SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. إظهار كافة الرسائل
‏إظهار الرسائل ذات التسميات Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. إظهار كافة الرسائل

الخميس، 11 ديسمبر 2025

Dinas PU Butuh Cuan 1,3 Triliunan Kejar Target Kemantapan Jalan 80 Persen

Salah Satu Jalan Yang Dalam Kondisi Rusak Di Wilayah Kabupaten Sukabumi. Foto: Ist
SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi membutuhkan anggaran hingga mencapai 1,3 triliun untuk mengejar target 80 persen kemantapan jalan Kabupaten di  seluruh wilayah Sukabumi.

 

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus mengatakan,. Pemerintah Kabupaten Sukabumi telah menggelontorkan anggaran sebesar 149,89 miliar rupiah. Untuk pembangunan dan pemeliharaan jalan diberbagai wilayah selama tahun 2025, menurutnya. Jumlah tersebut dinilai masih jauh dari kebutuhan ideal.

 

"Untuk mencapai tingkat kemantapan jalan mencapai 80 persen, diperlukan biaya sekitar 1,3 triliun, " ungkap Uus Firdaus, belum lama ini, Kamis (11/12/2025). 

 

Baca Juga: Hari Juang Siliwangi 2025, Dandim 0662/Kabupaten Sukabumi Gaungkan Nilai Perjuangan dan Cinta Tanah Air

 

Uus juga memaparkan kondisi terbaru infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, dari total 1424, 36 kilometer jalan kabupaten secara keseluruhan. sepanjang 507,6 kilometer atau setara 35,63 pesen masih dalam kondisi rusak berat.

 

Sementara, lanjut dia. Jalan dalam kondisi baik baru mencapai 40,70 persen, 29,41 persen atau sepanjang 290.67 kilometer diantaranya dalam kondisi rusak sedang, dan 54,06 kilometer atau 3,79 persen masuk dalam kategori rusak ringan. 

 

Baca Juga: Momentum Hari Juang Siliwangi, Dorong Pelestarian Sejarah dan Pelayanan Prima 

 

Ia menjelaskan, saat ini perbaikan jalan didominasi metode hotmix lantaran dianggap lebih efisien menjangkau berbagai titik. Sementara untuk pengecoran hanya diterapkan untuk ruas-ruas jalan prioritas, terutama yang dilalui kendaraan berat dan atau kontur tanah yang membutuhkan kekuatan struktur lebih tinggi.

 

"Didominasi oleh hotmik karena kan pengecoran biayanya tinggi, dua kali lipat dari pengaspalan. Kecuali di lokasi yang memang sering dilalui kendaraan berat," terangnya.

 

Baca Juga: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi Lakukan Asesmen Detail Kerusakan Jalan Akibat Pergerakan Tanah di Sekarwangi

 

Perbaikan menggunakan metode pengecoran memang memiliki keunggulan dalam hal durabilitas struktur, sehingga memungkinkan usia jalan lebih panjang. Namun dari sisi pembiayaan lebih tinggi dibanding hotmix yang saat ini dinilai lebih efisien.

 

"Hotmix lebih dapat menjangkau ruas jalan yang lebih luas dalam pelaksanaan pembangunan dan pemeliharaan, " tandasnya.

 

Reporter: WH

Editor: MFF

Redaktur: RHF

Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi Lakukan Asesmen Detail Kerusakan Jalan Akibat Pergerakan Tanah di Sekarwangi

 

Mitigasi Longsor, Dinas PU Susun Rencana Perbaikan dan Pembangunan Penahan Tanah di Cibadak. Foto: Ist

SMartnewsroom.com, SUKABUMI - Dinas Pekerjaan Umum Dinas (PU) Kabupaten Sukabumi bergerak cepat menindaklanjuti kejadian pergeseran tanah yang terjadi di Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak.

 

Insiden yang dipicu intensitas hujan tinggi itu menyebabkan sebagian akses jalan terdampak serta merusak infrastruktur drainase, sehingga menghambat aktivitas warga di sekitar lokasi.

 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Dudu Wahyudi, mengungkapkan bahwa tim lapangan langsung diterjunkan sesaat setelah menerima laporan.

 

“Respons kami telah diterjunkan ke lapangan dengan memasang rambu-rambu peringatan serta melakukan asesmen atau perhitungan kerusakan jalan secara detail,” ujar Dudu, Kamis (11/12/2025).

 

Baca Juga: Perbaiki Sistem Air, Dinas PU Kabupaten Sukabumi Pastikan Drainase Jalur Cicurug–Cidahu Berfungsi Optimal

 

Menurut Dudu, potensi terjadinya pergerakan tanah susulan masih cukup tinggi mengingat kondisi curah hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Ia meminta masyarakat untuk menghindari area rawan tersebut demi mengurangi risiko kecelakaan.

 

Pengguna jalan pun diimbau mengikuti rambu-rambu peringatan serta arahan petugas di lapangan. Selain itu, warga yang tinggal di zona rentan longsor diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

 

“Jika diperlukan relokasi sementara, kami menyarankan warga untuk mengikuti arahan BPBD demi keselamatan,” tambahnya.

 

Baca Juga: Petugas Damkar Ungkap Fenomena Ular Bermunculan, 22 Ekor Ditemukan Di Gorong-gorong

 

Dudu menegaskan bahwa DPU segera menyusun rencana tindak lanjut berupa perencanaan perbaikan, penyusunan anggaran penanganan struktural, hingga pembangunan konstruksi penahan tanah untuk mencegah kejadian serupa.

 

Koordinasi intensif dilakukan bersama BPBD, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa guna memastikan pemetaan risiko jangka panjang berjalan optimal.

 

“Kami memprioritaskan keselamatan masyarakat dan pemulihan aksesibilitas. Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara berkala. Kami berharap kerja sama dan kewaspadaan bersama dalam menghadapi situasi ini,” jelasnya.

 

Reporter: WH

Editor: Muhammad Fikri Fauzi

Redaktur: RHF


يتم التشغيل بواسطة Blogger.

نموذج الاتصال

الاسم

بريد إلكتروني *

رسالة *

بحث هذه المدونة الإلكترونية

التسميات

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables