SmartNewsroom.com • Berita Cerdas, Perspektif Luas
Berita Cerdas, Perspektif Luas
BREAKING NEWSSmartNewsroom.com menyajikan informasi aktual, cepat dan terpercaya untuk Indonesia.
HEADLINE

Memuat berita utama SmartNewsroom...

Berita terbaru akan ditampilkan otomatis dari posting Blogger.

SmartNewsroom.com

BERITA TERKINI

BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com
BERITA

Memuat berita terbaru...

SmartNewsroom.com

BERITA TERBARU

Lihat Semua →

Jumat, 19 April 2024

Kondisi Sosok Kayla Sebelum Pingsan-Meninggal Saat Tes Paskibraka Kabupaten Sukabumi

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Kayla Nur Syifa (Sebelumnya ditulis Khaila) peserta seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sukabumi meninggal dunia usai mengikuti tes lari di Lapangan Cangehgar, Palabuhanratu.

Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi mengungkap pihaknya sudah melakukan semua mekanisme pelaksanaan sesuai standar prosedur. Terungkap kondisi fisik dan kesehatan Kayla dalam keadaan baik.

"Terkait kejadian tadi pagi mungkin diluar dugaan semua orang dan tentunya bukan harapan, itu sangat tidak diharapkan sama sekali, itu diluar kemampuan kami. Sebagai panitia kami sudah mengkondisikan sesuai dengan SOP ataupun juknis yang telah ditetapkan BPIP sebagai pemangku Paskibraka dari pusat," kata Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi saat menggelar jumpa pers, Jumat (19/4/2024).

Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi mengungkap, semua peserta telah melalui tahapan seleksi pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sejak Rabu (17/4/2024) kemarin.

"Nah adik Kayla ini lolos sebagaimana apa saja yang diperiksa sesuai SOP, apa saja yang harus diperiksa dari peserta untuk peserta seleksi calon Paskibraka tingkat kabupaten, tim kesehatan memeriksa berdasarkan anamnesa wawancara, riwayat penyakit menyatakan tidak ada permasalahan dan pemeriksaan fisik dasar tanda tanda vital, pemeriksaan mata dan sebagainya, jadi dinyatakan lolos sesuai yang harus diperiksa saat itu," ujar Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

"Nah adik Kayla ini lolos sebagaimana apa saja yang diperiksa sesuai SOP, apa saja yang harus diperiksa dari peserta untuk peserta seleksi calon Paskibraka tingkat kabupaten, tim kesehatan memeriksa berdasarkan anamnesa wawancara, riwayat penyakit menyatakan tidak ada permasalahan dan pemeriksaan fisik dasar tanda tanda vital, pemeriksaan mata dan sebagainya, jadi dinyatakan lolos sesuai yang harus diperiksa saat itu," ujar Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

"Seleksi selanjutnya peserta seleksi parade bentuk tubuh juga dinyatakan lolos, sampai hari tadi kita melaksanakan seleksi Kesamaptaan di tes kemampuam fisik, kami sebagai panitia mengkondisikan peserta semua bahwa mengingat kita berusaha lebih pagi. Sarapan pagi lebih awal, kita tadi dikasih waktu di jam 05.15 WIB sampai jam 06.00 WIB, kita sediakan untuk sarapan mereka, ada waktu setelah sarapan kita arahkan ke lapang cangehgar untuk seleksi kesamaptaan atau test kemampuan fisiknya," tambah Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

Saat itu peserta dibagi menjadi beberapa kelompok, Khaila masuk ke kelompok pertama. Pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan sebelum tes tersebut dilakukan. Saat itu tidak ada kendala berarti di kondisi kesehatan peserta termasuk Kayla.

"Kita persiapkan oleh tim kesehatan diperiksa tanda-tanda vital terutama tekanan darah, dinyatakan tidak ada kendala dengan tekanan darah normal 120/80 hasil pemeriksaan. Kemudian diwawancara misalnya ditanya pusing tidak, lemas tidak dan menyatakan kondisinya fit, optimal semua," ujar Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

Sebelum test lari, semua peserta juga mengikuti pemanasan terlebih dahulu dipimpin oleh tim seleksi. Kelompok pertama yang salah satunya Khaila memulai lari itu pukul 07.15 WIB. Lari itu diatur selama 12 menit, tidak berdasarkan jarak tempuh namun disesuaikan dengan durasi selama 12 menit.

"Lari itu di aturan seleksi itu selama 12 menit jadi peserta lari mengelilingi Lapangan Cangehgar selama 12 menit, dihitung juga berapa jarak yang ditempuh dan sebagainya, dalam prosesnya adik Kayla ini sebetulnya mampu menyelesaikan 12 menit itu, tidak ada tanda tanda kelelahan karena kita pantau semua, baik tim inti seleksi kita ada bantuan senior-seniornya mengawasi bahkan pembina sekolahnya pun mengikuti mengawasi," tutur Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

Namun saat itu diluar dugaan saat batas akhir waktu seleksi selesai, seluruh peserta beristirahat termasuk Kayla. Tiba-tiba peristiwa itupun terjadi, Kayla tidak sadarkan diri.

"Adik-adik kan sudah beristirahat, sudah membuka rompinya, pada saat mau beristirahat terjadilah adik itu pingsan, di bantulah oleh temannya duduk. Segera tim kesehatan mendatangi mengecek, jadi dilakukan pemeriksaan, tapi dievakuasi dulu, asalnya di bawah di pinggir lintasan dibawa ke atas di cek mau di cek menurut tim kesehatan nadinya sudah menurun, kita kan dekat nih dengan rumah sakit, langsung dirujuk ke rumah sakit," kata Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi.

Tidak Ada Pemeriksaan Penyebab Kematian
Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi juga menceritakan kronologi kondisi Kayla saat di rumah sakit, Kayla diantar oleh tim medis panitia ke RSUD Palabuhanratu. Kondisinya sudah pucat kebiruan dengan detak nadi sudah tidak teraba.

"Sudah terlihat pucat kebiruan, terus nadi sudah tidak teraba, saturasi oksigen tidak terdeteksi seperti itu. Dari fisiknya gerak dada tidak ada, reflek cahaya tidak ada, pupil sudah melebar, dari pemeriksaan fisik tidak ada tanda-tanda kehidupan menurut dokter, diperkuat oleh pemeriksaan dinyatakan sudah meninggal dunia, menurut perkiraan dokter dimungkinkan bahwa kematian pada saat di perjalan, adapun penyebab kematian kita tidak secara pasti tidak ada, hanya beberapa kemungkinan saja, jadi tidak ada pemeriksaan untuk penyebab kematian," tutup Denden Panitia Paskibraka dari Kesbangpol Kabupaten Sukabumi. (Asep Gunawan).

Siswi Peserta Seleksi Paskibraka Sukabumi Meninggal Usai Mengikuti Tes Fisik Lari

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Suasana panik sempat menyergap sejumlah peserta seleksi Paskibraka bernama Kayla Nur syifa yang tiba-tiba jatuh pingsan saat mengikuti tes lari. Saat itu tes dilakukan di Lapang Cangehgar, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Informasi diperoleh SMARTnewsroom.com, Khaila sempat menepi dan duduk lalu menyelonjorkan kakinya. Saat itulah tiba-tiba gadis tersebut tidak sadarkan diri.

"Dia sempat duduk dulu lalu selonjorin lurusin kaki tiba-tiba pingsan. Lalu ada petugas medis, kasih minum dadanya di usap-usap biar sadar," ungkap salah seorang saksi yang enggan disebut namanya kepada SMARTnewsroom.com, Jumat (19/4/2024).

Namun saat itu, Kayla tidak kunjung sadarkan diri, penyelenggara kegiatan kemudian berinisiatif membawa Kayla ke Ambulans.

"Korban tidak sadar-sadar, langsung dibawa ke ambulans. Sekitar jam 08.45 WIB," katanya menambahkan.

Ia juga menceritakan selain Kayla, selang beberapa menit kemudian, ada dua peserta seleksi Paskibraka lagi yang juga pingsan diduga karena kelelahan.

"Tadi yang pingsan Kayla dulu, yang kemudian meninggal. Tadi ada yang pingsan lagi dua orang, perempuan. Sekitar jam 09.00 WIB, saya lihat tadi," ujarnya.

Sementara itu, Indra Hendriyana pelatih Paskibra Kayla mengatakan Kayla adalah sosok yang atraktif dan enerjik. dan aktif dalam berbagai ekstrakurikuler di sekolahnya.

"Anaknya memang aktif, enerjik, dia aktif dikegiatan selain Eskul paskibra juga eskul lain kalau enggak salah, itu mungkin yang saya tahu" kata Indra Hendriyana pelatih Paskibra Kayla

Indra Hendriyana pelatih Paskibra Kayla menjelaskan Kayla jarang mengeluh sakit ketika mengikuti latihan, namun hanya sekadar pusing dan memilih istirahat.

"Kalau kelihatan dia kalau pusing-pusing sedikit ya wajar anak-anak kalau latihan itu saja, kalau penyakit tertentu saya kurang tahu kalau sampai ke situ," tutupnya.

Diberitakan, seorang peserta seleksi Paskibraka Kabupaten Sukabumi meninggal dunia di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Siswa SMA itu meninggal usai ikut tes fisik.

Korban diketahui bernama Kayla Nur Syifa (16) siswi kelas 10, SMAN 1 Cisaat, Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Korban sempat mendapat penanganan medis sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah, RSUD Palabuhanratu.

"Almarhumah sempat (mengikuti test) lari, sebelumnya sempat di cek kesehatan lagi, pakai test detak jantung. Sempat ditanya bagaimana ada keluhan enggak, ternyata enggak ada. Setelah itu lari dengan yang lain, setelah 12 menit sepertinya yang bersangkutan keluhan itu tidak disampaikan ke panitia," kata Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono kepada SMARTnewsroom.com, Jumat (19/4/2024). (Asep Gunawan

Siswi Peserta Seleksi Paskibraka Kabupaten Sukabumi Meninggal Usai Tes Lari

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Seorang peserta seleksi Paskibraka Kabupaten Sukabumi meninggal dunia di Lapang Cangehgar, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Siswa SMA itu meninggal usai ikut tes lari.


Korban diketahui bernama Kayla Nur Syifa (16) siswi kelas 10, SMAN 1 Cisaat, Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Korban sempat mendapat penanganan medis sampai akhirnya dinyatakan meninggal dunia dan dibawa ke Instalasi Kamar Jenazah, RSUD Palabuhanratu.


"Almarhumah sempat (mengikuti test) lari, sebelumnya sempat di cek kesehatan lagi, pakai test detak jantung. Sempat ditanya bagaimana ada keluhan enggak, ternyata enggak ada. Setelah itu lari dengan yang lain, setelah 12 menit sepertinya yang bersangkutan keluhan itu tidak disampaikan ke panitia," kata Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono kepada SMARTnewsroom.com, Jumat (19/4/2024).


Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono menduga saat itu, korban terlalu memaksakan diri untuk melanjutkan proses lari tersebut Sampai akhirnya jatuh pingsan, korban juga sempat mengalami kejang. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB.


"Mungkin ada keinginan untuk terus ikut mungkin kelelahan atau bagaimana, kemudian pingsan lalu kejang-kejang terus ditangani medis kan karena memang kita selalu didampingi medis ya, dalam tahapan-tahapan itu. Setelah itu ke rumah sakit dan meninggal dunia," ujar Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono.


Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono membeberkan, almarhumah adalah peserta rangkaian test calon Paskibraka. Prosesnya berlangsung sudah selama beberapa bulan sebelum puasa.


"Jadi hari Rabu almarhumah itu masih mengikuti kegiatan, sehat, kesehatannya itu bagus, kemudian lolos test kesehatannya. Setelah itu rangkaiannya test parade, sistem gugur kita itu. Kita mengacu pada standar prosedur yang sudah di tentukan oleh BPIP pusat," ujar Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono.


"Almarhumah hasil test kesehatannya awal bagus dan dinyatakan lolos, tinggi badan bagus, postur bagus, kemudian ngikuti tahap kedua hari Kamis (18/4) kemarin, yaitu parade baris berbaris bagaimana sikap nya si anak ini bagus, dinilai oleh panitia, kemudian lolos," sambung Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono.


Sampai kemudian almarhumah Kayla pada Jumat pagi tadi mengikuti tahapan test kesamaptaan setelah sebelumnya ia menyantap sarapan pagi.


"Diawali dengan sarapan seperti biasa SOP kita sarapan lalu dibariskan dari GOR itu kemudian menuju Lapang Cangehgar untuk pelaksanaan test kesamaptaan yang bersangkutan nomor dada 066 dan almarhum itu yang disematkan waktu pembuaan test waktu CAT seminggu sebelumnya, jadi yang yang bersangkutan itu telah melewati beberapa kali tahap," beber Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Tri Romadhono.


Kronologi Meninggalnya Kayla


Kepala Bidan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Anzar menambahkan, korban juga menyatakan siap untuk mengikuti tes lari. Siswi itu mencatatkan angka 7 kali putaran dalam sesi waktu 12 menit.


Saat setelah selesai lari, korban tiba-tiba pingsan. Kemudian menunjukkan gejala kejang-kejang dan mengeluarkan busa di bagian mulutnya hingga dinyatakan meninggal dunia.


"Pasca selesai, buka nomor dada dan lain-lain kan pendinginan sambil jalan, tidak langsung berhenti. Pas mau istirahat dia diam langsung pingsan. Bukan pas lari, pendinginan, kita bawa ke tribun artinya penanganan pertama ternyata memang kejang-kejang terus mengeluarkan busa, nadi sulit untuk diraba," kata Kepala Bidan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Anzar.


"Jam 07:30 langsung cepat dibawa ke RSUD Palabuhanratu, kalau Samapta di Lapang Cangehgar langsung kita bawa ke Rumah Sakit supaya penanganan lebih lanjut," sambung Kepala Bidan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Anzar.


Saat di rumah sakit, korban sudah dinyatakan meninggal dunia. Kepala Bidan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Anzar menyebut, secara medis menyatakan kemungkinan korban kekurangan oksigen dan mengakibatkan berhentinya jantung.


"Oksigen kurang akibatnya ke jantung, seperti itu. Tidak bisa ditindaklanjuti lebih lanjut karena sudah meninggal dunia. Beliau mungkin semangat sekali jadi mengabaikan kondisinya, kalau anak-anak kan saking semangatnya jadi mengabaikan itu," kata Kepala Bidan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Kabupaten Sukabumi, Anzar.


Pantauan SMARTnewsroom.com jasad Kayla dijemput langsung oleh sang ibunda dari Instalasi Kamar Jenazah RSUD Palabuhanratu. Kayla dibawa ke rumah duka di Gunungguruh. (Asep Gunawan).

Satgas Yonif 310/KK Gelar Pengobatan Keliling Kurangnya Kesadaran Masyarakat Akan Pentingnya Menjaga Kesehatan

 

SMARTnewsroom.com,Kabupaten Keerom - Melihat kondisi masyarakat di perbatasan yang cenderung kurang memperhatikan kualitas kesehatannya, Pos Kalipao Satgas Yonif 310/KK berkeliling kampung berikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga Kampung Yuwainda, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Papua, Jum'at (19/04/2024).


Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Dikatakan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, bahwa pihaknya yang berada di Pos Kalipao berkeliling kampung secara door to door memberikan pelayan kesehatan bagi warga yang membutuhkan.


Selain itu juga tenaga kesehatan dari pos tersebut mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjaga kesehatan baik untuk dirinya sendiri maupun keluarganya.


"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Kampung Yuwainda semuanya sehat dan semangat dalam mejalani aktivitasnya. Tidak menutup kemungkinan dengan apa yang telah kita lakukan, masyarakat menjadi lebih dekat dan terbuka kepada anggota TNI," terang Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.


Lanjut diungkapkan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, kegiatan pelayanan kesehatan ini rutin dilakukan guna membantu masyarakat dalam penyediaan sarana dan prasarana pengobatan, sehingga meringankan beban masyarakat dengan segala keterbatasan yang mereka hadapi.


Dalam pelaksanaannya, personil Satgas dipimpin oleh Danpos (Komandan Pos) Serma Ahmad Mu'minin, dirinya berserta tim kesehatan Pos Kalipao menempuh jarak 3,5 KM dengan berjalan kaki untuk menuju ke Kampung Yuwaida. Lebih kurang 30 warga diperiksa kesehatannya dan langsung mendapatkan penanganan jika didapati ada warga yang menderita sakit.


"Jauhnya fasilitas kesehatan yang tersedia di wilayah perbatasan, mendorong inisiatif kami untuk langsung mendatangi rumah-rumah penduduk. Selain itu kami pun menghimbau, jika masyarakat membutuhkan pelayanan kesehatan agar datang ke Pos, kapan pun kami siap melayani," tambah Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.


Disisi lain, Robin Pasebo (50) selaku tokoh masyarakat mengucapkan terima kasihnya kepada personil Satgas Yonif 310/KK yang telah memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga Kampung Yuwainda.


"Anak-anak TNI (personil satgas) sangat baik dan perhatian sekali kepada warga disini, mereka rela berjalan jauh hanya untuk mengunjungi kami dan berikan pengobatan. Saya berdoa, mereka selalu diberkati Tuhan dalam melaksanakan tugasnya," tutup Robin Pasebo. (Muhammad Fikri Fauzi).


Otentifikasi: Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Kamis, 18 April 2024

Dua Pelaku Pungli Di Alun-alun Gadobangkong Kab. Sukabumi Diamankan Tim Saber Kab Sukabumi, Hanya Di Beri Peringatan

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Dua pelaku pungutan liar (pungli) diamankan Tim Saber Pungli Kabupaten Sukabumi di Alun-alun Gadobangkong, Kecamatan Palabuhanratu.


Pelaku pungutan liar mereka adalah ES (60) dan UK (45).

Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila, mengatakan, keduanya tertangkap tangan mengambil uang parkir dari pengunjung saat ada kunjungan Forkopimda ke Alun-alun Gadobangkong, Senin (15/4/2024).

"Itu kemarin lusa, pelaksanaan dalam kegiatan Saber Pungli, dibantu juga dengan Satpol PP. Itu kan ada kegiatan yang Taman Gadobangkong, ditemukan juga ada penarikan parkir. Kemudian di dalam itu ada penarikan sejumlah uang kepada pengunjung. Pada dasarnya, secara aturan tidak diperbolehkan dan memang tempat itu juga belum dibuka," ujar Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila via telepon kepada SMARTnewsroom.com, Kamis (18/04/2024).

Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila menjelaskan, dua pelaku itu hanya diberikan peringatan dan diimbau tidak melakukan pungutan lagi.

"Namun, dari para pengunjung itu memang tidak ada paksaan, pemberian uang itu karena dia parkir, menjaga. Makanya mereka memberikan semacam jasa untuk penitipan jasa parkir dan sebagainya. Memang diamankan itu untuk kita edukasi, kita informasikan bahwa tindakan itu tidak boleh. Kalau bisa tidak diulangi kembali, sebatas itu," ucap Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila.

Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila mengatakan, tidak ada barang bukti dari pengamanan dua pelaku pungli itu. Kedua pelaku saat itu hanya tertangkap tangan mengambil uang parkir dari pengunjung.

Sehingga, pihaknya hanya memberikan peringatan dan meminta tidak ada aktivitas apa pun atau pungutan apa pun di Alun-alun Gadobangkong.

Terlebih lokasi itu belum dibuka karena belum diserahterimakan dari Pemprov Jabar ke Pemda Kabupaten Sukabumi.

"Tidak untuk diamankan kemudian terus ditahan, itu tidak. Diingatkan, diperingatkan bahwa lokasi itu belum ada serah terima. Sebenarnya kan secara aturan tidak diperbolehkan ada kegiatan aktivitas di situ," tutup Ketua Pelaksana UPP Saber Pungli Kabupaten Sukabumi, Kompol Rizka Fadhila. (Muhammad Fikri Fauzi).

Polres Sukabumi Membuka Pendaftaran Calon Akpol, Bintara Dan Tamtama 2024

 

SMARTnewsroom.com,SUKABUMI - Polres Sukabumi melaksanakan pendaftaran calon Akpol, Bintara, dan Tamtama di Gedung Rikonfhu Bhayangkari Polres Sukabumi. Acara ini merupakan bagian dari upaya untuk merekrut kader-kader terbaik yang akan bergabung dengan jajaran kepolisian.

 

Pendaftaran ini menjadi kesempatan bagi para pemuda dan pemudi yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi untuk bergabung dalam institusi kepolisian. Dalam suasana yang penuh antusiasme, puluhan calon peserta memadati gedung tersebut untuk mendaftar dan mengikuti proses seleksi yang ketat.

 

Kegiatan pendaftaran ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan Dukcapil Kabupaten Sukabumi dengan dukungan penuh dari Polres Sukabumi. Para petugas pendaftaran siap memberikan bantuan dan informasi kepada para calon peserta agar proses pendaftaran berjalan lancar.

 

Kabag SDM Kompol. Jimy Ridwan Sihite S.H.,M.H  melalui BRIPKA Lia Dahlia sebagai Paur Dalpers Bag SDM menyampaikan, hari menyelenggarakan kegiatan penerimaan Akpol, Bintara, dan tamtama. Peserta akan disaring mulai dari loket 1 berdasarkan usia, batas usia, dan nilai.

 

Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia mengatakan selanjutnya mereka akan menjalani tes tinggi badan dan berat badan, dengan tinggi minimal 165 cm untuk laki-laki dan 160 cm untuk perempuan. Peserta yang lolos akan diarahkan ke loket 2, 3, dan 4 untuk pemeriksaan lebih lanjut oleh dinas pendidikan dan dinas kependudukan, serta tes mesing dan sidik jari. Setelah melewati loket 4, mereka akan mendapatkan nomor ujian hingga akhir pendaftaran.

 

"Kami berusaha mencari kuota sebanyak mungkin, namun kami hanya memfasilitasi pendaftaran di Kabupaten Sukabumi karena selanjutnya proses diserahkan kepada Polda Jawa Barat. Kami bertanggung jawab atas pendaftaran dan pemberkasan saja,” ujar Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia.

 

Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia menambahkan, Meskipun proses pendaftaran telah dibuka sejak lama, terdapat penundaan karena hari raya dan sebagainya.

 

“Alhamdulillah, telah ada sekitar 50 pendaftar Bintara hari ini, dengan harapan jumlahnya akan terus bertambah,” ujar Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia.

 

"Pendaftaran Akpol ditutup pada tanggal 19 April 2024, sedangkan Bintara dan tamtama ditutup pada tanggal 25 April 2024," ujar Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia.

 

Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki putra-putri yang ingin mendaftar, termasuk yang masih duduk di kelas 3, untuk segera mendaftar sebelum tanggal 25 April.

 

“Jika membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut  bisa menghubungi sekertariat pendaftaran atau ke Bag SDM polres Sukabumi," tambah Paur Dalpres Bag SDM Polres Sukabumi Bripka Lia Dahlia.

 

Pendaftaran calon Akpol, Bintara, dan Tamtama ini menarik perhatian banyak pemuda dan pemudi di Kabupaten Sukabumi yang bermimpi untuk berkarir dalam bidang kepolisian. Mereka berharap dapat menjadi bagian dari institusi yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Proses pendaftaran ini akan berlangsung hingga tanggal yang telah ditentukan, memberikan kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mendaftar dan mengikuti seleksi. Diharapkan, melalui proses seleksi yang ketat ini, para calon yang terpilih nantinya akan menjadi kekuatan baru dalam menjaga keamanan dan pelayanan kepada masyarakat khususnya di Kabupaten Sukabumi dan indonesia pada umum nya. (Muhammad Fikri Fauzi).

Satgas Yonif 310/KK Bantu Bersihkan Rumah Seorang Kakek Kondisinya Memprihatinkan

 

SMARTnewsroom.com,Pegunungan Bintang - Sadar akan kondisi warganya yang membutuhkan bantuan, Pos Batom Satgas Yonif 310/KK bantu bersihkan rumah Pontius Taplo (62) seorang kakek yang hidup sendirian tanpa keluarga di Kampung Batom 2, Distrik Batom, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (18/04/2024).


Hal tersebut disampaikan oleh Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal dalam keterangan tertulisnya secara terpisah di Makotis (Markas Komando Taktis) di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Dikatakan Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk kepedulian personil Satgas terhadap warga sekitar. Karena dengan kehadirannya, Satgas Yonif 310/KK ingin memberikan manfaat dan dampak positif yang langsung dapat dirasakan oleh masyarakat di perbatasan.

"Kondisi Pontius Taplo yang sudah tua dan sakit-sakitan membuat dirinya tidak mempunyai waktu dan tenaga untuk menjaga kebersihan rumahnya. Dirasa kami perlu mengambil langkah aktif untuk membantunya," terang Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal.

Menurut Dansatgas Yonif 310/KK Letkol Inf Andrik Fachrizal, manfaat penting dari menjaga kebersihan rumah dan lingkungan antara lain terhindar dari penyakit yang disebabkan lingkungan yang tidak sehat. Dengan lingkungan yang sehat, kita tidak akan mudah terserang berbagai penyakit seperti demam berdarah, malaria, muntaber dan lainnya.

Lanjut diungkapkan, Pontius Taplo (62) seorang duda yang memiliki satu orang anak yang sudah berkeluarga dan bekerja di Sentani-Jayapura. Kondisi dirinya sering sakit-sakitan sehingga tidak bisa melakukan aktivitas berat.

Sementara itu, Danpos (Komandan Pos) Batom Letda Inf Eko Effendi menambahkan bahwa dirinya merasa prihatin dengan kondisi Pontius. Beserta personil Satgas, dirinya membersihkan lingkungan rumah mulai dari bagian luar dan dalam serta membuang sampah-sampah yang dapat menjadi sarang penyakit.

"Kami ingin ciptakan suasana rumah lebih bersih dan asri, sehingga Bapak Pontius bisa menikmati hari-harinya dengan nyaman," tambah Danpos (Komandan Pos) Batom Letda Inf Eko Effendi.

Pontius Taplo (62) sangat terharu dengan apa yang dilakukan personil Satgas Yonif 310/KK, dirinya pun tidak lupa mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

"Saya tidak menyangka Anak (personil satgas) akan datang kesini dan bersihkan rumah saya. Saya sudah menolak agar tidak dibersihkan karena saya merasa tidak mampu menyediakan makanan untuk mereka walaupun hanya sekedar air minum. Tapi mereka terus saja membersihkan rumah saya. Terima kasih Anak, kalian sangat baik sekali," tutup Pontius Taplo. (Muhammad Fikri Fauzi).

Otentifikasi: Pen Satgas Pamtas Yonif 310/KK.

Diberdayakan oleh Blogger.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Label

Tag Utama

Iklan

{getFeatured} $results={5} $label={recent}

JSON Variables