SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Sekda kab.sukabumi. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Sekda kab.sukabumi. إظهار كافة الرسائل

الأحد، 26 يوليو 2026

Pemkab Sukabumi Fokus Pemulihan Korban, Status Tanggap Darurat Kebakaran Ciptamulya Resmi Berlaku

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman Tinjau Langsung Lokasi Kebakaran Di Kasepuhan Ciptamulya. Foto: Iqbal Abdillah

SMartnewsroom.com, Cisolok – Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana menyusul kebakaran besar yang melanda Kampung Adat Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Penetapan tersebut berlaku selama tujuh hari, mulai 25 hingga 31 Juli 2026, sebagai langkah percepatan penanganan bagi masyarakat terdampak.

 

Keputusan tersebut diumumkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, setelah meninjau langsung lokasi kebakaran bersama sejumlah perangkat daerah pada Sabtu (26/07/2026).

 

Dalam peninjauan itu, Sekda didampingi Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi beserta jajaran, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya. Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus menyusun langkah penanganan yang cepat dan terkoordinasi.

 

Menurut Ade Suryaman, penetapan status tanggap darurat merupakan hasil rapat koordinasi yang digelar setelah melihat secara langsung dampak kebakaran yang menghanguskan permukiman warga.

 

"Hari ini saya bersama tim, Pak Kalak BPBD beserta jajaran, Dinas Sosial, dan perangkat daerah lainnya meninjau langsung lokasi. Ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi yang telah dilaksanakan untuk menetapkan status tanggap darurat bencana. Melihat kondisi di lapangan, pelaksanaan tanggap darurat diberlakukan mulai 25 hingga 31 Juli 2026," ujarnya.

 

Baca Juga: Bupati Sukabumi Tinjau Lokasi Kebakaran Ciptamulya, Instruksikan Penanganan Darurat Segera Dilakukan

 

Dengan diberlakukannya status tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi langsung menggerakkan seluruh perangkat daerah sesuai tugas dan fungsinya. Fokus penanganan diarahkan pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, pelayanan kesehatan, distribusi bantuan, hingga penyiapan hunian sementara.

 

Sekda juga memastikan kondisi para penyintas yang berada di lokasi pengungsian dalam keadaan baik. Selain menempati tenda darurat, sebagian warga untuk sementara tinggal di rumah keluarga maupun kerabat terdekat.

 

Baca Juga: Damkarmat Kabupaten Sukabumi Berjibaku Jinakkan Kebakaran Hebat Di Kasepuhan Ciptamulya

 

"Pemerintah telah menugaskan Dinas Kesehatan untuk memberikan pelayanan dan pemantauan kesehatan secara intensif, terutama bagi kelompok rentan seperti ibu hamil dan lanjut usia. Posko kesehatan juga telah beroperasi di lokasi," ungkapnya.

 

Selama masa tanggap darurat, Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama BPBD, TNI, Polri, relawan, serta berbagai unsur terkait akan terus melakukan upaya penanganan dan pemulihan agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi serta proses rehabilitasi dapat segera dilaksanakan.

 

Reporter: Muhammad Iqbal Abdillah

Editor: Mia

Redaktur: RHF


الجمعة، 19 يونيو 2026

Kabupaten Sukabumi Mantapkan Swasembada Pangan Berkelanjutan melalui Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam

 

Sekda Kabupaten Sukabumi Hadiri Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam untuk Perkuat Ketahanan Pangan Berkelanjutan. Foto: Fikri

SMartnewsroom.com, Nyalindung — Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi H. Ade Suryaman menghadiri kegiatan Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam yang dilaksanakan di Desa Nyalindung, Kecamatan Nyalindung, Kamis (18/06/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya percepatan musim tanam guna mendukung ketahanan dan swasembada pangan berkelanjutan di Kabupaten Sukabumi.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sekda hadir mewakili Bupati Sukabumi. Ia menyampaikan bahwa sektor pertanian Kabupaten Sukabumi terus menunjukkan capaian yang membanggakan. Pada tahun 2025, Kabupaten Sukabumi berhasil memproduksi lebih dari satu juta ton gabah, melampaui target nasional dan mengantarkan Kabupaten Sukabumi sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi di tingkat nasional.

 

Atas capaian tersebut, Kabupaten Sukabumi memperoleh penghargaan Satyalancana Wirakarya Bidang Pertanian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

“Pada tahun 2026 ini, kita kembali menghadapi target tanam seluas 11.114 hektare. Tentu ini bukan pekerjaan yang ringan. Oleh karena itu, bantuan benih padi dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong peningkatan luas tambah tanam dan produktivitas pertanian di Kabupaten Sukabumi,” ungkapnya.

 

Baca Juga: Wabup Andreas: Sorgum Jadi Terobosan Energi Hijau dan Kesejahteraan Petan

 

Sekda menegaskan, berbagai tantangan yang dapat memengaruhi produktivitas pertanian harus diantisipasi sejak dini, terutama dampak perubahan iklim dan potensi kekeringan akibat fenomena El Nino.

 

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga masyarakat untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung keberhasilan musim tanam.

 

“Saya mengajak semua pihak untuk memperkuat koordinasi, mempercepat proses semai dan tanam, melakukan pendataan potensi pertanian secara akurat, serta mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana pertanian yang tersedia,” ujarnya.

 

Baca Juga: Wabup Sukabumi Hadiri Gebyar Muharram 1448 H Kecamatan Cidahu Ajak Masyarakat Perkuat Semangat Hijrah dan Kebersamaan

 

Sementara itu, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati, dalam laporannya menyampaikan bahwa Kabupaten Sukabumi pada tahun 2026 telah mencapai swasembada pangan dan kini memasuki tahap swasembada pangan berkelanjutan.

 

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendampingan dan dukungan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

 

“Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Kementerian Pertanian telah mendampingi Kabupaten Sukabumi sejak tahun 2024, dan pada tahun 2026 ini insyaallah pendampingan tersebut akan terus kami lanjutkan,” jelasnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Daerah secara simbolis menyerahkan bantuan benih padi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi kepada enam kelompok tani di Kecamatan Nyalindung. Selain itu, dilakukan pula penanaman padi secara simbolis sebagai tanda dimulainya musim tanam.

 

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengikuti secara virtual Gerakan Percepatan Semai, Olah Lahan, dan Tanam bersama Wakil Menteri Pertanian RI, Sudaryono, yang dipusatkan di Kabupaten Subang dan dilaksanakan secara serentak di sebelas kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat.

 

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap percepatan tanam dapat berjalan optimal sehingga mampu meningkatkan produksi pangan, menjaga ketahanan pangan daerah, serta memperkuat kontribusi Kabupaten Sukabumi sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

 

Reporter: Muhammad Fikri Fauzi

Editor: Muhammad Iqbal Abdillah

Redaktur: RHF


الاثنين، 26 يناير 2026

Layanan Darurat 112 Segera Berlaku Di Sukabumi, Aduan Warga Lebih Cepat Ditangani

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman Menerima Audiensi dari Digital Sandi Informasi terkait Layanan Nomor Panggilan Darurat 112. Foto: MFF

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Pemerintah Kabupaten Sukabumi bersama PT Digital Sandi Informasi (DSI) membahas rencana penerapan Layanan Nomor Panggilan Darurat 112. Pembahasan tersebut berlangsung di Ruang rapat Wakil Bupati, Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (26/01/2026).

 

Pembahasan dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman, dan dihadiri para asisten daerah, staf ahli bupati, serta jajaran Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Sukabumi.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, H. Ade Suryaman mengatakan, layanan panggilan darurat 112 sangat dibutuhkan untuk diterapkan di Kabupaten Sukabumi. Menurutnya, layanan tersebut dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan aduan, baik terkait pelayanan publik, kebencanaan, kebakaran, maupun kondisi darurat lainnya, sehingga pemerintah dapat merespons lebih cepat.

 

“Kita akan mempersiapkan langkah-langkah konkret agar layanan ini bisa segera dikerjasamakan dan diterapkan di Kabupaten Sukabumi,” kata Sekda.

 

Sekda menjelaskan, ke depan layanan call center 112 akan berada di bawah Diskominfosan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga akan segera menyurati Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) agar layanan tersebut dapat segera direalisasikan.

 

"Sambil menunggu realisasi, kami juga berencana melakukan studi ke Kota Bandung yang dinilai berhasil dalam mengelola layanan 112 di Jawa Barat," ujarnya.

 

Ia berharap kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi.

 

Sementara itu, Kepala Diskominfosan Kabupaten Sukabumi, Yulipri, menuturkan bahwa layanan call response 112 sangat tepat diterapkan di wilayah Sukabumi. Selain memudahkan masyarakat dalam menyampaikan keluhan, layanan ini juga bebas pulsa sehingga tidak membebani warga.

 

"Beberapa daerah di Jawa Barat, seperti Kota Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan beberapa daerah lainnya sudah menerapkan layanan ini. Diskominfosan tentu akan segera menindaklanjuti rencana kerja sama tersebut,” pungkasnya.

 

Perwakilan PT Digital Sandi Informasi, Wulan, menjelaskan bahwa 112 merupakan layanan nomor tunggal panggilan darurat nasional yang bebas pulsa dan telah diterapkan di berbagai kabupaten/kota di Indonesia.

 

"Layanan 112 hadir sebagai solusi nomor tunggal darurat yang mudah diingat, berstandar nasional, dan menjadi bagian dari pengembangan smart city,” ujarnya.

 

Menurutnya, Kementerian Komunikasi dan Digital saat ini tengah memfokuskan penerapan layanan 112 di seluruh Indonesia.

 

Wulan menambahkan, layanan 112 juga memungkinkan pimpinan daerah memantau secara langsung kecepatan penanganan berbagai kondisi darurat, termasuk kebencanaan.

 

“Harapannya, masyarakat Kabupaten Sukabumi dapat memanfaatkan layanan 112 untuk melaporkan kondisi darurat dengan cepat dan mudah,” tutupnya.

 

Reporter: Anugrah

Editor: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: RHF


يتم التشغيل بواسطة Blogger.

نموذج الاتصال

الاسم

بريد إلكتروني *

رسالة *

بحث هذه المدونة الإلكترونية

التسميات

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables