![]() |
| Brigadir Akka Gagas Pesantren Mobile di Cisolok, Puluhan Sekolah Jadi Sasaran Pembinaan. (Sumber Foto: Muammar Khadafi). |
SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Upaya memperluas akses pendidikan keagamaan bagi pelajar mulai diwujudkan di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.
Polres Sukabumi secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Nusantara di kawasan SMK Bhayangkara, Kecamatan Cisolok, Rabu (7/10/2026).
Pondok pesantren tersebut digagas oleh anggota Polres Sukabumi, Briptu Akka Mahpudin, dengan membawa konsep berbeda. Pendidikan keagamaan tidak hanya akan berlangsung di lingkungan pesantren, tetapi juga dapat hadir langsung ke sekolah-sekolah melalui program Pesantren Mobile.
Gagasan tersebut lahir dari kondisi masih adanya anak-anak yang belum memiliki kesempatan untuk mengikuti pendidikan di pondok pesantren.
“Tidak semua orang tua memiliki kesempatan menyekolahkan atau mendidik anaknya di pondok pesantren. Dari persoalan itu muncul gagasan Pesantren Mobile,” ujar Brigadir Akka.
Melalui program ini, tim Pondok Pesantren Nusantara akan mendatangi sekolah-sekolah binaan untuk memberikan pembelajaran dan materi tambahan keagamaan. Dengan demikian, siswa tetap dapat mengikuti pendidikan formal di sekolah tanpa harus tinggal di lingkungan pesantren.
Program tersebut juga akan didukung sistem pembelajaran berbasis daring. Para santri nantinya dapat mengakses berbagai materi keagamaan melalui website yang telah disiapkan.
Di Kecamatan Cisolok, jangkauan program ini cukup luas. Pondok Pesantren Nusantara menargetkan pembinaan terhadap lebih dari 40 sekolah dasar, sekitar 20 SMP, serta tujuh SMA/SMK.
Untuk memastikan program berjalan sejalan dengan kegiatan belajar mengajar, guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di masing-masing sekolah akan dilibatkan sebagai koordinator.
Sementara itu, tim Pondok Pesantren Nusantara akan memberikan materi tambahan keagamaan secara langsung maupun melalui platform digital.
Brigadir Akka mengatakan, aspek legalitas juga tengah dipersiapkan. Saat ini, izin Majelis Taklim telah diperoleh, sementara izin operasional sebagai pondok pesantren masih dalam proses.
“Ke depan, para santri yang mengikuti program ini akan mendapatkan legalitas sebagai bagian dari Pondok Pesantren Nusantara,” ujarnya.
Polisi Hadir Lewat Pendidikan
Kapolres Sukabumi AKBP Benny Cahyadi mengatakan pembangunan Pondok Pesantren Nusantara merupakan salah satu bentuk nyata kehadiran polisi di tengah masyarakat.
Menurutnya, pengabdian anggota kepolisian tidak hanya diwujudkan melalui tugas penegakan hukum, tetapi juga melalui kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Yang jelas ini adalah salah satu bukti nyata dengan kepemimpinan Pak Kapolri, polisi bersama masyarakat. Hari ini dibuktikan dengan kegiatan yang dilakukan oleh anggota kami, Pak Akka, di mana yang bersangkutan sudah melakukan kegiatan yang bermanfaat untuk masyarakat dan mendedikasikan pelaksanaan tugas itu bersama masyarakat,” kata Benny.
Benny menilai, inisiatif tersebut menunjukkan bahwa kepolisian dapat mengambil bagian dalam menjawab kebutuhan sosial masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Niatan yang baik diawali dengan pembangunan sekolah gratis untuk masyarakat, dan tidak berhenti di situ juga, pasca meningkatkan kebersamaan masyarakat salah satunya dengan memberikan fasilitas pesantren. Kami berusaha untuk tetap selalu hadir bersama masyarakat,” pungkasnya.
Pembangunan Pondok Pesantren Nusantara di Cisolok diharapkan menjadi ruang baru bagi pelajar untuk mendapatkan pendidikan keagamaan yang lebih mudah dijangkau, sekaligus memperkuat kolaborasi antara kepolisian, sekolah dan masyarakat.
Reporter: Anugrah
Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar