SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Rabu, 08 Mei 2024

Rapat Koordinasi Rencana Penataan Cagar Alam Dan Taman Wisata alam Sukawayana

 
Rapat Koordinasi Rencana Penataan Cagar Alam Dan Taman Wisata alam Sukawayana. | Foto: (Muhammad Fikri Fauzi).

SMartnewsroom.com,SUKABUMI - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi bekerjasama dengan BBKSDA Jabar menyelenggarakan Rapat Koordinasi rencana penataan cagar alam dan taman wisata alam Sukawayana. Rakor berlangsung di Grand Inna Samudera Beach Hotel (GISBH) Palabuhanratu, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Rabu (08/05/2024).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo menjelaskan, rakor tersebut sebagai wadah penghubung aspirasi untuk menyamakan persepsi dan menyatukan komitmen bersama untuk melakukan penataan cagar alam dan taman wisata alam Sukawayana menjelang pelaksanaan Health City Summit 2024.

"Penataan CA (Cagar Alam) dan TWA (Taman Wisata Alam) Sukawayana merupakan upaya mendukung Pemkab. Sukabumi sebagai tuan rumah Health City Summit 2024," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo mengatakan, persiapan penataan di kawasan itu telah berlangsung sejak Bulan Januari, mulai dari penertiban kawasan, sosialisasi atau edukasi terhadap masyarakat, sampai dengan penindakan atas bangunan tidak berizin. 

"Bahkan di Bulan Maret kita membentuk tim penataan kawasan hutan konservasi cagar alam dan taman wisata alam Sukawayana untuk percepatan penataan," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo. 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo optimis, penataan cagar alam akan tuntas sebelum pelaksanaan Health City Summit 2024.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo berharap, kepada masyarakat yang berada di sekitar lokasi dapat mendukung adanya penataan yang dilakukan Pemerintah, sehingga kedepan kawasan Sukawayana menjadi kawasan ekowisata. 

"Nantinya kawasan ekowisata ini akan dikelola oleh pihak ketiga berdasarkan perjanjian kerjasama antara BKSDA dan PT Pacifik Budaya Pariwisata (PBP)," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi, Prasetyo.

Sementara itu, Pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jabar juga sangat mengapresiasi kepada semua pihak, Kepala bidang wilayah I BBKSDA Jabar Ir. Diah Qurani kristina, M.Si mengatakan BBKSDA Jabar selaku pemangku kawasan Cagar alam (CA) dan Taman wisata Alam (TWA) Sukawayana memberikan apresiasi kepada Pemda kabupaten Sukabumi dan semua pihak yg mendukung upaya penataan TWA dan CA sukawayana ini.

"Selain untuk mendukung penyelenggaraan health city summit di bulan juli mendatang, Penataan TWA Sukawayana diharapkan memberikan dampak positif bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Sukabumi, Permasalahan di TWA sukawayana adalah masalah yg kompleks, oleh karena itu perlu persepsi yg sama dan komitmen berbagai pihak dalam penataannya," tutup Kepala bidang wilayah I BBKSDA Jabar Ir. Diah Qurani kristina, M.Si. (Muhammad Fikri Fauzi).

Editor: Asep Gunawan

Satreskrim Polres Sukabumi Ungkap Kasus Tawuran Pelajar, 10 Orang Jadi Tersangka

Satreskrim Polres Sukabumi Ungkap Kasus Tawuran Pelajar, 10 Orang Jadi Tersangka. | Foto: (Asep Gunawan).

SMartnewsroom.com,SUKABUMI - Polisi menetapkan 10 orang anak berhadapan dengan hukum (ABH) dalam kasus duel maut pelajar SMP di Jalan Raya Pangleseran, Kampung Lebak Jero, Desa Parakanlima, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (04/05/2024) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro mengatakan, 10 ABH itu berinisial MF (13), yang merupakan pelaku duel, F (17), R (17), RG (15), T (17), ER (13), J (17), YW (14), I (16) dan RF (13).

Dalam duel maut itu, pelaku MF berkelahi menggunakan senjata tajam dengan korban berinisial FY (13).

Korban FY meninggal dunia di RSUD R Syamsudin SH (Bunut) Kota Sukabumi akibat mengalami luka bacok di kepala.

"Harapan kami fenomena ini tidak terjadi lagi, jadi saya sampaikan ke seluruh masyarakat, hal ini duel janjian itu merupakan pidana, bahkan merencanakan dan yang menonton, jika kami dapati, kami tangkap semua, karena ini merugikan," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro kepada SMartnewsroom.com di Satreskrim Polres Sukabumi, Rabu (8/5/2024).

Tersangka lain selain pelaku pembacokan dalam duel maut itu ada yang berperan sebagai perencana tawuran, ada yang menonton, dan ada yang memvideokan.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menjelaskan, para tersangka dipersangkakan pasal sesuai dengan peran masing-masing dalam peristiwa duel maut itu.

Awalnya, dua kelompok pelajar berjanjian tawuran di media sosial.

Mirisnya, aksi itu sampai mereka abadikan di ponsel hingga viral di media sosial.

"Saya sampaikan bahwa fenomena tawuran ini ini berawal dari adanya janjian media sosial, fenomena yang memprihatinkan. Dari janjian aksi tawuran tersebut terjadi tawuran," kata Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

"Status para pelaku dan korban semuanya masih sekolah, rata-rata masih di bawah umur. ABH itu rata-rata masih berumur antara 13 hingga 17 tahun. Atas kejadian ini ada satu korban pelajar umur 13 tahun meninggal dunia," jelas Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Terhadap ABH yang ditetapkan sebagai tersangka, polisi mempersangkakan dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2022 tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana selama-lamanya 10 tahun.

"Kemudian Pasal 338 tentang menghilangkan nyawa orang lain atau pembunuhan dengan ancaman pidana penjara selama-lamanya 15 tahun, dan Pasal 351 ayat 3 penganiayaan berat atau mati, dengan acaman penjara selama 7 tahun dan juga beberapa pasal terkait dengan membiarkan hal tersebut terjadi," ujar AKBP Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro mengatakan, dalam peristiwa itu ada keterlibatan alumni salah satu pihak. Pihaknya pun akan melakukan pendalaman terhadap keterlibatan alumni tersebut.

"Ada, kami indikasikan salah satu pihak sebagai tersangka karena sudah berumur 17 tahun, mungkin dari (yang) disampaikan indikasi alumni itu sebagai pihak yang turut merencanakan," tutup Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro. (Asep Gunawan).

Editor: Muhammad Fikri Fauzi).

Sat Reskrim Polres Sukabumi Ungkap Kasus Pembunuhan ART Di perumahan Frinanda Citepus Sukabumi

Sat Reskrim Polres Sukabumi Ungkap Kasus Pembunuhan ART Di perumahan Frinanda Citepus Sukabumi. | Foto: (Asep Gunawan).

SMartnewsroom.com,SUKABUMI - A (20) pelaku pembunuhan Sutarjo alias Ceceu (54) seorang pria kemayu yang terjadi di rumah majikan korban di Perumahan Frinanda, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dijerat pasal berlapis.


Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, mengatakan, kepada pelaku disangkakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan merampas nyawa orang lain dan pasal 351 ayat 3 tentang penganiayaan berat mengakibatkan korban meninggal dunia.


"Ancaman hukumannya terkait pasal 338 adalah selama-lamanya 15 tahun dan pasal 351 selama-lamanya 7 tahun," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro kepada SMartnewsroom.com di Satreskrim Polres Sukabumi, Rabu (08/05/2024).


Diketahui, peristiwa pembunuhan itu pertama kali diketahui oleh warga yang mendengat teriakan orang kesakitan dari rumah tersebut.


Sekira pukul 04.15 WIB, Ketua RW setempat dan warga mendatangi rumah majikan Ceceu, di sana ditemukan Ceceu tergeletak dalam keadaan telungkup, telanjang dan bersimbah darah, Sabtu (04/05/2024) lalu.


"Dari kejadian tersebut bahwa dalam waktu 3 jam semenjak olah TKP pertama dilakukan oleh kepolisian semenjak mendapatkan informasi, kemudian langsung secara cepat kami laksanakan olah TKP dan alhamdulillah dalam waktu 3 jam pelaku bisa kami amankan," ujar Kapolres Sukabumi, AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.


Saat itu pelaku ditangkap di dalam bus jurusan Palabuhanratu - Bogor di wilayah Parungkuda saat berusaha melarikan diri.


Di tempat yang sama, Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri, mengatakan, di TKP setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara, ditemukan barang bukti dua pisau yang dipakai pelaku untuk menusuk korban.


"Pisau ada dua, jadi kami temukan di TKP satu dimana korban terjatuh dan satu lagi di kamar mandi. Jadi pengakuan tersangka karena pisau yang satu ini jatuh, dia kembali lagi ke dapur mengambil pisau, itu pengakuan tersangka, dua-duanya (pisau) ada di lokasi, jadi bukan bawaan pelaku, tapi ada di lokasi TKP," ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri.


Tak hanya dua pisau, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya sepatu milik pelaku, karpet dan barang bukti lainnya.
Kronologi


Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri mengatakan, pelaku dengan korban kenal sudah sekitar satu bulan, awalnya pelaku kenal korban di salon di Banten tempat pelaku bekerja.


Pada Jumat (03/05/2024) lalu, pelaku menghubungi korban untuk mencari pekerjaan.


Pelaku pun datang ke Palabuhanratu dari Banten dengan bekal uang Rp. 100 ribu yang dikirim oleh korban.


Korban saat itu dijemput oleh pelaku di Terminal Palabuhanratu Jumat sore, korban pun sempat mengajak pelaku makan sebelum akhirnya membawa pelaku ke rumah majikannya.


Saat berada di rumah majikan korban, kepada polisi pelaku berinisial A itu mengaku kaget karena tiba-tiba korban korban menggesek-gesekan alat kelaminnya dengan keadaan badan telanjang.


Saat itu pelaku mengaku dipaksa dan diancam oleh korban dengan pisau, korban saat itu akan mensodomi pelaku.


"Karena tersangka juga memiliki bela diri, menangkis daripada pisau dan langsung menusukan ke bagian leher daripada korban," ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri.


Setelah menusuk korban, pelaku sempat berbincang dengan warga yang dibuat kaget dengan teriakan histeris orang kesakitan dari dalam rumah itu.


Pelaku saat itu keluar dari dalam rumah dan ditanya oleh warga, pelaku mengaku saat itu sedang bercanda dengan Ceceu dan menyebut korban akan melaksanakan salat malam.


"Ini kan pelaku sendiri saat ditanya daripada warga dia tidak terbuka, tapi dia mengatakan bahwa korban sedang salat, ada indikasi pelaku menutupi juga, ini masih dilakukan pendalaman," ujar Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri.


Saat itu pelaku kembali ke dalam rumah, pelaku pun kabur melalui lantai atas dan melompat keluar rumah.


Di TKP ditemukan bercak darah pelarian pelaku di blower ac dan dinding sampinh di luar rumah itu.


Tak lama setelah mendapatkan laporan penemuan mayat Ceceu, sekitar 3 jam polisi berhasil menangkap pelaku dengan berbekal identitas pelaku yang tertinggal di TKP.


"Kita menemukan adanya identitas pelaku yang tertinggal, ada tas di sana, kita buka, kita lihat ada indikasi ini pelaku dan betul daripada KTP yang didapat bersangkutan," ucap Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri.


"Selanjutnya kami mendapat informasi pelaku sudah bergerak, sudah meninggalkan lokasi dan di indakasikan pelaku menggunakan bus, selanjutnya kami bergerak cepat menghubungi daripada terminal yang ada di Sukabumi jam berapa kendaraan yang mengarah ke Bogor," jelas Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri.


Alhasil didapatkan informasi pelaku berangkat menggunakan bus jurusan Bogor.


Polisi pun berhasil menangkap pelaku di dalam bus di wilayah Kecamatan Parungkuda, 3 jam setelah mendapatkan laporan.


"Setelah kita mengontek sopir bus kita minta memvideokan, kita melihat adanya pelaku, kita melihat adanya pelaku dan kita hentikan di Polsek Parungkuda. Alhamdulillah dengan cepat selama 3 jam kami dapat menangkap pelaku," tutup Kasatreskrim Polres Sukabumi, AKP Ali Jupri. (Asep Gunawan).


Editor: Muhammad Fikri Fauzi

Nasi Goreng Ala Satgas Yonif 310/KK, Kedepankan Edukasi Bagi Pelajar Di Perbatasan

Nasi Goreng Ala Satgas Yonif 310/KK, Kedepankan Edukasi Bagi Pelajar Di Perbatasan. | Foto: Satgas Yonif 310/KIDANG KANCANA.

SMartnewsroom.com,Kabupaten Keerom - Dalam rangka menambah ilmu dan kreativitas pelajar di perbatasan, Pos Yuruf Satgas Yonif 310/KK berikan ekstrakurikuler tataboga ajarkan siswa SMPN 2 Web membuat nasi goreng dengan kemasanan lebih menarik dan memiliki nilai ekonomis di Kampung Yuruf, Distrik Yaffi, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu (07/05/2024).

Nasi goreng merupakan sajian nasi yang digoreng dalam sebuah wajan atau penggorengan yang menghasilkan cita rasa berbeda karena dicampur dengan bumbu-bumbu.

Nasi goreng juga merupakan makanan jalanan populer di Asia. Di beberapa negara Asia, restoran-restoran kecil, gerai-gerai pinggir jalan dan pedagang keliling mengkhususkan diri dalam menyajikan nasi goreng. Di kota-kota Indonesia, pedagang umum nasi goreng biasa ditemukan berpindah-pindah dengan gerobak makanan mereka dan berhenti di jalanan sibuk atau kawasan tempat tinggal.

Hal ini yang mendorong Komandan Pos (Danpos) Yuruf Letda Inf Agus Waluyo untuk memberikan ekstrakulikuler tataboga kepada siswa-siwi SMPN 2 Web. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menambah ilmu dan kreativitas anak di perbatasan RI-PNG.

"Pelatihan tata boga ini mencakup berbagai materi, seperti pengenalan bahan makanan, teknik memasak, penggunaan alat dapur serta penataan hidangan" ungkap Komandan Pos (Danpos) Yuruf Letda Inf Agus Waluyo.

Dalam pelaksanaannya, personil Satgas Yonif 310/KK mengundang siswa-siswi SMPN 2 Web untuk datang ke Pos, lebih kurang 30 siswa yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Kali ini personil Satgas menjadi Koki, mereka mendemonstrasikan kepada anak-anak memasak nasi goreng, mulai dari menyiapkan bahan makanan yang dibutuhkan, cara memasak hingga menyajikan dan mengemas nasi goreng tersebut selain enak untuk dinikmati akan tetapi memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

"Kita berikan kesempatan anak-anak untuk mencoba dan mempraktekan apa yang kita ajarkan, mereka sangat antusias," ungkap Letnan Komandan Pos (Danpos) Yuruf Letda Inf Agus Waluyo.

Lanjut dijelaskan, tak sekedar memasak, kegiatan ini memiliki manfaat yang besar sekaligus program edukasi untuk anak-anak diantaranya melatih kerjasama tim, melatih kreativitas, menumbuhkan kepercayaan diri dan melatih apresiasi seni.

Ditempat terpisah, Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu cara pendekatan kepada masyarakat khususnya siswa-siswi di perbatasan dimana masak bersama-sama menimbulkan kedekatan, keseruan, kecerian, kesenangan yang nantinya menimbulkan keakraban.

"Saya selalu menekankan kepada seluruh personil Satgas Yonif 310/KK yang tersebar mulai dari Kabupaten Keerom sampai dengan Kabupaten Pegunungan Bintang agar selalu berkreasi dan berinovasi dalam mendekatkan diri kepada seluruh lapisan masyarakat di wilayah perbatasan," tegas Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Disisi lain, Monik (15) salah seorang siswi yang ikut kegiatan tersebut, dirinya mengaku menyajikan nasi goreng yang diajarkan personil Satgas Yonif 310/KK merupakan hal yang baru.

"Saya sangat senang sudah diajarkan abang-abang TNI untuk memasak, saya mendapat ilmu baru, saya akan coba memasak dirumah dan sajikan kepada keluarga dan memakannya bersama-sama mama dan adik. Masakan abang-abang TNI enak sekali, saya suka," tutur Monik dengan tersenyum. (Muhammad Fikri Fauzi).

Otentifikasi: Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.
Editor: Asep Gunawan

Senin, 06 Mei 2024

Satgas Yonif 310/KK Berupaya Tingkatkan Mutu Kesehatan Di Pegunungan Bintang Papua

Satgas Yonif 310/KK Berupaya Tingkatkan Mutu Kesehatan Di Pegunungan Bintang Papua. | Foto: (Satgas Yonif 310/ KIDANG KANCANA).

SMartnewsroom.com,Pegunungan Bintang - Banyaknya warga yang berobat ke Pos TNI merupakan salah satu indikator tingginya tingkat kepercayaan masyarakat, Pos Batom Satgas Yonif 310/KK keliling kampung susuri rumah-rumah warga berikan pelayanan dan pengobatan gratis kepada warga Kampung Batom, Distrik Batom, Pegunungan Bintang, Senin (06/05/2024).

Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, ini merupakan wujud kepedulian dan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Satgas Yonif 310/KK, kegiatan ini langsung ditangani oleh Tim Kesehatan Satgas yang berada di wilayah Distrik Batom.

"Kegiatan pelayanan kesehatan ini rutin kami lakukan guna memeriksa dan membantu masyarakat dalam penyediaan sarana dan prasarana pengobatan," terang Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal

Menurut Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, salah satu yang menjadi tantangan dalam bidang kesehatan saat ini adalah belum meratanya pelayanan kesehatan yang bermutu, terlebih di wilayah pedalaman seperti di wilayah Papua. Sehingga Satgas Yonif 310/KK berupaya untuk meningkatkan mutu kesehatan di wilayah Distrik Batom, Kab. Pegunungan Bintang.

Pada kesempatan itu, Danpos (Komandan Pos) Batom Letda Inf Eko Effendi bersama Tim Kesehatan Satgas berkeliling kampung susuri rumah warga dalam memberikan pelayanan kesehatan. 

"Wilayah Distrik Batom merupakan wilayah yang endemik malarianya cukup tinggi, ditambah kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, dirasa kami perlu bertindak aktif demi meningkatkan kualitas kesehatan bagi warga perbatasan," tambah Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal. 

Masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan pelayanan kesehatan ini, seperti halnya Yeri Kaladana (57) salah seorang warga kampung, dirinya mengungkapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini semoga dapat membantu masyarakat yang kurang mampu dan membutuhkan.

“Kami sangat berterimakasih untuk bapak-bapak Tentara yang datang untuk memeriksa kesehatan kami, kami sangat terbantu sekali, kami hanya bisa berterimakasih dan mendoakan agar bapak-bapak Tentara sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan," tutup Yeri Kaladana. (R. Muhammad Fikri Fauzi).

Otentifikasi: Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.
Editor: Asep Gunawan

Kerjasama Dengan Pemerintah Kota Bekasi, Bupati Peluang Percepatan Pemasaran Produk Pertanian Sukabumi

Kerjasama Dengan Pemerintah Kota Bekasi, Bupati Peluang Percepatan Pemasaran Produk Pertanian Sukabumi. | Foto: R. Muhammad Fikri Fauzi.

SMartnewsroom.com,SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama Pemerintah Kota Bekasi melakukan penandatanganan kerjasama peningkatan pelayanan publik dan pengembangan perekonomian, di Pendopo Palabuhanratu, Kerjasama antar daerah ini ditandatangani oleh Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami dan Pj WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad, Senin (06/05/2024).

Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad menjelaskan, salah satu langkah awal dalam kerjasama ini adalah sektor ketahanan pangan. Mengingat, lahan pertanian di Kota Bekasi sudah tidak mumpuni. 

"Potensi lahan yang dimiliki Kab. Sukabumi ini kita ingin berkolaborasi dengan Pemkab Sukabumi untuk pengembangan ketahanan pangan," terang Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad. 

Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad menyatakan, potensi Kabupaten Sukabumi cukup melimpah, baik itu pertanian, perikanan maupun seni budaya. Oleh karena itu, kerjasama tersebut adalah langkah tepat untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. 

"Kedepan MoU ini akan ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai tugas dan fungsinya," ujar Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad. 

Tak hanya itu, berbagai event promosi daerah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu daya tarik Kota Bekasi, lantaran dinilai dapat mempromosikan daerah ke kancah nasional maupun internasional, seperti hal nya Kabupaten Sukabumi saat ini. 

"Kita akan banyak belajar kepada Kabupaten Sukabumi bagaimana mempromosikan suatu daerah melalui event-event daerah sehingga kedepan kota bekasi bisa di kenal ke kancah nasional bahkan internasional," papar Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad. 

Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad berharap, kerjasama tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan daerah kota Bekasi juga akan meningkatkan taraf perekonomian masyarakat di Kabupaten Sukabumi. 

"Harapan kedepan potensi ini bisa dioptimalkan sehingga kami turut menikmati hasil alam yang ada di sini," ujar Pj. WaliKota Bekasi, R. Gani Muhammad. 

Ditempat yang sama, Bupati Sukabumi H Marwan Hamami menyatakan, pemasaran produk menjadi kendala yang dialami selama ini. Maka, dengan adanya kerjasama tersebut diharapkan akan membuka peluang percepatan pemasaran produk pertanian yang dimiliki Kab. Sukabumi. 

"Harapan kita bagaimana potensi ini dapat meningkatkan taraf perekonomian masyarakat kususnya petani," tandas Bupati Sukabumi H Marwan Hamami. 

Diakhir acara, dilakukan penyerahan cenderamata dari kedua belah pihak antara Kabupaten Sukabumi dengan Kota Bekasi. (R. Muhammad Fikri Fauzi).

Editor: Asep Gunawan 

HUT Ke 105 Damkar, Bupati Minta Peningkatan Layanan Pencegahan Kebakaran Dan Penyelamatan

HUT Ke 105 Damkar, Bupati Minta Peningkatan Layanan Pencegahan Kebakaran Dan Penyelamatan. | Foto: Muhammad Fikri Fauzi.

SMartnewsroom.com,SUKABUMI - Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami bertindak sebagai Inspektur upacara Hari Ulang Tahun ke 105 Pemadam Kebakaran, di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (06/05/2024).

Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami dalam amanatnya meminta segenap jajaran DPKP Kabupaten Sukabumi agar selalu meningkatkan layanan pencegahan, baik pencegahan penanggulangan kebakaran maupun penyelamatan untuk mendorong masyarakat dan daerah semakin tumbuh, maju, dan tangguh. 

Perjalanan DPKP hingga 105 tahun tidaklah mudah. Usia ini menandakan bahwa rakyat mengakui keberadaan Damkar dan kerja kerasnya telah menghasilkan kepercayaan publik.

Berdasarkan laporan, sepanjang tahun 2023 DPKP telah berkontribusi melakukan penanggulangan kebakaran sebanyak 579 kali dan non kebakaran 517 kali. Penyelamatan terbanyak adalah animal rescue.

"Animal rescue ini seperti mengevakuasi sarang tawon jenis vespa, ular masuk rumah warga, terpleset masuk sumur, dan terseret air sungai," ujar Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami.

Dijelaskan Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami, DPKP merupakan ujung tombak yang dapat memberikan layanan dasar kepada masyarakat. Dirinya menekan keterbukaan informasi dan kemudahan teknologi dapat dimanfaatkan untuk pengembangan diri. 

Tak hanya itu, keterlibatan aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam pencegahan, penanggulangan kebakaran dan penyelamatan, hal tersebut sebagaimana amanat regulasi Kemendagri mengenai pembentukan Dinas Damkar dan peran Relawan kebakaran (Redkar). 

"Saya mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran," ujar Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sukabumi, H Marwan Hamami menyerahkan piagam penghargaan kepada 5 pegawai Purna Bakti DPKP dan penyerahan piala skil competition kepada pemenang.
Usai melaksanakan upacara, Bupati Sukabumi memberikan pembinaan umum kepada seluruh pegawai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi. (Muhammad Fikri Fauzi).

Editor: Asep Gunawan
Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables