SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Kamis, 03 September 2026

Sabandar Karimadi Meriahkan HJS ke-156, IPSI Dorong Generasi Muda Lestarikan Pencak Silat

 

Penampilan Pencak Silat Sabandar Karimadi.

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Kesenian pencak silat Sabandar Karimadi turut memeriahkan rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJS) ke-156 tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Alun-alun Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026). 

Kehadiran para pelaku seni pencak silat menjadi salah satu momentum untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan seni budaya Sunda, khususnya pencak silat yang merupakan warisan budaya leluhur. 

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kecamatan Palabuhanratu, Zainal Arifin, mengatakan IPSI memiliki peran sebagai wadah untuk menggali dan mengembangkan potensi pencak silat yang ada di berbagai perguruan.

“Alhamdulillah hari ini kami sudah keliling ke tiap perguruan dan melihat potensi-potensi adik-adik pencak silat. Alhamdulillah sangat antusias untuk terus berlatih, untuk terus semangat mengembangkan seni pencak silat ini,” ujar Zainal. 

Menurut Zainal, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. 

“Pencak silat ini adalah warisan budaya leluhur yang turun-temurun untuk menjaga, membela negara dan juga sebagai potensi yang harus terus dipupuk, dibina untuk terus pengembangan pencak silat,” katanya. 

Ia menambahkan, IPSI bersama para sesepuh pencak silat akan terus melakukan pembinaan terhadap generasi muda di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Palabuhanratu. 

“Insya Allah dengan para sepuh semua akan terus membina potensi-potensi pencak silat di berbagai wilayah, khususnya di Kecamatan Palabuhanratu ke depannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Sesepuh Sabandar Karimadi Kabupaten Sukabumi, Abah Asep Hidayat, mengatakan keterlibatan dalam rangkaian HJS ke-156 menjadi bagian dari upaya memberikan motivasi kepada generasi muda agar kembali mencintai dan melestarikan budaya Sunda. 

“Saya sebagai orang tua ingin memotivasi anak muda, istilahnya anak-anak, untuk bangkit. Sudah lama ingin membangkitkan budaya Sunda, khususnya pencak silat. Sekarang kan banyak yang terganggu dengan cara lain,” ujar Abah Asep. 

Ia berharap generasi muda tidak melupakan budaya daerah di tengah perkembangan zaman. Menurutnya, pencak silat perlu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi muda agar keberadaan budaya Sunda tetap terjaga. 

Kegiatan Sabandar Karimadi dalam rangka HJS ke-156 tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para pelaku seni pencak silat untuk menunjukkan eksistensi serta potensi generasi muda dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. 

Di tempat yang sama, Direktur PT Buana Citra Promosindo sekaligus Event Organizer Sukabumi Expo, H. Agus Chandra, menyampaikan apresiasi terhadap IPSI dan sejumlah paguron pencak silat yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. 

Menurutnya, keterlibatan IPSI dan paguron pencak silat dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi merupakan kegiatan yang secara rutin dilakukan setiap tahun. 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada IPSI beserta jajarannya dan kepada paguron-paguron yang ada. Saya hanya bisa memberikan fasilitas, tidak bisa memberikan apa-apa, tapi mereka benar-benar luar biasa semangatnya,” ujar Agus Chandra. 

Agus Chandra berharap seni dan budaya yang ada di Kabupaten Sukabumi mendapatkan perhatian serta pembinaan yang lebih baik dari pemerintah daerah. 

Ia menilai pengembangan budaya, termasuk pencak silat, penting dilakukan secara berkelanjutan karena selain menjaga warisan leluhur, keberadaan budaya juga dapat menjadi salah satu potensi untuk mengangkat nama Kabupaten Sukabumi. 

“Budaya ini perlu ada pengembangan. Mudah-mudahan nanti ada pembinaan dari pemerintah daerah, sehingga budaya-budaya yang ada di Kabupaten Sukabumi khususnya bisa berkembang lebih maju ke depan. Karena dari budaya itu juga akan mengangkat nama daerah,” pungkasnya. 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah


Mengenal Karang Hawu, Destinasi Ikonik Palabuhanratu dengan Jejak Budaya Sunda

Panorama kawasan Pantai Karang Hawu, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

SMARTNEWSROOM - Karang Hawu memiliki keunikan tersendiri. Nama Hawu itu berasal dari bentuk karang yang menyerupai tungku, yang dalam kehidupan masyarakat Sunda disebut hawu.

Pesona Karang Hawu semakin kuat dengan karakter ombak laut selatan serta bentang karang yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Formasi batuan dan panorama laut menjadikannya salah satu lokasi yang banyak dimanfaatkan wisatawan untuk menikmati pemandangan maupun mengabadikan momen.

Formasi batu karang di kawasan Pantai Karang Hawu, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Bentuk karang yang menyerupai tungku menjadi salah satu asal-usul penamaan Karang Hawu.

Karang Hawu juga memiliki nilai penting dalam konteks kawasan wisata Palabuhanratu. Penelitian mengenai kawasan ini mencatat Karang Hawu sebagai salah satu objek wisata unggulan dengan karakter alam yang khas. Di sisi lain, kondisi ombak, arus, dan batuan karang juga membuat wisatawan perlu memperhatikan aspek keselamatan ketika berada di sekitar pantai.

Bagi Sukabumi, Karang Hawu bukan sekadar hamparan pasir dan laut. Di balik deburan ombaknya, tersimpan identitas alam dan budaya yang menjadi bagian dari cerita panjang Palabuhanratu.

Karang Hawu pun terus menjadi salah satu wajah wisata pesisir selatan Kabupaten Sukabumi—tempat ketika keindahan alam berpadu dengan cerita budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Reporter: Muhammad Fikri
Redaktur: M. Iqbal
Foto: SmartNewsroom

Paripurna Pemkab Sukabumi Sampaikan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD 2026

Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menyampaikan Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).
Foto: Muammar Khadafi/SmartNewsroom.com
SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menyampaikan Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 kepada DPRD Kabupaten Sukabumi.

Penyampaian tersebut dilakukan dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi yang berlangsung di ruang sidang paripurna, Kamis (3/9/2026).

Nota pengantar disampaikan Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas yang mewakili Bupati Sukabumi H. Asep Japar.

Dalam penyampaiannya, Wakil Bupati mengatakan penyusunan perubahan APBD dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap capaian kinerja APBD hingga Semester I Tahun Anggaran 2026.

Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian anggaran sekaligus mengoptimalkan percepatan pencapaian target pembangunan.

“Perubahan ini diprioritaskan untuk pemenuhan belanja wajib dan mengikat serta mendukung berbagai program dan kegiatan prioritas lainnya,” ujar H. Andreas.

Menurutnya, penyesuaian APBD bukan sekadar perubahan angka dalam dokumen anggaran. Langkah tersebut diperlukan agar kebijakan fiskal daerah tetap responsif terhadap perkembangan yang terjadi sepanjang tahun anggaran.

Selain itu, perubahan APBD diharapkan dapat memastikan kebutuhan belanja yang bersifat wajib dan mengikat tetap terpenuhi serta mendukung pelaksanaan program prioritas daerah.

Wakil Bupati berharap pembahasan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 bersama DPRD dapat berjalan efektif dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, berbagai program prioritas daerah yang membutuhkan penyesuaian anggaran dapat segera dilaksanakan guna mendukung pencapaian target pembangunan Kabupaten Sukabumi.

Sebelumnya, Pemkab Sukabumi bersama DPRD telah menyepakati Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) pada 6 Agustus 2026.

Selain penyampaian Nota Pengantar Raperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Rapat Paripurna juga mengagendakan pengumuman perubahan susunan alat kelengkapan DPRD dari Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) serta pembentukan panitia khusus DPRD Kabupaten Sukabumi.

Reporter Anugrah

Redaktur M Iqbal 

 

Bupati Sukabumi Hadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka PUI, Kapolri Ajak Rawat Persatuan dan Kesatuan

SUKABUMI - Bupati Sukabumi H. Asep Japar menghadiri Apel Kebangsaan Kemah Nasional Pramuka Persatuan Ummat Islam (PUI) di Lapang Selabintana, Kabupaten Sukabumi, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Berdasarkan data yang dihimpun, Kemah Nasional Pramuka PUI diikuti sekitar 5.400 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Gerakan Pramuka dan PUI merupakan wadah yang tepat bagi generasi muda untuk berkumpul, mengembangkan diri, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Menurutnya, keberadaan wadah pembinaan generasi muda menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman, khususnya pada era media sosial dan kemajuan teknologi informasi.

"Ini sangat bermanfaat untuk generasi muda. Gerakan Pramuka menyiapkan insan untuk memiliki bekal pengetahuan, kedisiplinan, dan keterampilan. Sangat bermanfaat untuk pengembangan diri dan berkarya di lingkungan sekitar," ujarnya.

Kapolri juga menyoroti perkembangan teknologi dan media sosial yang memiliki dua sisi. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai ilmu pengetahuan dan informasi. Namun, di sisi lain, derasnya arus informasi tanpa disertai penyaringan yang baik dapat menimbulkan dampak negatif.

"Kalau tidak hati-hati dapat berdampak negatif. Makanya harus waspada dengan derasnya dan kemudahan informasi lewat kecanggihan teknologi ini," ucapnya.

Oleh karena itu, Kapolri mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. Ia meyakini Indonesia akan semakin maju apabila nilai-nilai persatuan tersebut terus dirawat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita mengetahui Pancasila dan mengenal semangat Bhinneka Tunggal Ika. Namun, itu jangan sampai berhenti di hafalan saja, harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP PUI H. Raizal Arifin mengatakan, Apel Kebangsaan tersebut menjadi momentum bagi PUI untuk turut berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.

PUI, kata dia, akan terus berkontribusi dan mengawal pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

"Dengan apel ini, ingin membangun PUI yang lebih baik melalui program presisi. PUI ingin mewujudkan negeri baldhatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Menyiapkan SDM terbaik," pungkasnya.

Reporte Muhamad Fikri 

Redaktur M Iqbal 

 

Tak Perlu Ribet, Ini Cara Sederhana Memulai Hidup Lebih Sehat

Smartnewsroom.com - LIFESTYLE - Menjaga kesehatan sering kali dianggap membutuhkan waktu, biaya, dan usaha yang besar. Padahal, hidup sehat sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Di tengah aktivitas yang semakin padat, menjaga kesehatan menjadi hal penting. Pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, hingga kemampuan mengelola stres memiliki peran dalam menjaga tubuh tetap bugar dan mendukung produktivitas.

Mulai dari Pola Makan Seimbang

Makanan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Mengonsumsi makanan dengan komposisi yang beragam dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Sayuran, buah-buahan, sumber protein, serta makanan yang mengandung serat dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Sebaliknya, konsumsi makanan dengan kandungan gula, garam, dan lemak yang berlebihan sebaiknya dibatasi.

Tidak harus langsung melakukan perubahan besar. Mengurangi minuman manis, menambah konsumsi sayuran, atau memilih camilan yang lebih sehat bisa menjadi langkah awal.

Jangan Lupakan Aktivitas Fisik

Kesibukan pekerjaan membuat banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam dalam posisi duduk. Kondisi tersebut membuat aktivitas fisik menjadi semakin penting.

Olahraga tidak selalu harus dilakukan di pusat kebugaran. Berjalan kaki, bersepeda, melakukan peregangan, atau melakukan aktivitas fisik ringan di rumah dapat menjadi pilihan.

Yang terpenting adalah menemukan aktivitas yang sesuai dengan kondisi dan dapat dilakukan secara rutin.

Tidur yang Cukup untuk Memulihkan Tubuh

Tidur sering kali menjadi bagian yang dikorbankan ketika aktivitas sedang padat. Padahal, kualitas tidur memiliki peran penting dalam proses pemulihan tubuh.

Kebiasaan tidur dan bangun pada waktu yang relatif konsisten dapat membantu membangun pola tidur yang lebih baik. Mengurangi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur juga dapat membantu menciptakan suasana yang lebih nyaman untuk beristirahat.

Kesehatan Mental Juga Penting

Menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik. Kesehatan mental juga menjadi bagian penting dari kualitas hidup.

Tekanan pekerjaan, masalah keluarga, tuntutan sosial, dan berbagai aktivitas sehari-hari dapat menimbulkan stres. Karena itu, menyediakan waktu untuk beristirahat dan melakukan aktivitas yang menyenangkan merupakan bagian dari gaya hidup sehat.

Berbicara dengan orang yang dipercaya ketika menghadapi masalah juga dapat membantu seseorang menghadapi tekanan dengan lebih baik.

Kurangi Kebiasaan yang Tidak Sehat

Perubahan gaya hidup juga dapat dimulai dengan mengurangi kebiasaan yang berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Mengurangi rokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol, menghindari begadang tanpa kebutuhan, serta mengurangi waktu layar yang tidak diperlukan dapat menjadi langkah sederhana.

Perubahan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi kebiasaan baru dalam jangka panjang.

Konsistensi Lebih Penting daripada Kesempurnaan

Menjalani gaya hidup sehat bukan berarti harus selalu sempurna. Ada kalanya seseorang tidak sempat berolahraga, mengonsumsi makanan favorit, atau tidur lebih larut karena pekerjaan.

Hal yang lebih penting adalah kembali pada kebiasaan sehat setelahnya.

Kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Dengan pola makan yang lebih baik, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, serta perhatian terhadap kesehatan mental, seseorang dapat membangun gaya hidup yang lebih seimbang.

Hidup sehat tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Mulailah dari satu kebiasaan kecil hari ini, lakukan secara konsisten, dan jadikan kesehatan sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables