SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 25 Oktober 2026

Deni Kurnia Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisolok, Camat Cisolok Tekankan Program Nyata Untuk Masyarakat

 

Temu Karya Karang Taruna Cisolok Tuntas, Deni Kurnia Nahkodai Periode 2026-2031. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Deni Kurnia resmi terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Kecamatan Cisolok periode 2026–2031 setelah meraih suara terbanyak dalam pemilihan pada kegiatan Temu Karya Karang Taruna di Aula Kantor Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Dalam proses pemilihan yang diikuti dua calon tersebut, Deni Kurnia memperoleh 7 suara, sedangkan Dede SB mendapatkan 6 suara. Hasil ini menempatkan Deni sebagai ketua terpilih dengan selisih satu suara dari pesaingnya.

Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 55 peserta yang terdiri dari Camat Cisolok, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), ketua Karang Taruna dari 13 desa, pengurus KNPI Kecamatan Cisolok, perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan, tokoh masyarakat, media massa, serta undangan lainnya.

Temu Karya ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi organisasi kepemudaan sekaligus menentukan arah kepemimpinan Karang Taruna Kecamatan Cisolok untuk lima tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq menekankan bahwa musyawarah, persatuan, dan kepemimpinan yang inklusif harus menjadi landasan dalam menjalankan organisasi. Ia juga mendorong kepengurusan yang terbentuk agar mampu menyusun program kerja konkret dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, Karang Taruna memiliki peran strategis dalam mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan, terutama melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan potensi generasi muda di tingkat desa.

“Selain itu, sinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Forkopimcam, KNPI, dan berbagai elemen masyarakat perlu diperkuat agar program kepemudaan dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pengelolaan organisasi juga diharapkan berlangsung secara tertib, transparan, dan akuntabel sehingga setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Terpilih Didorong Perkuat Peran Pemuda

Setelah terpilih, Deni Kurnia diharapkan segera melakukan konsolidasi dengan Karang Taruna di 13 desa se-Kecamatan Cisolok. Langkah tersebut diperlukan untuk membangun komunikasi, menyatukan visi, serta merumuskan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan pemuda dan masyarakat.

Sejumlah bidang yang dapat menjadi perhatian kepengurusan baru di antaranya pemberdayaan ekonomi pemuda, pengembangan kreativitas dan keterampilan, penanganan masalah sosial, serta peningkatan kepedulian terhadap lingkungan.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq mengatakan Karang Taruna menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus berkontribusi dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas wilayah.

“Hasil pemilihan selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui penyelesaian administrasi organisasi, termasuk berita acara dan dokumen penetapan sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq berharap kepengurusan Karang Taruna periode 2026–2031 mampu memperkuat solidaritas antarpemuda dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang inklusif serta berkelanjutan.

Terpilihnya Deni Kurnia diharapkan menjadi awal penguatan organisasi kepemudaan di Kecamatan Cisolok, sehingga Karang Taruna tidak hanya aktif dalam kegiatan seremonial, tetapi juga menghadirkan program nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Milad ke-1 Ponpes Sirojul Azhar di Cisolok, Camat Cisolok Momentum Perkuat Akhlak dan Ukhuwah Islamiyah

 

Camat Cisolok Hadiri Milad Ponpes Sirojul Azhar, Dorong Generasi Muda Berakhlak Mulia. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menghadiri Milad ke-1 Pondok Pesantren Sirojul Azhar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Cibongkok RT 03/06, Desa Pasirbaru, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Nurul Jannah Cibongkok tersebut berlangsung di Kompleks Pondok Pesantren Sirojul Azhar. Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran pesantren dalam membangun generasi muda yang berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan bahwa peringatan Milad ke-1 Pondok Pesantren Sirojul Azhar dan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting, tidak hanya sebagai ungkapan rasa syukur, tetapi juga sebagai momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Menurutnya, keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pendidikan keagamaan, pembinaan akhlak, serta pembentukan karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

“Melalui kegiatan ini, kita berharap silaturahmi antara pemerintah, ulama, pengurus pondok pesantren, santri, dan masyarakat semakin erat. Pesantren juga diharapkan terus menjadi pusat pendidikan keagamaan dan pembinaan akhlak bagi generasi penerus,” ujarnya.

Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq berharap Pondok Pesantren Sirojul Azhar dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata dalam mencetak generasi yang religius, berkarakter, berilmu, serta mampu berperan positif dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kehadiran pemerintah Kecamatan Cisolok dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi dengan lembaga keagamaan dan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pondok pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga kerukunan, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah Kecamatan Cisolok.

Peringatan Milad ke-1 Pondok Pesantren Sirojul Azhar dan Maulid Nabi Muhammad SAW ini diharapkan menjadi momentum untuk terus menumbuhkan ukhuwah Islamiyah, memperkuat kepedulian sosial, dan membangun masyarakat yang religius serta harmonis di Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

Sabtu, 24 Oktober 2026

Hadiri Apel PRB 2026, Camat Cisolok Dorong Penguatan Kesiapsiagaan Bencana

 

Bukan Sekadar Tanggap Darurat, Camat Cisolok Ikut Dorong Pengurangan Risiko Bencana. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, menghadiri apel Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Tahun 2026 yang diselenggarakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sukabumi di Pondok Pesantren Assalam Putra, Kampung Cibodas, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Dalam kegiatan itu, Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, mengajak seluruh relawan kebencanaan untuk berperan aktif memastikan masyarakat memperoleh edukasi yang memadai terkait mitigasi bencana, informasi peringatan dini, serta pendampingan dalam mengenali dan mengurangi risiko bencana di lingkungan masing-masing.

Andreas menegaskan, penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan komunitas, organisasi kemanusiaan, dan para relawan.

“Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam penanganan bencana. Namun, kami menyadari pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan keterlibatan semua unsur, termasuk komunitas dan para relawan,” ujarnya.

Ia menilai Kabupaten Sukabumi memiliki banyak komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan dan kebencanaan dengan semangat pengabdian yang tinggi. Potensi tersebut, kata dia, perlu disatukan melalui koordinasi dan kerja sama yang berkelanjutan.

“Kita banyak komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan, namun saya berharap tidak berjalan sendiri-sendiri. Mari kita bergabung, berkoordinasi, dan membangun kolaborasi melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.

Menurut Andreas, FPRB Kabupaten Sukabumi memiliki peran strategis sebagai wadah koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi berbagai pihak dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman bencana.

Ia juga mengingatkan para relawan agar terus meningkatkan kapasitas, memahami prosedur keselamatan, serta mampu bekerja sama secara tepat dalam situasi darurat.

“Jadilah relawan yang terus belajar dan meningkatkan kapasitas, memahami prosedur keselamatan, serta mampu bekerja sama dalam situasi yang penuh tantangan. Dalam penanggulangan bencana, kesiapan dan kemampuan bertindak secara tepat dapat membantu menyelamatkan banyak jiwa,” ungkapnya.

Ketua FPRB Kabupaten Sukabumi, H. Encep Hadiana, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran FPRB dalam memberikan kontribusi dan solusi bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Ia menegaskan, FPRB akan terus membangun sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

“Mohon dukungan semua pihak agar kami terus berbuat kebaikan kepada masyarakat. Terima kasih kepada para relawan yang hadir di tengah kita,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, memandang bahwa koordinasi dan kolaborasi antarpihak perlu terus diperkuat agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan secara terarah. Kesiapsiagaan juga perlu dibangun mulai dari tingkat kecamatan, desa, hingga lingkungan masyarakat.

“Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong masyarakat lebih memahami potensi ancaman di sekitarnya, mengetahui langkah yang harus dilakukan saat keadaan darurat, serta mengikuti informasi resmi mengenai peringatan dini bencana,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables