SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Sabtu, 12 September 2026

Ekonomi Tumbuh 5,69 Persen, Potensi Agroindustri dan Wisata Sukabumi Jadi Sorotan

 

Bukan Sekadar Seremoni! Bupati Sukabumi Beberkan Gebrakan Pembangunan Sukabumi Di HJKS Ke-156 (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Usia Kabupaten Sukabumi kini memasuki angka 156 tahun. Namun, bagi Pemerintah Kabupaten Sukabumi, momentum tersebut bukan sekadar perayaan ulang tahun daerah.

Di balik peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156, Pemkab Sukabumi menegaskan sejumlah agenda pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari perbaikan infrastruktur, hunian layak, pendidikan, hingga penguatan ekonomi warga.

Hal itu disampaikan Bupati Sukabumi H. Asep Japar dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Sukabumi dalam rangka Milangkala Kabupaten Sukabumi ke-156 di Ruang Sidang Paripurna DPRD, Kamis (10/9/2026).

Asep Japar menegaskan, pembangunan daerah harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, berbagai program pemerintah diarahkan untuk menjawab persoalan mendasar yang masih dihadapi warga.

Salah satu fokusnya adalah infrastruktur. Pemkab Sukabumi menjalankan program TUMANINAH (Infrastruktur Mantap, Terintegrasi, dan Terarah) yang menyasar peningkatan jalan kabupaten serta pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi.

Tak berhenti di jalan, pemerintah juga memberi perhatian terhadap persoalan hunian. Program Rumah Sakinah dan Rumah Layak Huni terus didorong, termasuk perbaikan rumah tidak layak huni, penyediaan air bersih, serta pembangunan hunian tetap dan rumah khusus bagi masyarakat terdampak bencana.

Di sektor sumber daya manusia, Pemkab Sukabumi juga menyiapkan sejumlah program. Mulai dari Generasi Mencerang (Mandiri, Cerdas, dan Gemilang), Pemuda Berkarya Sukabumi Berdaya, TRENDI (Pesantren Melek Digital) hingga Beasiswa Bupati Sukabumi.

“Memperingati hari jadi ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan momentum untuk mengukuhkan kembali tekad dan komitmen serta menguatkan sinergi dan kolaborasi membangun Kabupaten Sukabumi yang lebih maju dan sejahtera,” kata Asep Japar.

Agroindustri dan Pariwisata Jadi Penggerak Ekonomi

Tema HJKS ke-156, “Memacu Agroindustri, Memajukan Pariwisata”, disebut Asep menjadi gambaran arah pembangunan Kabupaten Sukabumi ke depan.

Pertanian, perikanan, UMKM-IKM, dan pariwisata menjadi sektor yang dinilai memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan ekonomi daerah.

Pemkab Sukabumi ingin potensi tersebut tidak berhenti sebagai komoditas atau destinasi wisata semata. Pengembangannya diarahkan agar menghasilkan nilai tambah, menciptakan lapangan usaha, dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Namun, pekerjaan rumah pembangunan Sukabumi masih cukup besar.

Asep menilai pemerintah membutuhkan dukungan seluruh elemen untuk memastikan program pembangunan benar-benar berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, dan masyarakat menjadi salah satu kunci agar pembangunan lebih tepat sasaran sekaligus mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Pertumbuhan Ekonomi Sukabumi Capai 5,69 Persen

Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat, Sumasna.

Ia menyebut perekonomian Kabupaten Sukabumi menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat mencapai 5,69 persen.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam pertumbuhan tersebut.

Sumasna menilai potensi agroindustri dan pariwisata Sukabumi masih sangat besar. Namun, pengembangannya perlu dilakukan secara terintegrasi dengan dukungan infrastruktur, konektivitas wilayah, serta pelayanan kesehatan yang memadai.

“Potensi agroindustri dan pariwisata perlu terus dikembangkan secara terintegrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali menegaskan bahwa pembangunan daerah bukan pekerjaan satu pihak.

Menurutnya, berbagai capaian yang telah diraih merupakan hasil kolaborasi pemerintah, DPRD, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Ia berharap momentum HJKS ke-156 tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi titik penguat untuk melanjutkan pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Sejumlah capaian turut menjadi catatan, mulai dari penghargaan di bidang pariwisata dan UMKM, dukungan terhadap swasembada pangan, predikat Kabupaten Layak Anak, hingga keberhasilan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk ke-12 kalinya atas laporan keuangan daerah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan kendaraan bermotor kepada sembilan penerima hadiah wajib pajak oleh Bupati Sukabumi bersama jajaran.

Dengan usia yang kini menginjak 156 tahun, tantangan Kabupaten Sukabumi tentu belum selesai. Momentum milangkala pun kembali menjadi pengingat bahwa pembangunan bukan hanya soal capaian angka, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Jumat, 11 September 2026

UMKM Cisolok Unjuk Produk Unggulan Di Sukabumi Expo 2026, Bupati Asep Japar Beri Apresiasi

 

UMKM Cisolok Unjuk Produk Unggulan Di Sukabumi Expo 2026. (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Beragam potensi usaha masyarakat Kecamatan Cisolok turut mencuri perhatian dalam gelaran Sukabumi Expo 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156, Jum’at (11/09/2026).

UMKM binaan Rumah Zakat dan Permata Bank Syariah yang mewakili UMKM Kecamatan Cisolok hadir membawa sejumlah produk unggulan lokal. Mulai dari Madu Trigona, Kopi Cisolok, produk lukisan, hingga Telur Ayam Omega dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Tak hanya membawa produk UMKM, stand Kecamatan Cisolok juga sekaligus memperkenalkan Wisata Edukasi Lebah Madu Trigona Karanghawu Cisolok.

Wisata tersebut menjadi salah satu potensi yang terus dikembangkan sebagai wisata edukasi sekaligus sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal.

Sukabumi Expo 2026 sendiri turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Sukabumi, para kepala dinas, camat, serta Bupati Sukabumi H. Asep Japar bersama Wakil Bupati H. Andreas.

Di sela kegiatan, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi menyempatkan mengunjungi stand UMKM Kecamatan Cisolok yang diwakili UMKM binaan Rumah Zakat dan Permata Bank Syariah.

Kunjungan tersebut mendapat respons positif dari para pelaku UMKM. Bupati Sukabumi H. Asep Japar pun memberikan apresiasi terhadap perkembangan pemberdayaan UMKM di Kecamatan Cisolok.

Menurutnya, keberhasilan pemberdayaan UMKM dapat dilihat dari semakin beragamnya produk yang mampu dihasilkan dan ditampilkan oleh masyarakat.

“Pemberdayaan UMKM di Kecamatan Cisolok berhasil. Buktinya nyata, hari ini kita bisa melihat berbagai produk unggulan yang dihasilkan oleh masyarakat Cisolok,” ujar H. Asep Japar.

Sementara itu, Camat Cisolok Okih Pazri Assidiq menilai keikutsertaan UMKM Cisolok dalam Sukabumi Expo 2026 menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pemasaran produk lokal.

Menurut Okih, kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak.

“Ini menjadi kesempatan bagi UMKM Cisolok untuk naik kelas. Bukan hanya memperkenalkan produk, tetapi juga membangun jejaring dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” kata Okih.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, Rumah Zakat dan Permata Bank Syariah dapat terus berjalan sehingga pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Cisolok semakin kuat.

“Potensi yang ada di Cisolok sangat banyak. Tinggal bagaimana kita dorong agar potensi tersebut bisa memiliki nilai tambah dan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Keikutsertaan UMKM Cisolok dalam Sukabumi Expo 2026 menjadi salah satu langkah untuk membawa produk lokal semakin dikenal. Dengan dukungan berbagai pihak, UMKM diharapkan semakin mandiri, inovatif, dan mampu bersaing, sekaligus menjadi penggerak perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables