SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Minggu, 26 Juli 2026

Damkarmat Kabupaten Sukabumi Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat Di Kasepuhan Ciptamulya

 

Imah Gede Dan 80 Rumah Adat Kasepuhan Ciptamulya Dilalap Api, Damkarmat Sukabumi Pendinginan Masih Berlangsung. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Cisolok – Kebakaran hebat yang melanda Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (25/7/2026), mengakibatkan kerusakan parah. Sebanyak 80 unit rumah dilaporkan hangus terbakar, termasuk bangunan Imah Gede atau rumah pimpinan Kasepuhan Ciptamulya.

 

Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi, Hendra Setiawan, mengatakan berdasarkan hasil pendataan sementara, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, nilai kerugian material masih dalam proses penghitungan.

 

"Untuk laporan sampai dengan saat ini, korban jiwa tidak ada, luka tidak ada, cuman kerugiannya materi. Kurang lebih yang terbakar itu 80 rumah," ujar Hendra, Sabtu (25/7/2026).

 

Baca Juga: Tragedi Kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Api Diduga Berasal dari MCK Umum, 80 Rumah Ludes

 

Dalam upaya penanganan kebakaran, Damkarmat Kabupaten Sukabumi mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran yang berasal dari berbagai instansi. Armada tersebut diterjunkan untuk mempercepat proses pemadaman di kawasan permukiman adat yang sebagian besar bangunannya berbahan kayu dan beratap ijuk.

 

"Kita menurunkan unit pemadam kebakaran itu dari Palabuhanratu dua unit, dari PLTU satu unit, dari Kodim 0622 satu unit, jadi semuanya empat unit," jelasnya.

 

Baca Juga: Alang-Alang Terbakar di Simpenan Residence, Respons Cepat Damkarmat Sukabumi Cegah Api Meluas

 

Hendra menuturkan, kobaran api secara umum telah berhasil dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan proses pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali memicu kebakaran.

 

"Api sampai dengan sekarang sudah mulai agak mereda, cuman masih ada beberapa titik api yang harus kita netralisir. Makanya sekarang anggota lagi melakukan pendinginan," katanya.

 

Baca Juga: Karhutla Bukit Sangrawayang Masih Membara, Damkar Dan Petugas Gabungan Waspadai Api Merambat Ke Permukiman

 

Sementara itu, Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengungkapkan bahwa kebakaran tidak hanya menghanguskan rumah-rumah warga, tetapi juga berdampak pada Imah Gede, yang merupakan rumah adat sekaligus kediaman pimpinan Kasepuhan Ciptamulya.

 

"Jadi rumah yang terdampak itu pertama adalah rumah gede atau Imah Gede Abah Hendrik Kasepuhan Ciptamulya dan rumah warga Kasepuhan sekitarnya," ujar Okih.

 

Pascakebakaran, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak cepat melakukan penanganan darurat bagi masyarakat terdampak. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Sosial tengah menyiapkan bantuan logistik, kebutuhan dasar, serta fasilitas pengungsian.

 

Untuk sementara waktu, warga yang kehilangan tempat tinggal dievakuasi ke rumah kerabat maupun tetangga di sekitar kawasan Kasepuhan Ciptamulya sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

 

"Saat ini Pak Bupati dan tim BPBD serta Dinas Sosial sedang mempersiapkan pengkondisian bantuan tanggap darurat. Untuk sementara warga masyarakat terdampak diamankan dan dievakuasi ke rumah tetangga atau rumah saudara di sekitaran Kasepuhan Ciptamulya," pungkas Okih.

 

Hingga saat ini, petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan proses pendinginan sekaligus pendataan terhadap jumlah kerusakan dan kebutuhan mendesak para korban kebakaran.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Mia

Redaktur: RHF


Tragedi Kebakaran di Kasepuhan Ciptamulya, Api Diduga Berasal dari MCK Umum, 80 Rumah Ludes

 

Sijago Merah Lalap Kasepuhan Ciptamulya Akibat Korsleting Listrik. Foto: Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, Cisolok – Penyebab kebakaran hebat yang meluluhlantakkan puluhan rumah di Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, RT 05 dan RT 07 RW 02, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, mulai terungkap. Api diduga berasal dari korsleting listrik di fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) umum yang berada di dekat permukiman warga.

 

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB itu menghanguskan puluhan rumah adat yang sebagian besar berbahan kayu dengan atap ijuk. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar ke rumah-rumah lain, diperparah oleh embusan angin kencang dan jarak antarbangunan yang sangat berdekatan.

 

Staf Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Sukabumi, Kuswan Hermawan, mengatakan informasi awal diterima melalui laporan masyarakat kepada Kasi P2BK.

 

"Saya menerima kabar dari warga yang menelepon ke Kasi P2BK. Kasi P2BK berangkat sekitar pukul 14.30 WIB, dan ternyata kejadian di lokasi itu sudah dari pukul 14.00 WIB," ujar Kuswan, Sabtu (25/7/2026).

 

Menurut Kuswan, api pertama kali diketahui oleh sejumlah anak-anak yang berada di sekitar MCK umum di dekat Rumah Gede (Imah Gede). Mereka melihat percikan api di bagian atas bangunan sebelum kobaran membesar.

 

"Api berawal dari MCK yang disaksikan oleh anak-anak yang berteriak 'api, api, api!'. Itu kemungkinan besar dari korsleting listrik, ada percikan api di atas yang dilihat anak-anak," ungkapnya.

 

Material bangunan rumah adat yang didominasi kayu dan beratap ijuk menjadi faktor utama cepatnya penyebaran api. Dalam waktu singkat, kobaran melahap kawasan permukiman adat yang rumah-rumahnya berdiri saling berdempetan.

 

"Karena bangunannya dekat, Kasepuhan ini atapnya ijuk. Maka api dengan sangat cepat menyebar karena bantuan angin juga, apalagi posisi rumah di sini berdempetan," jelasnya.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi sebelumnya mencatat sebanyak 70 unit rumah hangus terbakar dengan 70 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 420 jiwa terdampak. Namun berdasarkan perkembangan terbaru, jumlah bangunan yang terbakar bertambah menjadi 80 unit.

 

"Data sementara rumah yang habis terbakar ada 70 unit, secara otomatis 70 KK dengan total 420 jiwa. Hampir semua barang-barang mereka tidak bisa terselamatkan," kata Kuswan.

 

Meski kerugian material sangat besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah tersebut. Saat kebakaran terjadi, sebagian warga sedang berada di kebun, sementara warga lainnya berhasil menyelamatkan diri berkat kekompakan masyarakat adat yang saling membantu proses evakuasi.

 

"Alhamdulillah korban jiwa tidak ada, korban luka pun tidak ada. Waktu kejadian sebagian masih di kebun, sebagian di rumah. Karena kesiagapan mereka dan kekeluargaan di Kasepuhan ini sangat kuat, jadi saling bahu-membahu menyelamatkan diri," tuturnya.

 

Saat ini, warga yang kehilangan tempat tinggal mengungsi sementara di rumah kerabat dan tetangga yang tidak terdampak kebakaran. BPBD Kabupaten Sukabumi bersama Dinas Sosial terus berkoordinasi untuk mendistribusikan bantuan darurat berupa tenda pengungsian, makanan siap saji, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya.

 

"Sementara ini mereka berada di rumah saudara dan rumah tetangganya sebelum kita mendirikan tenda. Kita berkoordinasi dengan kantor (BPBD) dan Dinas Sosial untuk menyiapkan tenda pengungsian sementara. Insya Allah tenda hari ini datang," pungkas Kuswan.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Sukabumi, Hendra Setiawan, menyampaikan bahwa hingga Sabtu malam jumlah rumah yang terbakar mencapai 80 unit.

 

"Laporan sampai dengan saat ini korban jiwa tidak ada, luka tidak ada, cuma kerugian materiil kurang lebih yang terbakar itu 80 rumah," ujar Hendra.

 

Dalam upaya penanganan, Damkarmat mengerahkan sejumlah armada dari berbagai sektor, yakni dua unit dari Pos Damkar Palabuhanratu, satu unit dari PLTU, serta satu unit dari Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.

 

Hingga Sabtu malam, proses pendinginan masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

 

"Api sampai dengan sekarang sudah mulai agak mereda, cuma masih ada beberapa titik api yang harus kita netralisir," tandas Hendra.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Mia

Redaktur: RHF


Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables