Warga di sepanjang Jalan Sudirman, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, mendadak heboh setelah menemukan puluhan anak ular sanca di dalam gorong-gorong tepatnya di depan Kantor Dinas Pariwisata, Selasa (9/12/2025) sekitar 17.30 WIB.

 

Penemuan itu bermula ketika Aul (19), melihat seekor biawak keluar dari gorong-gorong. Penasaran, ia lalu mendekat untuk memastikan, namun bukan hanya biawak yang muncul tapi juga puluhan ular.

 

"Awalnya ada biawak. Pas saya samperin, ada ular satu di atas. Begitu lihat ke bawah gorong-gorong, ternyata banyak banget. Saya langsung merinding," ungkap Aul dilokasi kepada SMartnewsroom.com, Selasa (09/12/2025).

 

Ia mengatakan ular-ular tersebut tampak masih kecil dan diperkirakan baru menetas. Setelah kejadian tersebut, warga berinisiatif melapor ke Pos Damkar Palabuhanratu.

 

"Saya kaget merinding juga, tadi sama warga lain melapor ke Damkar. Itu banyak sekali ularnya puluhan kayanya. Masih pada kecil kayanya baru menetas ularnya," kata Aul.

 

Menindaklanjuti laporan tersebut, empat petugas Pemadam Kebakaran Palabuhanratu langsung bergerak menuju lokasi. Wadanpos 1 Posko Damkar Palabuhanratu, Amirudinhaq, menyebut jumlah ular yang ditemukan jauh lebih banyak dari laporan awal.

 

"Awalnya saya kira hanya lima ekor seperti di video. Tapi setelah dicek langsung, ternyata ada 22 ekor," ujarnya.

 

Berdasarkan ukurannya, Amirudinhaq mengatakan jika ular-ular tersebut diperkirakan baru menetas. Ia juga menjelaskan bahwa musim hujan disebut menjadi salah satu faktor meningkatnya kemunculan ular.

 

"Kayaknya itu baru menetas, memang di musim hujan ini kita sering banyak laporan ular karena memang musim hujan waktunya memang jenis hewan ini banyak yang menetas atau berkeliaran di pemukiman demikian," terangnya.

 

Amirudinhaq juga menyebut masih ada potensi sisa anak ular. "Kemungkinan tadi saya lihat untuk jenis telurnya sudah menetas semua, kemungkinan masih ada sebagian," ucapnya.

 

Ia mengatakan bahwa jenis ular yang ditemukan merupakan ular sanca. Meski tidak berbisa, kata Amirudinhaq, gigitan ular ini tetap berbahaya.

 

"Untuk jenis ini ular sanca, tidak berbisa, cuman dia mempunyai gigi yang memang seperti gergaji mengarah kedalam, sangat berbahaya kalau menggigit," ujarnya.

 

Ia juga menghimbau kepada warga saat mengalami kejadian serupa tidak dianjurkan menangani ular sendirian tanpa keahlian. "Untuk masyarakat yang melihat ular berbisa maupun tidak berbisa jangan sekali kali mencoba kalau memang tidak tahu caranya, mending lapor saja ke pemadam atau memang yang sudah mengrtahui jenis ular itu untuk penanganannya," tambahnya.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: Mia


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables