SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Jumat, 22 Mei 2026

Tradisi Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Wujud Syukur dan Pelestarian Budaya Pesisir

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas Pimpin Langsung Arak-Arakan Budaya. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Palabuhanratu - Suasana meriah menyelimuti kawasan Alun-alun Gadobangkong, Palabuhanratu, pada puncak peringatan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66, Kamis (21/5/2026). Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti rangkaian tradisi budaya tahunan yang menjadi identitas masyarakat pesisir selatan Kabupaten Sukabumi.

 

Perayaan diawali dengan arak-arakan budaya dari Pendopo Palabuhanratu menuju Alun-alun Gadobangkong yang dipimpin langsung Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas dan unsur Forkopimda. Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, Muhammad Arfian.

 

Bupati Sukabumi H. Asep Japar menegaskan Hari Nelayan bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap keberlanjutan laut dan budaya masyarakat pesisir.

 

Menurutnya, pelestarian adat istiadat nelayan harus terus dijaga sebagai warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, spiritual, hingga potensi ekonomi melalui sektor pariwisata daerah.

 

“Tradisi Hari Nelayan ini merupakan kekayaan budaya masyarakat Sukabumi yang harus dijaga bersama. Selain menjadi daya tarik wisata, kegiatan ini juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Asep Japar juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan laut dan lingkungan pesisir dari berbagai bentuk pencemaran. Upaya tersebut dinilai penting demi menjaga keberlangsungan sumber daya perikanan serta memastikan hasil laut tetap dapat dinikmati generasi mendatang.

 

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Arfian menyampaikan Hari Nelayan menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas keberkahan hasil laut yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

 

Ia menilai, para nelayan memiliki peran besar dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat maritim Indonesia.

 

“Laut harus dijaga bersama agar tetap memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi masyarakat, khususnya para nelayan di masa sekarang maupun masa depan,” ungkapnya.

 

Ketua Panitia Hari Nelayan Palabuhanratu, Pepen Supendi, mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini merupakan bentuk penghormatan terhadap warisan budaya leluhur yang terus dipertahankan oleh masyarakat pesisir Palabuhanratu.

 

Ia pun mengapresiasi dukungan seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, sponsor, panitia, hingga masyarakat yang turut menjaga kelancaran dan kondusivitas acara.

 

Di sisi lain, Ketua HNSI Kabupaten Sukabumi melalui Koordinator Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Budaya, Nandang Herawan, mendorong adanya kolaborasi program pemerintah dengan nelayan lokal, salah satunya melalui pemanfaatan hasil tangkapan ikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi upaya strategis dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat di Kabupaten Sukabumi.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


Rabu, 20 Mei 2026

Momentum Harkitnas ke-118, Bupati Sukabumi Ajak Masyarakat Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara

 

Bupati Sukabumi Pimpin Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Palabuhanratu - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menggelar Upacara Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di Alun-alun Palabuhanratu, Rabu (20/05/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar, dengan Komandan Upacara IPDA Tri Yuda Rinaldy Ruslan dari Polres Sukabumi.

 

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dibacakan oleh H. Asep Japar, Meutya Viada Hafid menegaskan bahwa semangat kebangkitan nasional harus terus hidup dan mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

 

Menurutnya, Hari Kebangkitan Nasional yang berakar dari lahirnya Boedi Oetomo pada tahun 1908 menjadi simbol perubahan perjuangan bangsa Indonesia, dari perjuangan fisik menuju perjuangan melalui intelektual dan diplomasi.

 

“Semangat 1908 adalah tonggak di mana perjuangan bangsa mulai melampaui sekat-sekat kedaerahan demi kedaulatan yang bermartabat,” ujar Bupati saat membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

 

Ia menyebutkan bahwa tantangan bangsa saat ini telah bergeser. Jika dahulu perjuangan berfokus pada merebut kemerdekaan wilayah, kini Indonesia menghadapi tantangan baru dalam menjaga kedaulatan informasi dan ruang digital.

 

Tema Harkitnas tahun ini, “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, menjadi pengingat pentingnya perlindungan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media digital.

 

Pemerintah, lanjutnya, telah menjalankan sejumlah program strategis nasional guna memperkuat kualitas sumber daya manusia. Program tersebut meliputi Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, hingga layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat.

 

Di bidang ekonomi desa, pemerintah juga mendorong penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa. Program tersebut diharapkan mampu mempermudah akses masyarakat terhadap pupuk, permodalan, distribusi hasil panen, hingga kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

 

Selain itu, isu perlindungan anak di ruang digital turut menjadi perhatian utama pemerintah. Pemerintah telah memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak atau PP TUNAS.

 

Salah satu kebijakan yang mulai diterapkan sejak 28 Maret 2026 adalah penundaan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun terhadap platform digital berisiko tinggi.

 

“Kita ingin memastikan anak-anak sebagai tunas bangsa tumbuh di ruang digital yang sehat, aman, dan sesuai usia perkembangan mereka,” ujarnya.

 

Melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional, pemerintah juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari akademisi, praktisi, hingga generasi muda untuk kembali menyalakan semangat persatuan dan gotong royong sebagaimana dicontohkan Boedi Oetomo.

 

Menurutnya, kebangkitan nasional tidak hanya dimaknai sebagai peringatan sejarah, melainkan sebagai gerakan kolektif untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan pembangunan benar-benar dirasakan oleh seluruh masyarakat.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


Jumat, 15 Mei 2026

Cuaca Ekstrem Picu Pohon Tumbang di Cikakak, Damkar Turun Evakuasi Jalur Nasional

 

Damkar dan Petugas Gabungan Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Nasional Palabuhanratu. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Palabuhanratu - Akses jalan nasional yang menghubungkan Palabuhanratu dengan wilayah Banten sempat lumpuh total setelah sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan di wilayah Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/05/2026) malam.

 

Peristiwa terjadi usai hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut sejak sore hari. Pohon jenis ketapang dengan diameter besar roboh di sekitar kawasan Jaipong, dekat sebuah minimarket, dan melintang tepat di tengah jalur utama kendaraan.

 

Tidak hanya menutup akses lalu lintas, pohon tumbang juga menyeret tiang listrik hingga roboh. Kondisi itu membuat proses penanganan dilakukan dengan ekstra hati-hati karena dikhawatirkan masih terdapat aliran listrik aktif di sekitar lokasi.

 

Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan laporan diterima petugas sesaat setelah waktu Maghrib. Tim Damkar kemudian langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat.

 

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, personel langsung diterjunkan ke lokasi untuk membuka akses jalan yang tertutup pohon tumbang,” ujarnya.

 

Menurut Erwin, proses evakuasi cukup sulit karena ukuran batang pohon yang besar. Petugas harus menggunakan beberapa unit gergaji mesin untuk memotong batang dan ranting sebelum dipindahkan dari badan jalan.

 

“Diameter pohonnya cukup besar sehingga proses pembersihan membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.

 

Selain fokus membersihkan material pohon, petugas juga harus memastikan keamanan di sekitar tiang listrik yang roboh. Damkar berkoordinasi dengan pihak PLN guna melakukan pengamanan dan pemutusan sementara aliran listrik demi menghindari risiko membahayakan warga maupun petugas.

 

Penanganan di lapangan melibatkan unsur gabungan dari Damkar, BPBD, Tagana, serta aparat kepolisian setempat. Dua regu Damkar dengan delapan personel diterjunkan untuk mempercepat proses evakuasi.

 

Setelah beberapa jam penanganan, material pohon akhirnya berhasil disingkirkan dan jalur nasional kembali dapat dilalui kendaraan dari kedua arah.

 

“Syukur alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar berkat kerja sama semua unsur di lapangan, dan arus lalu lintas kini sudah kembali normal,” pungkas Erwin.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables