SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 13 September 2026

Dinas Ketahanan Pangan Kab Sukabumi Dorong Warga Konsumsi Pangan Lokal Lewat Lomba Menu B2SA

 

Perkuat Ketahanan Pangan, DKP Sukabumi Gelar Lomba Menu B2SA Non Beras. (sumber foto: Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Upaya mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras dan tepung terigu terus didorong Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Salah satunya melalui pemanfaatan beragam bahan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi bagi keluarga.

Hal tersebut terlihat dalam Lomba Cipta Menu (LCM) Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) Non Beras dan Non Terigu yang digelar Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Sukabumi di Lapang Cangehgar, Palabuhanratu, Minggu (13/9/2026).

di ikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari 15 kecamatan. Mereka menampilkan beragam kreasi makanan dengan mengandalkan bahan pangan lokal yang mudah ditemukan di lingkungan masyarakat.

Kepala Bidang Diversifikasi dan Ketahanan Pangan Masyarakat DKP Kabupaten Sukabumi, Mirna Puspitasari, mengatakan lomba tersebut bukan hanya bertujuan mencari menu terbaik, tetapi juga menjadi media untuk mengubah pola konsumsi masyarakat.

“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sebagai sarana edukasi agar masyarakat terbiasa mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman dengan memanfaatkan sumber daya lokal di sekitar mereka,” ujar Mirna kepada SMartnewsroom.com.

Menurut Mirna, keberagaman pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan daerah. Masyarakat tidak harus selalu menjadikan nasi sebagai satu-satunya pilihan sumber karbohidrat.

Bahan pangan seperti singkong, jagung, talas, umbi-umbian, sayuran, buah-buahan hingga hasil pekarangan rumah dapat diolah menjadi berbagai menu sehat dan bernilai ekonomi.

“Kami ingin membangun budaya keluarga yang tidak hanya bergantung pada nasi, tetapi mampu memanfaatkan hasil pekarangan seperti sayuran, umbi, dan buah lokal sebagai sumber karbohidrat dan nutrisi utama,” katanya.

 

Dari hasil penilaian, Bantargadung keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Cikakak, sedangkan juara ketiga ditempati Gegerbitung.

Adapun juara harapan masing-masing diraih oleh Cisaat, Waluran, Dan Kalapanunggal.

Mirna menegaskan, keberhasilan kegiatan tersebut tidak hanya diukur dari hasil perlombaan. Lebih jauh, kreativitas yang ditampilkan para peserta diharapkan dapat diterapkan di tingkat keluarga dan masyarakat.

Bahkan, menu-menu hasil inovasi peserta berpeluang dikembangkan menjadi produk usaha rumahan berbasis pangan lokal.

“Kami berharap inovasi menu dari peserta lomba bisa dikembangkan menjadi peluang usaha rumah tangga berbasis pangan lokal, sehingga selain menyehatkan masyarakat juga bisa meningkatkan kesejahteraan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables