![]() |
| BUMDesa Tenjoayu Bikin Gebrakan! Budidaya Melon Raup Hasil Panen Perdana Lebih dari 2 Ton. (Sumber Foto: Muhammad Fikri Fauzi). |
SMartnewsroom.com || SUKABUMI - Inovasi pengembangan usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tenjoayu Sukses Mandiri, Desa Tenjoayu, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, mulai membuahkan hasil. Melalui budidaya buah melon, BUMDesa tersebut berhasil mencatatkan hasil panen perdana lebih dari 2 ton.
Keberhasilan ini menjadi langkah positif dalam mengoptimalkan potensi desa, khususnya sektor pertanian, sekaligus membuka peluang usaha produktif yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.
Camat Cicurug, Chaerul Ichwan, mengapresiasi terobosan yang dilakukan BUMDesa Tenjoayu Sukses Mandiri. Menurutnya, pengembangan budidaya melon tersebut menjadi contoh bagaimana potensi dan aset desa dapat dikelola menjadi kegiatan usaha yang memiliki nilai ekonomi.
"Alhamdulillah, di sini terdapat dua lokasi budidaya dengan dua varietas melon, yakni Dalmasian dan Sweet Lavender. Berdasarkan hasil panen pertama, produksinya mencapai kurang lebih dua ton lebih," ungkap Chaerul Ichwan, Minggu (1/11/2026).
Ia menjelaskan, hasil budidaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Tingginya minat pembeli terlihat dari konsumen yang datang, tidak hanya dari Desa Tenjoayu dan wilayah Kecamatan Cicurug, tetapi juga dari sejumlah daerah di Kabupaten Sukabumi hingga Bogor.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya peluang pasar yang cukup terbuka untuk dikembangkan lebih luas oleh pengelola BUMDesa.
Chaerul berharap capaian awal tersebut dapat menjadi motivasi sekaligus percontohan bagi BUMDesa lainnya di Kecamatan Cicurug agar lebih kreatif dalam menggali dan mengembangkan potensi ekonomi wilayah masing-masing.
Ia juga mendorong pemanfaatan lahan milik pemerintah desa maupun pemerintah daerah melalui pengelolaan BUMDesa, terutama untuk kegiatan pertanian produktif.
"Bagaimana pemanfaatan lahan-lahan milik pemerintah daerah maupun pemerintah desa yang dikelola melalui BUMDesa untuk budidaya pertanian. Ini salah satu contoh yang bisa kita lihat dan mudah-mudahan semakin berkembang, baik dari sisi produksi maupun ekspansi pendistribusian hasil penjualannya," jelasnya.
BUMDesa Didorong Lebih Kreatif Membaca Peluang Pasar
Lebih lanjut, Chaerul mengingatkan bahwa keberhasilan BUMDesa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Pengelola juga harus memiliki strategi pemasaran, memahami kebutuhan konsumen, serta mampu membaca peluang usaha yang berpotensi memberikan keuntungan berkelanjutan.
Menurutnya, program ketahanan pangan yang menjadi salah satu perhatian pemerintah pada 2026 dapat dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah desa dan BUMDesa.
Ia berharap BUMDesa mampu mengambil peran lebih besar sebagai penggerak ekonomi masyarakat, bukan sekadar lembaga usaha yang berjalan secara administratif.
"Mudah-mudahan rekan-rekan BUMDesa dapat membaca peluang pasar. Bagaimana program pemerintah tahun 2026 terkait ketahanan pangan bisa dikolaborasikan dengan pemerintah desa, sehingga BUMDesa menjadi salah satu pilar ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Pengawasan dan Transparansi Jadi Kunci Keberlanjutan
Selain pengembangan usaha, Chaerul turut menyoroti pentingnya pengawasan dan akuntabilitas dalam pengelolaan BUMDesa.
Ia menegaskan, setiap kegiatan usaha harus disertai laporan pertanggungjawaban yang jelas. Hasil pelaksanaan kegiatan perlu disampaikan kepada pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai bahan evaluasi bersama.
Dengan demikian, perkembangan usaha dapat dipantau secara berkala, sekaligus menjadi dasar untuk memperbaiki kinerja dan meningkatkan profesionalisme pengelola.
"Pengawasan itu menjadi bagian penting. Hasil pelaksanaan kegiatan BUMDesa harus dilaporkan kepada pemerintah desa dan BPD untuk menjadi bahan evaluasi bersama serta perbaikan kinerja ke depan," pungkasnya.
Capaian panen perdana lebih dari 2 ton tersebut menjadi modal awal bagi BUMDesa Tenjoayu Sukses Mandiri untuk memperluas pengembangan usaha budidaya melon.
Ke depan, keberlanjutan produksi, perluasan jaringan pemasaran, serta tata kelola usaha yang profesional menjadi faktor penting agar potensi tersebut tidak hanya menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat.
Melalui pengelolaan potensi lokal yang tepat, BUMDesa diharapkan mampu menjadi salah satu motor penggerak kemandirian ekonomi desa sekaligus membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat.
Reporter: Muhammad Fikri Fauzi
Redaktur: Muhammad Iqbal Abdillah
