![]() |
|
Satu Unit Armada Pemadam Kebakaran Sumedang Terguling Di Wilayah Cileungsing, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang (sumber foto: Fikri Fauzi). |
SMartnewsroom.com, SUMEDANG - Satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) milik Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sumedang mengalami kecelakaan hingga terguling saat menuju lokasi kebakaran lahan, Selasa (15/9/2026) sore.
Armada bernomor polisi Z 8025 A itu mengalami kecelakaan di wilayah Cileungsing, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, sekitar pukul 15.07 WIB.
Dalam kecelakaan tersebut, dua personel damkar mengalami luka ringan. Sementara pengemudi armada dilaporkan selamat.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Sumedang, Arifin Rahmat, membenarkan insiden tersebut.
Ia menjelaskan, armada damkar sedang dalam perjalanan menuju wilayah Hariang, Kecamatan Buahdua, untuk menangani kebakaran lahan kering.
Namun, saat melintasi tikungan di wilayah Cileungsing, pengemudi diduga harus melakukan manuver untuk menghindari sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan.
“Rencananya mau ke wilayah Hariang untuk padamkan kebakaran lahan. Saat melintas di tikungan, pengemudi mobil menghindari tabrakan dengan motor, mobil oleng hingga akhirnya terguling,” ujar Arifin.
Akibat manuver tersebut, armada kehilangan keseimbangan dan terguling di lokasi kejadian.
Arifin memastikan kecelakaan itu tidak menimbulkan korban jiwa. Dua personel damkar mengalami luka ringan, sedangkan pengemudi berhasil selamat.
“Dua orang personel luka ringan. Pengemudi mobil selamat,” katanya.
PEMADAMAN DILANJUTKAN WARGA
Pasca kecelakaan, penanganan kebakaran lahan kering di wilayah Hariang dilakukan oleh warga setempat menggunakan peralatan seadanya.
Sementara itu, armada damkar yang terguling telah dievakuasi dari lokasi kejadian menggunakan mobil derek milik PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).
Armada tersebut kemudian dibawa ke Markas Damkar Sumedang untuk menjalani pemeriksaan dan perbaikan.
Dinas Damkar Sumedang memastikan penanganan terhadap personel yang terluka serta perbaikan armada dilakukan setelah insiden tersebut.
Penulis: Muhammad Fikri Fauzi
Editor: Fauzi
Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah
