![]() |
| Camat Okih Ajak Warga Cisolok Siaga Tsunami, Simulasi Libatkan Nelayan Hingga Pelajar. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). |
SMartnewsroom.com || SUKABUMI - Dalam rangka memperingati Hari Kesadaran Tsunami Sedunia Tahun 2026, simulasi gempa bumi dan tsunami digelar sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta kesadaran masyarakat terhadap potensi ancaman bencana, khususnya di kawasan pesisir bertempat di kawasan Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Jum'at (6/11/2026).
Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk memahami langkah-langkah penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami.
Dalam simulasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan situasi kedaruratan, mulai dari proses penanganan warga terdampak hingga pemanfaatan tenda darurat sebagai tempat pengungsian sementara.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan bahwa simulasi kebencanaan memiliki peran penting dalam membangun kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.
Menurutnya, edukasi dan latihan secara langsung diperlukan agar masyarakat tidak panik serta mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi darurat.
"Melalui kegiatan simulasi ini, kami berharap masyarakat semakin memahami langkah-langkah yang harus dilakukan ketika terjadi gempa bumi maupun potensi tsunami. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar masyarakat mengetahui cara menyelamatkan diri dan mengutamakan keselamatan," ujarnya.
Okih juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya sadar bencana. Sinergi antara pemerintah, petugas kebencanaan, unsur Forkopimcam, dan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya mitigasi bencana.
Terlebih, Kecamatan Cisolok merupakan salah satu wilayah pesisir Kabupaten Sukabumi yang perlu terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
Melalui peringatan Hari Kesadaran Tsunami Sedunia 2026, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana semakin meningkat. Dengan pengetahuan, latihan, dan koordinasi yang baik, dampak bencana dapat diminimalkan serta keselamatan masyarakat lebih terlindungi.
Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, berharap melalui kegiatan simulasi ini masyarakat semakin memahami pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami sehingga masyarakat lebih tanggap, sigap, dan tidak panik ketika bencana terjadi.
"Harapan kami, masyarakat semakin sadar akan pentingnya mitigasi bencana, mengetahui jalur evakuasi, serta memahami langkah penyelamatan diri dan keluarga. Dengan demikian, apabila terjadi bencana, masyarakat sudah memiliki bekal pengetahuan untuk bertindak cepat dan tepat," ungkap Okih.
Kegiatan simulasi diikuti oleh kurang lebih 250 orang peserta, yang terdiri dari unsur Pemerintah Kecamatan Cisolok, BPBD Kabupaten Sukabumi, Forkopimcam Cisolok (Danramil dan Kapolsek), Forum Koordinasi SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Desa Cisolok dan Desa Karangpapak, Puskesmas Cisolok, PMI Kabupaten Sukabumi, SIBAT Desa Cisolok dan Desa Karangpapak, DPK KNPI Kecamatan Cisolok, Linmas, relawan kebencanaan dan masyarakat, Nelayan, pedagang dan pelaku wisata Pantai Karanghawu, Siswa dan siswi SMP Negeri 1 Cisolok sebanyak kurang lebih 50 orang, Stakeholder dan unsur terkait lainnya.
Reporter: Muhammad Fikri Fauzi
Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah

Tidak ada komentar:
Posting Komentar