SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Banjir Di Kabupaten Sukabumi. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Banjir Di Kabupaten Sukabumi. إظهار كافة الرسائل

الخميس، 18 ديسمبر 2025

Respon Cepat Damkar Sukabumi, Warga Bantaran Sungai Cidadap Dievakuasi

 

Damkar dan Tim Gabungan Selamatkan Warga Cidadap Dari Potensi Banjir. Foto: Muhammad Fikri Fauzi

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat mengevakuasi warga Kampung Sawah Tengah, Kedusunan Kawung Luwuk, Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan, menyusul meningkatnya debit Sungai Cidadap yang berpotensi menyebabkan banjir, Kamis (18/12/2025).

 

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipatif guna menjamin keselamatan warga yang bermukim di wilayah rawan luapan sungai. Peningkatan debit air dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi di wilayah hulu sungai.

 

DPKP Kabupaten Sukabumi menerjunkan personel ke lokasi untuk membantu proses evakuasi serta memastikan kondisi masyarakat berada dalam keadaan aman. Kegiatan ini dilaksanakan bersama tim gabungan yang terdiri dari Pos SAR Sukabumi, BPBD Kabupaten Sukabumi, Polsek Simpenan, Pemerintah Kecamatan Simpenan, Pemerintah Desa Cidadap, Karang Taruna Desa Cidadap, SAKA SAR, Caldera Rescue, serta unsur masyarakat setempat.

 

Berkat koordinasi lintas instansi yang solid dan kesigapan petugas di lapangan, seluruh warga yang berada di zona rawan berhasil dievakuasi dengan aman ke lokasi yang lebih aman. Hingga saat ini, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan bersama tim gabungan masih melakukan pemantauan debit Sungai Cidadap serta meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir susulan.

 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem serta mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


الأحد، 1 يونيو 2025

Disperkim Kab. Sukabumi Geber Pembersihan Area Lapang Cangehgar Pasca Banjir Maret Lalu

 

Smarnewsroom.com, SUKABUMI || Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi terus berjibaku membersihkan area Lapang Cangehgar, Palabuhanratu. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk pemulihan pascabanjir yang sempat melanda pada 6 Maret 2025 lalu dan meninggalkan material lumpur serta pasir di area tersebut.

 

Sekretaris Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Sukabumi, Herdiawan Waryadi, mengatakan bahwa pembersihan dilakukan secara rutin setiap hari, meski menghadapi berbagai kendala. Ia menyebutkan tim yang diturunkan berjumlah antara 15 hingga 30 personel, bergiliran setiap harinya.

 

"Pembersihan dilakukan rutin setiap hari oleh tim gabungan. Kami menerjunkan sekitar 15 sampai 30 personel dari Disperkim," ujar Herdiawan kepada SMartnewsroom.com, Minggu (01/06/2025).

 

Sekdis Perkim Kab. Sukabumi, Herdiawan Waryadi mengungkapkan bahwa proses pembersihan sempat terhambat akibat tebalnya tumpukan lumpur dan pasir yang sudah mengeras. Pihaknya sebenarnya telah mengajukan permohonan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum (PU), namun hingga kini belum tersedia karena alat tersebut tengah difokuskan untuk penanganan bencana di lokasi lain.

 

"Tim saat ini memakai alat cangkul manual karena alat berat yang dimohonkan ke Dinas PU tidak kunjung datang. Kami maklum karena memang saat ini alat berat mereka tengah sibuk menangani bencana di wilayah lain,” ujarnya.

 

Sekdis Perkim Kab. Sukabumi Herdiawan Waryadi menjelaskan, tumpukan material yang ada merupakan kiriman dari luapan sungai saat banjir melanda. Debit air yang tinggi menyebabkan drainase di sekitar taman tidak mampu menampung, hingga akhirnya air meluber dan membawa material ke area lapang.

 

"Material pasir ini kiriman dari luapan sungai saat banjir, karena debit air saat itu melebihi kapasitas drainase yang ada di sekitar taman," tegasnya.

 

Sebagai langkah antisipatif ke depan, Herdiawan menyebutkan bahwa pihaknya telah merencanakan perbaikan sistem drainase di kawasan Lapang Cangehgar. Hal ini dilakukan agar kawasan tersebut tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.

 

"Perbaikan drainase menjadi bagian dari upaya pemulihan kawasan taman agar selalu bersih, aman, dan nyaman untuk warga. Kami terus berupaya menjaga area ini tetap terawat," ujarnya.

 

Herdiawan juga mengimbau kepada masyarakat dan para pengunjung untuk sementara waktu tidak menggunakan area Lapang Cangehgar hingga kondisi benar-benar pulih dan aman.

 

"Untuk itu, kepada masyarakat atau pengunjung kami mohon agar selalu menjaga kebersihan. Kami juga mohon maaf karena area Lapang Cangehgar masih belum sepenuhnya bersih, jadi jangan dipergunakan dulu demi kenyamanan dan keselamatan bersama," tutupnya. (Asep Gunawan).

 

Redaktur: Muhammad Iqbal


الأحد، 9 مارس 2025

Aksi Dedi Mulyadi Bersihkan Sungai Cipalabuan, Ikut Bersihkan Sampah Yang Sebabkan Pasca Banjir

 

SMartnewsroom.com, SUKABUMI || Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membersihkan sampah yang menumpuk di aliran sungai Cipalabuan pasca banjir bandang pada Kamis malam (6/3/2025) lalu. Pembersihan berlangsung di Tempat Pelelangan Ikan Palabuhanratu, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Sabtu, (8/3/2025).

 

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengatakan, kehadirannya di Palabuhanratu bukan sekadar untuk memantau titik bencana, melainkan untuk membantu aparat terkait termasuk meringankan beban masyarakat.

 

"Ini bukan mantau, ini bantu Pak Kapolres, bantu Dandim, bantu Pak Bupati, ringanin beban yang ada di sini. Beban bencana itu beban semua," ungkapnya. 

 

Baca Juga: Wapres RI Didampingi Bupati Sukabumi Tinjau Jembatan Putus Di Bojongkopo Simpenan

 

Menurutnya, ada beberapa faktor utama yang menyebabkan permasalahan, diantaranya pendangkalan sungai, jembatan yang dibangun secara lurus akan diubah menjadi melengkung agar aliran air lebih lancar, kesadaran masyarakat, serta kerusakan hutan akibat penebangan liar.

 

"Ini gila semua. Banyak sampah dari rumah tangga seperti kasur, bantal, guling, seprai, bahkan pakaian dalam," cetusnya.

 

Sebagai solusi jangka panjang, Gubernur mengusulkan revolusi dalam penataan pemukiman di sekitar sungai. Ia berencana merelokasi rumah-rumah yang berada di bantaran sungai atau mengubah desainnya menjadi rumah panggung sebagaimana yang telah diterapkan di Karawang dan Kabupaten Bogor.

 

"Saya akan bongkar semua rumah yang ada di jalur sungai dan geser ke tempat yang lebih aman. Jika tetap ingin tinggal di dekat sungai, maka rumahnya harus berdesain panggung. Jika tidak, saya tidak akan memberikan bantuan," tegasnya.

 

Baca Juga: Wabup Tinjau Lokasi Bencana Banjir Di Palabuhanratu, "Kita Segera Lakukan Penanganan Bagi Masyarakat Terdampak"

 

Selain itu, pemerintah akan melakukan relokasi terhadap wilayah sempadan sungai dan menertibkannya bersama PSDA dan BBWS, dengan pendampingan dari Brimob untuk memastikan proses berjalan lancar.

 

"Langkah ini diharapkan dapat mencegah bencana serupa terjadi setiap tahunnya," ujarnya.

 

Menanggapi jalur longsoran di Simpenan, Ia meminta seluruh pihak untuk menghentikan aktivitas penebangan pohon, penambangan, serta alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

 

"Kita nggak bisa beresin ini kalau hulunya nggak beres. Hulunya dulu, otaknya jangan cuma mikirin duit terus," timpalnya.

 

Sementara itu, Bupati Sukabumi, Haji Asep Japar, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Jawa Barat dalam menangani dampak banjir.

 

"Langkah nyata Gubernur ini luar biasa. Sodetan-sodetan yang muncul di saluran air itu menyebabkan banjir, sehingga harus segera ditangani," ujarnya.

 

Haji Asjap menambahkan bahwa Sungai Cipalabuan merupakan kewenangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Provinsi. Dalam waktu dekat akan dilakukan pengerukan dengan bantuan alat berat dari pemerintah provinsi.

 

"Rencana relokasi warga atau perubahan desain rumah menjadi rumah panggung akan segera dikaji dan direalisasikan demi mencegah bencana kedepannya," pungkasnya. (Bedor).

 

Redaktur: Muhammad Fikri Fauzi


يتم التشغيل بواسطة Blogger.

نموذج الاتصال

الاسم

بريد إلكتروني *

رسالة *

بحث هذه المدونة الإلكترونية

التسميات

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables