SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Jumat, 28 Agustus 2026

Dua Wilayah Sukabumi Terbakar, Damkar Sukabumi Masih Berjibaku Padamkan Api Hingga Malam

 

Damkar Sukabumi Berjibaku di Dua Lokasi Kebakaran, Api Masih Ditangani hingga Malam. Foto: Muhammad Fikri Fauzi.

SMartnewsroom.com, SUKABUMI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi masih berjibaku menangani kebakaran yang terjadi di dua lokasi berbeda, Kamis (27/8/2026) malam.

 

Kebakaran tersebut terjadi di Kecamatan Cikembar dan Kecamatan Gunungguruh. Kedua lokasi memiliki kondisi medan yang berbeda sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

 

Di Kecamatan Cikembar, kebakaran melanda tempat penampungan limbah kayu veneer di Kampung Pondokbitung, Desa Kertaraharja. Sementara di Kecamatan Gunungguruh, api membakar kawasan hutan dan lahan di lereng perbukitan Karang Gantung dan Karang Para.

 

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, petugas Damkar masih berada di lapangan. Selain melakukan pemadaman, personel juga melakukan penyekatan dan pemantauan untuk memastikan api tidak merembet ke area lain.

 

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi, Anita Mulyani, mengatakan penanganan kebakaran di Cikembar cukup menyulitkan petugas.

 

Tumpukan limbah kayu yang mudah terbakar membuat api dengan cepat menjalar. Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin juga membuat kobaran api sulit dikendalikan.

 

"Pak Kadis bahkan ikut berjibaku memadamkan api," kata Anita.

 

Baca Juga: Karhutla Sukabumi Capai 196,40 Hektare, Damkarmat Sukabumi Himbau Masyarakat Tak Bakar Sampah

 

Menurut Anita, kebakaran di tempat penampungan limbah kayu tersebut mulai diketahui sekitar pukul 13.00 WIB. Titik api berada di bagian tengah tumpukan material, sehingga petugas kesulitan menjangkau sumber api secara langsung.

 

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi penampungan berada tidak jauh dari kawasan industri dan permukiman. Petugas pun berupaya keras agar api tidak merembet ke pabrik kayu, kawasan perusahaan teh maupun rumah warga.

 

Untuk mencegah kobaran meluas, petugas melakukan penyekatan di sejumlah titik. Penanganan juga melibatkan personel TNI, Polri, perangkat desa dan masyarakat setempat.

 

Baca Juga: Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran Di Cangehgar, Damkar Sukabumi Langsung Turun Tangan

 

Anita menjelaskan, tempat tersebut digunakan untuk menampung limbah veneer dari sejumlah perusahaan. Limbah itu kemudian rencananya diolah kembali menjadi bahan berbentuk butiran yang digunakan untuk kebutuhan industri.

 

"Posisi titik api berada di bagian tengah penampungan, sehingga proses pemadaman relatif sulit," ujarnya.

 

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama terkait tata kelola dan pengawasan tempat penampungan limbah kayu di wilayah Cikembar.

 

Karhutla di Gunungguruh Terkendala Medan

 

Di waktu yang hampir bersamaan, petugas juga harus menangani kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gunungguruh.

 

Api membakar kawasan lereng perbukitan Karang Gantung dan Karang Para. Medan yang terjal serta lokasi titik api yang berada jauh dari akses kendaraan menjadi kendala dalam proses pemadaman.

 

Baca Juga: Lahan Alang-Alang Dan Kebun Terbakar Di Kawasan Gunung Jayanti, Petugas Damkar Lakukan Pemadaman Manual

 

Sejumlah titik kebakaran bahkan tidak dapat dijangkau langsung menggunakan armada pemadam. Petugas harus melakukan penanganan dari lokasi yang memungkinkan sekaligus memantau pergerakan api.

 

Tim gabungan tetap melakukan pemadaman dan penyisiran hingga malam hari. Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kobaran bergerak ke kawasan yang berdekatan dengan permukiman.

 

Anita memastikan personel Damkar masih disiagakan di kedua lokasi sampai kondisi benar-benar aman.

 

"Semua tetap standby untuk memastikan api padam dan tidak berdampak ke pemukiman terdekat," ungkapnya.

 

Damkar Ingatkan Warga

 

Di tengah meningkatnya potensi kebakaran saat kondisi cuaca kering, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

 

Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas pembakaran secara sembarangan. Puntung rokok juga harus dipastikan benar-benar padam sebelum dibuang.

 

"Masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran tanpa pengawasan," pungkas Anita.

 

Reporter: Muhammad Iqbal Abdillah

Editor: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: RHF


Karhutla Sukabumi Capai 196,40 Hektare, Damkarmat Sukabumi Himbau Masyarakat Tak Bakar Sampah Sembarangan

 

Sukabumi Darurat Karhutla, 196,40 Hektare Lahan Terbakar hingga Agustus 2026

SMartnewsroom.com, Sukabumi — Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang paling banyak terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Barat. Hingga 24 Agustus 2026, luas area yang terbakar di wilayah Sukabumi tercatat mencapai 196,40 hektare.

 

Data tersebut berdasarkan catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat. Sebanyak 132 kejadian karhutla tercatat terjadi di Kabupaten Sukabumi.

 

Secara keseluruhan, karhutla di Jawa Barat telah terjadi di 19 kabupaten dan kota, mencakup 153 desa atau kelurahan di 91 kecamatan. Luas area yang terbakar di Jawa Barat pun mendekati 200 hektare.

 

Tingginya angka tersebut menjadi perhatian karena kondisi cuaca yang relatif panas dan curah hujan yang mulai berkurang di sejumlah wilayah. Kondisi lahan yang kering dinilai dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

 

Kepala Bidang Pemadaman Disdamkarmat Kabupaten Sukabumi, Erwin Adam Ridwan, mengatakan pihaknya bersama kepolisian terus melakukan pemantauan dan penanganan terhadap setiap laporan kebakaran lahan.

 

Menurutnya, sejauh ini hasil koordinasi dengan kepolisian belum menemukan adanya indikasi tindak pidana maupun unsur kesengajaan dalam kejadian karhutla di Kabupaten Sukabumi.

 

“Kolaborasi dengan kepolisian, belum ditemukan adanya tindak pidana unsur kesengajaan,” ujar Erwin saat di wawancarai SMartnewsroom.com di Posko Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kab. Sukabumi, Kamis (27/8/2026).

 

Erwin menyebut kondisi geografis Sukabumi turut menjadi tantangan dalam menghadapi potensi karhutla. Sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi terdiri dari kawasan pegunungan, dataran serta hamparan lahan yang cukup luas.

 

“Karena kita ketahui bersama bahwa hampir sebagian besar wilayah Sukabumi itu kan pegunungan, dataran, hamparan luas. Dan kondisinya memang itu cuaca cukup panas. Curah hujan juga bisa dikategorikan ada beberapa titik daerah yang memang berkurang,” katanya.

 

Untuk mengantisipasi kebakaran meluas, Disdamkarmat terus memperkuat komunikasi dengan kepolisian dan masyarakat. Penanganan dilakukan sedini mungkin setiap kali muncul laporan kebakaran.

 

Upaya pencegahan juga diperkuat di wilayah rawan. Erwin memastikan jajaran petugas damkar, termasuk Bhabinkamtibmas, BPBD Kab. Sukabumi, masyarakat ikut dilibatkan dalam operasi pencegahan.

 

“Saya pastikan seluruh jajaran melakukan operasi pencegahan kebakaran,” tegasnya.

 

Edukasi kepada masyarakat terus dilakukan, baik melalui media sosial maupun secara langsung. Warga diimbau lebih berhati-hati dalam beraktivitas, terutama yang berpotensi menimbulkan api.

 

Erwin juga mengingatkan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, khususnya di kawasan yang kondisi lahannya kering dan rawan terjadi kebakaran.

 

“Salah satunya terkait dengan dilarang untuk melakukan membakar sampah pada titik-titik rawan,” pungkas Erwin.

 

Penulis: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Khadafi

Redaktur: RHF


Rabu, 26 Agustus 2026

Kebocoran Gas Diduga Picu Kebakaran Di Cangehgar, Damkar Sukabumi Langsung Turun Tangan

 

Damkar Kabupaten Sukabumi Padamkan Kebakaran Warung Kopi dan Bengkel di Palabuhanratu. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Palabuhanratu – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi melakukan penanganan kebakaran yang melanda sebuah warung kopi sekaligus bengkel tambal ban di Kampung Cangehgar, RT 03/02, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Rabu (26/8/2026) pagi.

 

Kebakaran tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 06.59 WIB. Mendapat laporan, petugas pemadam kebakaran mengerahkan dua unit armada damkar dari Posko Palabuhanratu langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 07.03 WIB.

 

Komandan Pos (Danpos) 1 Palabuhanratu, Aceng Ismail, mengatakan bangunan yang terbakar merupakan tempat usaha yang difungsikan sebagai warung kopi dan bengkel tambal ban.

 

Berdasarkan hasil penanganan awal di lokasi, kebakaran diduga dipicu oleh kebocoran tabung gas.

 

“Untuk objek yang ditangani warung kopi dan bengkel tambal ban. Penyebab kebakaran dari kebocoran tabung gas,” ujar Aceng.

 

Petugas kemudian melakukan upaya pemadaman dan penanganan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke bagian bangunan lainnya maupun lingkungan di sekitar lokasi.

 

Respons cepat dilakukan mengingat bangunan yang terbakar berada di kawasan permukiman dan berdekatan dengan aktivitas masyarakat.

 

“Kebakaran yang terjadi pada pagi hari tersebut menjadi perhatian warga mengingat lokasi merupakan tempat usaha yang berada di kawasan permukiman dan aktivitas masyarakat,” terangnya.

 

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sukabumi hingga kini masih melakukan penanganan serta pendataan terkait dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut.

 

Besaran kerugian maupun dampak keseluruhan dari peristiwa tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Mia

Redaktur: RHF


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables