![]() |
| “Lentera” dan “Suara Dangdut” Diluncurkan, Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 Makin Semarak. Foto: Muhammad Fikri Fauzi. |
SMartnewsroom.com, Palabuhanratu - Perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 tak hanya diwarnai berbagai kegiatan masyarakat. Suasana perayaan juga semakin semarak dengan diluncurkannya dua karya musik terbaru, yakni “Lentera” dan “Suara Dangdut”.
Peluncuran kedua lagu tersebut menjadi salah satu momen yang menarik perhatian dalam rangkaian perayaan. Sejumlah musisi, pencipta lagu, penyanyi hingga pelaku event turut hadir dan berbaur bersama masyarakat.
Salah satu pencipta sekaligus penyanyi lagu “Suara Dangdut”, H. Ismail, mengaku bersyukur karyanya bisa diluncurkan di Kabupaten Sukabumi.
“Alhamdulillah, malam hari ini launching dua buah lagu. Yang pertama lagu ‘Suara Dangdut’, karya saya sendiri dan saya menyanyikan sendiri. Lagu ini diaransemen oleh Ahmad, keyboard Sonita,” kata H. Ismail.
Sementara itu, lagu “Lentera” dibawakan oleh Sifa. Lagu tersebut merupakan karya cipta Haji Dimas yang juga dikenal sebagai salah satu pembina Forsa Jabar.
Bagi H. Ismail, peluncuran kedua lagu di Sukabumi memiliki makna tersendiri. Terlebih, momentum tersebut berlangsung bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
“Ini berkesan luar biasa. Launching kali ini terlaksana di Sukabumi atas fasilitas yang diberikan oleh sahabat saya, H. Agus Chandra. Alhamdulillah bisa terlaksana launching di Sukabumi,” ujarnya.
H. Ismail mengatakan, dirinya saat ini telah memiliki tiga karya cipta lagu. Menurutnya, jumlah tersebut memang belum banyak, namun setiap lagu memiliki cerita dan perjalanan masing-masing.
“Kalau karya cipta saya baru ada tiga. Memang belum banyak. Tetapi setiap lagu pasti ada history dan story-nya,” ungkapnya.
Musik Jadi Ruang Silaturahmi
Bagi para pelaku seni yang terlibat, kegiatan tersebut bukan sekadar peluncuran karya musik. Pertemuan para musisi dan pegiat event juga menjadi ruang untuk memperkuat silaturahmi serta membangun kolaborasi.
H. Ismail menilai musik tidak hanya berkaitan dengan hiburan. Dalam setiap karya, terdapat pesan, nilai dan norma yang menjadi bagian dari proses kreatif seorang pencipta maupun penyanyi.
Hal itu pula yang menjadi bagian dari perjalanan lahirnya lagu “Suara Dangdut”. Sementara “Lentera” hadir dengan karakter tersendiri melalui kolaborasi Haji Dimas sebagai pencipta dan Sifa sebagai penyanyi.
Kehadiran kedua lagu tersebut turut memperlihatkan geliat kreativitas para pelaku musik yang terus menghasilkan karya sekaligus memberikan hiburan kepada masyarakat.
Musisi dari Jakarta Hadir Tanpa Bayaran
Pimpinan event organizer PT Buana Citra Promosindo, H. Agus Chandra, mengaku bangga dapat menghadirkan para pelaku seni dalam perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Menurutnya, kehadiran musisi dari Jakarta tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus apresiasi terhadap masyarakat Kabupaten Sukabumi, khususnya Palabuhanratu.
“Saya merasa bangga dan bahagia. Beliau bisa ada di sini untuk menghibur masyarakat Palabuhanratu khususnya dan Kabupaten Sukabumi pada umumnya,” kata Agus.
Ia menambahkan, kehadiran sang musisi bahkan dilakukan tanpa bayaran khusus.
“Beliau datang dari Jakarta tanpa dibayar untuk merayakan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi. Saya bangga dengan beliau,” tuturnya.
Selain H. Ismail dan Sifa, kehadiran Haji Dimas juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Ia diketahui telah berada di Sukabumi selama beberapa hari untuk ikut memantau dan meramaikan sejumlah agenda dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Sukabumi.
Kehadiran para seniman dan pegiat event dari berbagai daerah membuat perayaan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 semakin berwarna.
Peluncuran “Suara Dangdut” dan “Lentera” akhirnya bukan hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi momentum bertemunya kreativitas, kebersamaan dan silaturahmi para pelaku seni dengan masyarakat.
Dua karya tersebut diharapkan dapat semakin dikenal luas dan menjadi bagian dari perjalanan para musisi dalam terus melahirkan karya-karya baru di industri musik Indonesia.
Reporter: Muhammad Fikri Fauzi
Editor: Mia
Redaktur: RHF
