SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 01 November 2026

Bidik Pasar Ekspor! Wabup Andreas Ungkap Siap Kembangkan Produksi Melon Peluang Besar!

 

Dari Desa untuk Pasar Ekspor! Wabup Sukabumi Dorong Budidaya Melon Diperluas ke Desa Lain. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com || SUKABUMI - Inovasi budidaya melon berbasis greenhouse yang dikembangkan BUMDesa Tenjoayu Sukses Mandiri, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas.

Ia menilai pengembangan usaha tersebut menjadi contoh pemanfaatan potensi desa yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pertanian secara lebih luas.

Menurut Andreas, keberhasilan sebuah desa tidak hanya dilihat dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan pemerintah desa dalam mengelola potensi dan membangun unit usaha produktif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Ini menjadi kebanggaan kita semua. Tumbuh kembang sebuah desa bisa dilihat dari bagaimana manajemen di desanya. Bukan hanya dari kegiatan pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana desa mampu mengembangkan usaha yang maju dan produktif," ungkap H. Andreas.

Ia menyebut BUMDesa Tenjoayu mampu menunjukkan inovasi dalam mengelola keterbatasan lahan menjadi peluang usaha bernilai ekonomi. Bahkan, model budidaya tersebut dinilai berpotensi diterapkan di desa-desa lain dengan menyesuaikan ketersediaan lahan dan kemampuan pengelola.

Andreas pun mendorong agar keberhasilan tersebut tidak berhenti pada satu desa. Menurutnya, Tenjoayu dapat dikembangkan sebagai desa percontohan atau pilot project budidaya melon melalui kerja sama antardesa.

"Ini luar biasa dan harus kita apresiasi serta dukung. Bahkan, ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Cicurug," tegasnya.

Lebih jauh, ia melihat peluang pasar melon yang masih terbuka dapat menjadi dasar pengembangan produksi secara bersama. Apabila sejumlah desa ikut terlibat, kapasitas produksi dapat ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan pasar yang lebih besar, termasuk peluang pasar ekspor.

"Kalau kebutuhan ekspor minimal 20 ton, tentu ini menjadi peluang. Desa lain yang memiliki lahan bisa bekerja sama. Tenjoayu memiliki pengalaman dan ilmunya, sementara desa lain bisa berkontribusi dalam penyediaan lahan maupun permodalan," jelasnya.

Andreas juga memiliki gagasan agar budidaya melon dapat berkembang menjadi identitas ekonomi sekaligus daya tarik wisata Kecamatan Cicurug.

"Ke depan bukan tidak mungkin Cicurug dikenal dengan Cicurug Melon. Bahkan bisa menjadi salah satu ikon wisata di Kabupaten Sukabumi. Ketika panen, masyarakat bisa mengetahui melalui media sosial sehingga aktivitas tersebut turut menggerakkan ekonomi lokal," tambahnya.

Dua Greenhouse Mampu Produksi Sekitar 2 Ton Melon

Sementara itu, Ketua BUMDesa Tenjoayu Sukses Mandiri, Angga Purnama, menjelaskan bahwa usaha budidaya melon tersebut dikembangkan melalui dua unit greenhouse dengan total luas bangunan sekitar 600 meter persegi.

Masing-masing greenhouse memiliki luas sekitar 300 meter persegi dengan kapasitas kurang lebih 600 tanaman melon.

Dalam proses budidaya, pengelola mengembangkan dua varietas melon, yakni Lavender asal Vietnam dan Dimension. Setelah melakukan evaluasi terhadap hasil panen pertama, pengelola melakukan sejumlah perbaikan, terutama dalam perawatan tanaman dan pengendalian hama.

Hasilnya, produksi pada periode panen kedua menunjukkan perkembangan positif. Melon varietas Lavender mampu mencapai bobot sekitar 2,5 kilogram per buah, sedangkan varietas Dimension sekitar 1,5 kilogram.

"Hasil panen kedua alhamdulillah lebih baik. Melon Lavender sekarang bisa mencapai bobot sekitar 2,5 kilogram, sedangkan Dimension sekitar 1,5 kilogram. Untuk pendapatan, kami menargetkan sekitar Rp35 juta dengan biaya tetap yang relatif sama setiap bulannya," ungkap Angga.

Ia menjelaskan, pada panen pertama BUMDesa memperoleh pendapatan sekitar Rp30 juta. Namun, saat itu pengelola masih menghadapi kendala serangan hama yang memengaruhi hasil produksi.

Pengalaman tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, termasuk menambah tenaga kerja agar perawatan tanaman lebih optimal.

Bidik Pasar Ekspor, Terkendala Keterbatasan Modal

Meski menunjukkan perkembangan, Angga mengakui pengembangan usaha masih menghadapi tantangan, terutama keterbatasan modal untuk menambah fasilitas greenhouse.

Saat ini, dua unit greenhouse diperkirakan mampu menghasilkan sekitar dua ton melon dalam satu siklus panen. Sementara itu, peluang memenuhi kebutuhan pasar ekspor yang diperkirakan mencapai minimal 20 ton membutuhkan peningkatan kapasitas produksi.

Angga menyebutkan, pihaknya masih memiliki lahan desa yang berpotensi dimanfaatkan untuk membangun satu greenhouse tambahan. Namun, realisasi rencana tersebut masih bergantung pada ketersediaan pendanaan.

"Kami masih memiliki tanah desa yang berpotensi dibangun satu greenhouse lagi. Namun, kendalanya ada pada pendanaan. Kami berharap ada dukungan dari pemerintah kecamatan maupun pemerintah kabupaten, baik melalui program pemberdayaan, aspirasi, maupun skema pendanaan lain yang sesuai ketentuan," paparnya.

Menariknya, pada awal pengembangan usaha, hasil panen perdana tidak langsung dipasarkan secara komersial. Pengelola memilih membagikan kebahagiaan hasil panen bersama masyarakat melalui kegiatan pesta warga.

"Awalnya kami tidak langsung menjual ke pasar karena ingin menjadikan hasil panen ini sebagai pesta warga. Alhamdulillah, dalam dua hari seluruh melon habis," jelasnya.

Tenjoayu Berpeluang Jadi Percontohan Ekonomi Antardesa

Pengembangan budidaya melon BUMDesa Tenjoayu kini membuka peluang kolaborasi ekonomi antardesa di Kecamatan Cicurug. Pengalaman pengelolaan, ketersediaan lahan, serta dukungan permodalan dapat menjadi modal untuk membangun usaha pertanian dengan kapasitas produksi lebih besar.

Namun, pengembangan tersebut tetap membutuhkan perencanaan bisnis yang matang, penguatan sumber daya manusia, kepastian pasar, serta pengelolaan keuangan yang profesional.

Dengan dukungan dan kerja sama berbagai pihak, budidaya melon berbasis greenhouse diharapkan tidak hanya berkembang sebagai unit usaha BUMDesa, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan agroindustri, dan peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables